Label Perawatan, Si "Buku Manual" Penjaga Pakaian dari Kerusakan
![]() |
| Joybasic tees styled 3 ways | Foto: Dokpri, diedit dengan Canva |
Under Seratusribuan, Produk Fashion UMKM ini Nyaman Digunakan
Belakangan ini saya lebih memilih memakai pakaian simple yang nyaman digunakan di berbagai tujuan, mudah d-mix and match dan tentu yang harganya murah tapi tidak murahan.
Kebutuhan ini saya jawab dengan menghadirkan kaos polos berwarna hitam dari Joybasic di lemari.
Ada beberapa alasan sebetulnya kenapa saya memilih produk ini. Saya jelasin satu-satu, barangkali kamu juga lagi nyari-nyari produk yang sama, semoga bisa membantu kamu membuat keputusan untuk lebih mindful shopping.
Harga yang sangat murah
Yang pertama tentu karena harga Joybasic sendiri sangat terjangkau. Bahkan berikut ongkos kirimpun harganya tidak sampai Rp100,000.
Kalau-kalau kamu bertanya kenapa, salah satu faktornya tentu proses distribusi dalam negeri yang bisa menekan harga jual lebih tinggi.
Dibandingkan dengan produk serupa brand dari luar dan dikirim dari luar negeri, ada banyak tahapan distribusi yang membuat harga jual ke pelanggan di Indonesia jauh lebih tinggi, dari transportasi, hingga pajak bea cukai yang harus dibayarkan ke negara.
Produk lokal
Yang kedua produk ini merupakan milik anak bangsa alias brand lokal. Kaitannya masih sama dengan proses distribusi di atas.
Selain itu, proses pembuatannya di Indonesia, dikirimnya di Indonesia langsung ke pelanggan pula, tanpa tambahan tangan ketiga. Paling-paling ya nambah ongkos kirimlah. Itupun kadang ada promo free ongkir-nya. So ya, produk lokal kualitas internasional dengan harga yang lebih bermoral itu benar adanya.
Bahan berkualitas, nyaman digunakan
Yang berikutnya, setelah menjadi pengguna, saya bisa sampaikan kaos oblong yang terbuat dari top premium cotton ini lembut banget, ringan, lentur dan menyerap keringat dengan baik sehingga lebih nyaman dipakai. Tidak heran kalau ratingnya di berbagai e-commerce tembus 4,9 dengan ribuan pesanan.
Begitu saya miliki dan ternyata menawarkan kenyamanan yang cukup tinggi, kaos ini jadi salah satu pakaian yang sering saya kenakan saat berkegiatan.
Begitu seringnya, saya harus menyayangkan, warna kaos ini mulai mengalami perubahan. Warnanya yang semula hitam pekat perlahan memudar dan menjadi kusam.
Sebetulnya, dari segi bentuk pakaian, tidak ada yang mengalami penurunan kualitas, bahkan bahannya masih sama halusnya seperti pertama tiba di rumah. Hanya saja, ternyata warna kusam pada pakaian membuat saya cukup tak nyaman juga.
Label Perawatan, Si "Buku Manual" Penjaga Pakaian dari Kerusakan
![]() |
| Kaos Joybasic before dan after digunakan | Foto: Kiri Properti Joybasic, kanan milik pribadi diolah dengan Canva |
Sadar ngga sih, sebenarnya, kita sudah dipandu memberikan treatment yang terbaik tahu, untuk menjaga pakaian dari kerusakan. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang barangkali abai, atau mungkin tidak sadar bahwa panduan alias si buku manual perawatan itu selama ini sudah menemani kita.
Coba lihat di balik pakaian yang kamu kenakan, biasanya posisinya ada di bagian kiri bawah pakaian dekat dengan area pinggang. Namanya label perawatan atau care label. Panduan untuk kita bisa menjaga pakaian dari kerusakan termasuk pemudaran kualitas warna pakaian. Label perawatan ini bisa kita ikuti sebagai tips agar baju tidak cepat pudar.
![]() |
| Care label Joybasic yang harus diperhatikan untuk perawatan pakaian | Foto: Dokpri - Efa Butar butar |
Panduan dicantumkan di kain berbahan satin yang halus dan licin sehingga tidak gatal jika terkena kulit. Ukurannya kecil berbentuk persegi panjang tapi sangat cukup untuk menjaga pakaian.
Pada panduan tersebut, kamu akan menemukan sejumlah informasi seperti
- Nama brand
- Bahan pakaian
- Tempat produksi
- Logo wash, bleach, iron, dry clean, dan tumble dry.
Setiap icon inilah yang jadi pemandu kita untuk merawat pakaian tersebut
Logo wash dan dry clean
Logo wash berbentuk ember dengan berisi air dan tulisan 30°C tepat di gambar airnya. Artinya, pakaian tersebut boleh dicuci di dalam ember berisi air dengan suhu tersebut.
Emang ada pakaian yang ngga boleh dicuci dengan air?
Ada banget. Pakaian berbahan wol / wool & cashmere kalau kena air apalagi dikucek bakal langsung menyusut dan melar ngga karuan. Penanganan pakaian jenis ini mestinya sih di dry clean yaitu proses mencuci pakaian dengan menggunakan cairan khusus bernama Perchloroethylene atau Hydrocarbon. Cumaa, dry clean itu memang lebih mahal harganya.
Atau pakaian dengan payet, manik dan bordir berat, sama. Jenis pakaian ini sebaiknya tidak dicuci dengan air, melainkan menggunakan dry clean untuk kebersihannya.
Jadi, kalau di care label pakaian kamu ada logo wash bergambar ember berisi air dengan suhu, artinya pakaian tersebut aman dicuci dengan air. Sebaliknya, jika icon tersebut bergambar ember berisi air dan dicoret, artinya pakaian tersebut tidak boleh dicuci.
Sebaliknya, jika pakaian diberi logo do not dry clean bergambar lingkaran dengan tanda x di tengah, artinya pakaian tidak boleh dicuci kering. Maka berikan perawatan sesuai panduan wash seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Logo bleach
Selanjutnya ada logo bleach untuk menunjukkan apakah pakaian boleh menggunakan pemutih atau tidak.
Icon-nya adalah simbol segitiga. Icon ini kemudian diberi beberapa kategori; ada segitiga kosong yang artinya pakaian boleh menggunakan pemutih apa saja termasuk pemutih klorin kayak bayclin. Ada juga segitiga 2 garis diagonal yang artinya boleh pakai pemutih NON-klorin aja. Dan yang terakhir ada segitiga disilang. Kalau yang ini jelas bahwa pakaian tidak diizinkan untuk menggunakan pemutih sama sekali.
Kalau dipaksa pakai pemutih, warna pakaian akan rusak.
Logo iron
Selanjutnya ada logo iron atau setrika atau steam. Sama seperti logo lainnya, logo iron juga punya tanda lain yang harus diperhatikan, yakni jumlah titik di bagian tengahnya sebagai indikator panas setrika yang bisa kita gunakan saat ingin menyetrika pakaian.
Icon iron tanpa tanda titik berarti pakaian aman digunakan pada temperatur berapapun. Icon iron dengan titik satu dapat disetrika dengan suhu rendah maksimal 110°C, titik dua dapat disetrika dengan suhu maksimal 150°C dan titik tiga maksimal suhu 200°C.
Pernah perhatiin ngga sih ketika pakaian disetrika dengan suhu yang maksimal warnanya langsung kayak kusam saat itu juga?
Bisa jadi hal tersebut terjadi karena suhunya kepanasan. Kalau suhu titik tiga digunakan di suhu titik satu, panas yang langsung menyentuh badan pakaian wajar membuat warna pakaian langsung "kebakar" dan tampak memudar saat itu juga apalagi kalau pakaian berwarna hitam atau navy. Kusamnya langsung kelihatan banget deh.
Oleh karena itu, setiap kali ingin menyentrika, perhatikan label care pakaianmu, biasanya disetrika di suhu berapa, agar kualitas warnanya bisa terus terjaga.
Logo tumble dry
Yang ini agak effort dikit ya terutama buat yang mesin cucinya 2 in 1 alias di satu tube sudah termasuk pengering.
Jika pakaian kamu diberi icon do not tumble dry atau tidak boleh masuk ke dalam mesin pengering, kamu masih boleh kok nyuci dengan menggunakan mesin cuci, cuma tungguin deh tuh prosesnya. Kalau sudah bersih, keluarkan pakaian dan pisahkan dari pakaian lain yang akan mengikuti proses pengeringan di mesin.
Logonya bergambar kotak ada lingkaran di bagian dalam lalu diberi tanda X atau silang sebagai larangan untuk dimasukkan ke mesin pengering.
Selain itu, tips lainnya yang bisa bikin kualitas bahan dan warna pakaian lebih awet adalah dengan membalik pakaian tersebut sebelum melakukan treatment apapun seperti mencuci, mengeringkan hingga menyetrika.
Semoga bisa membantu pakaian kamu lebih awet yaa.





Comments
Post a Comment