Skip to main content

Posts

Pentingnya Literasi Emosi Sejak Dini untuk Keluarga yang Lebih Baik Lagi

Ilustrasi anak yang sedang marah | Sumber foto: Freepik Masih jelas dalam ingatan bagaimana saat kecil dulu bila aku menangis, ya dibiarkan begitu saja bahkan kadang dimarahin balik dan dipaksa diam. Belum lagi, saat emosi dan marah, rasanya seperti dipaksa untuk memendam rasa itu karena orang tua kadang menunjukkan reaksi yang jauh lebih emosi. Mau ngga mau, anak akan diam dan merasa ketakutan, padahal emosinya belum diselesaikan.  Pada akhirnya, aku sebagai anak terbiasa memendam emosi hanya untuk menjaga perasaan orangtua dan tidak memancing keributan yang lebih besar yang datang dari emosi mereka.  Kukira dulu hal itu sudah termasuk baik, memendam perasaan marah agar orang tua bisa tenang, ternyata keputusan itu adalah hal yang salah. Dilansir dari alodokter.com, memendam emosi berpotensi membuat tubuh memproduksi hormon stress yang tinggi, meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, bahkan membuat anak tidak memahami bagaimana mengontrol emosi dengan baik.  Bila teman-teman di l
Recent posts

Pentingnya Pemerataan Edukasi Kusta untuk Penanganan yang Lebih Sempurna

Talkshow kusta di Ruang Publik KBR | Sumber foto: Tangkap layar talkshow Pada unit layanan kesehatan, masih ada yang belum memahami informasi tentang kusta, bahkan stigma terhadap kusta pun masih tergolong tinggi dari tenaga kesehatan itu sendiri. Kusta, penyakit yang sudah ada sejak dari zaman dulu, namun masih ada sampai saat ini. Padahal, penyakit ini hanya berasal dari bakteri atau kuman yang sebetulnya bila mendapat perhatian yang tepat sudah bisa terselesaikan, atau setidaknya saat ini mestinya, orang dengan penyakit kusta bisa mendapatkan kesembuhan dengan begitu mudah. Kesulitan ini tak lepas dari stigma, mitos dan kurangnya pemahaman masyarakat termasuk tenaga kesehatan dalam penanganannya itu sendiri. Baca juga: KBR: Upaya MelawanStigma Bagi Penyandang Disabilitas dan Down Syndrome  Dalam pemerataan edukasi kepada seluruh masyarakat, Berita KBR rutin melaksanakan ruang publik KBR yang dipersembahkan oleh NLR Indonesia dengan mengangkat topik seputar kusta. Salah satunya

Pentingnya Gaya Hidup Halal untuk Fondasi Indonesia Sehat dan Kuat

Webinar Gaya Hidup Halal Fondasi Indonesia Sehat dan Kuat | Sumber foto: Tangkap layar webinar Bicara tentang halal, rasanya kata ini selalu diidentikkan dengan agama Muslim dan dikaitkan pula dengan bahan dasar pembuatan suatu produk pangan. Apakah makanan tersebut berbahan dasar daging babi dan anjing atau tidak. Sering kali pula kata ini menjadi hal yang diabaikan agama di luar Islam. Padahal, halal mutlak untuk seluruh umat manusia lintas agama. Mengenal halal Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halal berarti diizinkan. Sejalan dengan pengertian tersebut, Ibu Jetti Rosila Hadi selaku Vice Chairwoman Indonesia Halal Lifestyle Center juga menyebutkan bahwa halal merupakan istilah yang mengacu pada objek atau tindakan apapun yang diizinkan untuk digunakan, dikonsumsi atau dilakukan, menurut hukum Islam. “ Halal is a right for every Muslim, but it is indeed a privilage for everyone” ujarnya dalam webinar Gaya Hidup Halal untuk Fondasi Indonesia Sehat dan Kuat yang

Alasan Pilih Dress Lebaran Under 300 Ribuan Dari Missnomi.id

 Ied Collection | Sumber foto: Tangkap layar Instagram Missnomi.id Ngga kerasa sebentar lagi Lebaran tiba. Kalau menurut Pemerintah sih, THR harusnya sudah dicairkan Rasanya semua sepakat kalau THR cair itu mirip oase di tengah gurun yaa. Hahah. Emang sih, gajian bikin seneng. Tapi kalau dapet THR, bahagianya berlipat kali ganda karena bisa beli ini itu, berbagi ini itu tanpa ngeganggu gaji utama. Menjelang Idul Fitri, baju Lebaran adalah salah satu kebutuhan yang jarang dilepaskan.  Sebetulnya ngga harus. Kalau baju Lebaran tahun lalu masih tersimpan rapi dan jarang dipakai, itu juga bisa digunakan lagi. Selain menghemat biaya, menahan diri membeli baju baru lagi sudah termasuk upaya selamatkan bumi dari sampah pakaian beberapa tahun ke depan.  Tapi kalau lagi ada rezeki dan ingin menikmati hasil jerih payah sendiri, ngga salah juga kalau beli. Ya, setidaknya satu baju baru untuk dipakai di hari Raya Idul Fitri, lah.  Meski ngga ikut dalam perayaan Idul Fitri, izinkan aku ikut

80 Varietas Pisang dan Pemiliknya yang Kurang Sayang

  Ilustrasi megabiodiversitas | Sumber foto: Liputan6 Cukup mengejutkan ketika dalam online gathering pertama tahun 2022 yang dilakukan #EcoBloggerSquad (EBS), aku bersama teman-teman EBS angkatan 2021 mendengar bahwa ada sekitar 80 varietas pisang di bumi pertiwi. Informasi ini kami ketahui lewat pemaparan Ibu Rika Anggraini selaku Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI. Ah ya, itu baru pisang yang bisa dikonsumsi, belum termasuk jenis pisang beracun yang harus kita jauhi. Semacam mau bertanya ke pemateri,  kok bisa sebanyak itu? Tapi ngga jadi, karena memang kurangnya pemahamanku tentang keanekaragaman hayati di negeri sendirilah yang bikin aku menarik lagi pertanyaan yang hadir di ujung lidahku. Sejauh yang kutahu, pisang barangan dari Medan sebagai salah satu buah pisang favoritku setiap pulang, pisang kepok, pisang Ambon, Pisang Cavendish yang sering kita temukan di supermarket, pisang susu, dan pisang raja. Sudah, itu saja. Ternyata jumlahnya jauh lebih banyak. 

Soul in a Box: Katering Aman, Perut Nyaman, Kantong Ngga Kekeringan

  Contoh menu sehat Soul in a Box | Sumber foto: Properti Soul in a Box Katering dan kasus keracunan makanan Februari 2020, sejumlah karyawan di Bekasi mengalami keracunan makanan usai konsumsi makanan dari sebuah katering. Penyidik kemudian memeriksa pemilik perusahaan katering tersebut lalu kasus akan lanjut ditangani oleh Polres Metropolitan Bekasi. Oktober 2021, puluhan siswa SMKN 1 Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengalami keracunan makanan nasi kotak berisi lauk mie dan telur yang diberikan pihak sekolah. Dari pemeriksaan yang dilakukan, dugaan keracunan berasal dari makanan katering yang dimakan para siswa. Berdasarkan pendalaman kasus, makanan yang disantap para siswa berasal dari tiga katering yang berbeda. Dilansir dari Antaranews , Guru Besar Kimia Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Santoso menyebutkan bahwa kasus keracunanan paling banyak berasal dari makanan utama, disusul jamur dan kem

Tips Aman dan Nyaman Mudik Lebaran dengan Mobil Pribadi

Interior mobil yang nyaman untuk seluruh penumpang | Foto: Andik Hermawan Setelah 3 kali Idul Fitri kesulitan untuk silaturahmi bahkan ke rumah di kampung sendiri akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejak awal 2020 di Indonesia, hawa baik akhirnya dikumandangkan juga. Meski ngga ikut rayain, aku pribadi turut bahagia atas dibukanya izin untuk tarawih bersama di Masjid, diberinya izin untuk mudik Lebaran sampai akhirnya kita tiba di titik, diberikannya cuti kepada seluruh karyawan. Senang sekali. Akhirnya ada lagi kesempatan untuk berbagi waktu dengan orang-orang terkasih di hari yang Fitri sekaligus melarikan diri sejenak dari kerjaan yang tak ada habisnya.  Berbagai kelonggaran ini diberikan sejalan dengan kasus Covid-19 yang terus menurun di Indonesia. Ngga bisa asal mudik, ada sejumlah syarat juga yang harus kamu ikuti seperti sudah mendapatkan dua dosis vaksin primer dan vaksin booster , dan pelaku perjalanan harus dalam kondisi sehat.  Nah, teman-teman yang belum menerima v