Skip to main content

Posts

Featured

Dari Gambut ke Meja Makan, Menelusuri Kaitan Karhutla, Biodiversitas dan Pangan

Sorgum sebagai salah satu opsi pangan lokal sumber karbohidrat | Foto: Dokpri - Efa Butar butar Dua Versi Berbeda Soal Makan Dulu kami sering dihadapkan pada versi membingungkan soal urusan makan. Kata Nenek, "Jangan nasi terus, sesekali, gantilah dengan singkong ini." Sedang Ibu, sebagaimana masyarakat Indonesia pada umumnya, ia penganut prinsip "Tidak makan jika tanpa nasi." Maka pada masa itu, jadilah kami tim bingung dari kedua opsi ini.  Tentu, sebagai anak yang baik, kami berpihak pada Ibu. Jika ibu sedang tidak di rumah, sesekali kami patuh juga dengan petuah nenek. Bagaimanapun, rasanya tidak elok selalu menolak anjurannya.  Sejujurnya, bahkan di masa kecilpun saya bisa rasakan sendiri bahwa mengonsumsi singkong rebus sebetulnya bikin kenyang. Apalagi kalau dimakan bersama dengan lauk yang beragam.  Saya kira dulu nenek begitu pelit membagi nasi untuk kami konsumsi sehari-hari makanya kerap mengarahkan kami makan singkong sesekali. Tapi saya pikir-pikir la...

Latest Posts

Dari Hutan Raja Ampat Hingga Labu Siam dari Liwa, Hutan Dijaga Makanan Terjaga

Ubah Biaya Pengiriman Jadi Keuntungan Tambahan dengan KiriminAja Poin

"Menyulap" Tanaman Lokal jadi Produk Eksklusif di Sekolah Seniman Pangan

Label Perawatan, Si "Buku Manual" Penjaga Pakaian dari Kerusakan