Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2020

Tentang Destinasi Wisata Hijau Papua yang Jadi Google Doodle Itu

Taman Nasional Lorentz jadi Google Doodle | Sumber foto: Liputan6 Dulu, bagiku hutan itu adalah tempat bermain. Aku malah memiliki cerita masa kecil yang menyenangkan terkait hutan. Bersama almarhum Nenekku di dalamnya. Selain memiliki beragam fungsi, seiring dengan pengenalan dunia televisi, dalam film dan sinetron hutan sering diidentikkan dengan tempat seram yang menakutkan. Keseringan nonton yang seperti ini, pada akhirnya otak juga ternyata ikut kedoktrin bahwa hutan itu suatu waktu adalah tempat yang menyeramkan.  Sampai akhirnya, awal bulan Maret 2020 ini, aku berkesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang hutan lewat kerjasama Blogger Perempuan dengan salah satu organisasi lingkungan hidup independen non profit. Seru sekali. Banyak bayangan-bayangan tentang hutan yang dulu terpikirkan dan tidak terpikirkan akhirnya diluruskan.  Banyak pemahaman baru, termasuk bagaimana hutan memiliki peran penting untuk menjaga kelestarian masyarakat adat.  Usai

Teruntuk Kamu yang Tak Tahan #DiRumahAja; Ini Tentang Satu Wajah yang Selalu Ingin Kau Jaga

Hi, namaku Efa. Pegawai swasta yang bekerja di bilangan Jakarta Selatan. Sekitar tanggal 12 sampai 17 Maret lalu setidaknya adalah waktu yang cukup berat untukku. Berat bukan karena beban hidup yang kutanggung, lebih kepada menghadapi kenyataan. Dan setelah 7 hari berlalu, aku merasa lega untuk bisa berbagi dengan kamu. Seluruh dunia tahu bahwa kini bumi sedang berjuang menyembuhkan diri. Dari sesuatu yang menyeramkan tapi juga kasat mata. Tidak ada yang tahu di mana letaknya, namun seluruh umat manusia tahu bahwa dia sedang mengintai. Covid 19, atau yang lebih sering disebut Virus Corona. Virus ini mulai rame dibicarakan sejak awal tahun 2020. Hadir pertama kali di Wuhan, China, sebelum akhirnya merebak ke seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Awal tahun, Jakarta juga direndam banjir. Banyak ulah yang lucu tapi berujung mengolok-olok Covid 19 yang saat itu belum masuk ke Indonesia. Masyarakat yang terendam banjir malah bermain di sana, berenang, bahkan ada yang

Alasan Takut Ke Dokter Gigi dan Pertemuan dengan Dental Legends Indonesia

Drama Scalling Gigi Sebetulnya rencana untuk scalling  gigi ini sudah aku rencanakan dari 2 bulan lalu. Baca-baca berbagai testimoni lagi, ragu-ragu lagi. Ragu-ragunya receh  banget. Cuma karena baca di cerita temen-temen blogger rasanya ngilu, sakit, dan berdarah. Aku takut, parno, akhirnya ragu lagi. Sebetulnya bukan masalah ketakutan ini doang, ada beberapa alasan takut ke Dokter Gigi: Doktrin bahwa Dokter Gigi adalah salah satu makhluk terseram di muka bumi Biaya yang mahal Males sendirian Kerjaan kantor yang ngga ada habisnya Lokasi klinik dari rumah atau kantor lumayan jauh Meski demikian, tetep sih, keinginan untuk membersihkan karang gigi itu tetap hadir. Soalnya aku ngerasa kondisi karang di mulutku sudah sangat bikin tak nyaman. Selain merusak estetika gigi, gigi berkarang juga bikin ngga percaya diri untuk ketawa lepas, serta jadi salah satu faktor pemicu bau mulut.  Jadi coba perhatiin temanmu, kalau ada yang ketawanya ditutup tutupin atau malu malu

Dark Mode WhatsApp Sudah Bisa Digunakan di Indonesia, Begini Caranya Mengaktifkannya

WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang berbasis chatting. Dibandingkan SMS, WhatsApp menjadi cara cepat dan simple untuk berbincang dengan orang lain.  Selain mudah digunakan, ada beberapa keunggulan WhatsApp: Ukuran nya yang tidak terlalu memberatkan ponsel Dapat berbagi segala macam file Hemat dan efisien karena dapat digunakan pula untuk voice call dan video call Kini dapat terkoneksi pula ke komputer atau laptop. Menjadi tempat untuk memotivasi diri dengan mencantumkan foto sebagai wallpaper dan foto picture  Dengan berbagai keunggulan di atas, tidak heran jika WhatsApp menjadi salah satu aplikasi chat yang kian digilai pengguna ponsel pintar.  Berdasarkan data yang dirangkum liputan6 dari digital report 2019 We Are Social dan Hootsuite, 83% pengguna internet di Indonesia merupakan pengguna WhatsApp. Sementara pengguna internet mencapai 171 jiwa atau sekitar 64% dari keseluruhan jumlah penduduk.  Banyaknya jumlah pengguna aplikasi ini membuat WhatsApp ter

Meluruskan Makna Hutan Lewat WALHI dan Serangkaian Kontribusi untuk Menyelamatkannya Dalam Forest Cuisene Blogger Gathering

Kelompok 5 dan hasil olahannya | Foto: Dokumentasi Pribadi Ibu Sri Hartati menangis. Emosinya meluap saat bercerita tentang banyaknya kerusakan hutan yang terjadi belakangan ini. Tapi syukurlah, hutan di tempat tinggalnya masih terjaga. "Jika ada yang kedapatan membakar atau merusak hutan, akan kami cari sampai dapat"  ujarnya disela air mata yang masih saja menetes. Ibu Sri Hartati, atau yang kerap dipanggil ibu Tati adalah seorang WALHI Champion yang berasal dari Sumatera Barat. Beliau dan kelompoknya sukses menghadirkan konsumsi dari hutan dengan mengembangkan produk olahan dari daging buah pala menjadi sirup dan minuman segar. Ibu Tati yang emosional saat berkisah tentang hutan | Foto: Dokumen Pribadi Ada alasan tersendiri dibalik hadirnya sirup ini, sebetulnya, hutan sumber pangan. Dari hutan sendiri ada banyak sekali bahan pangan yang dapat diolah menjadi sebuah produk yang sudah lama ada, atau difortifikasi menjadi produk pangan baru untuk kemudian