Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2021

Review Brightly Series dari Scarlett Whitening

Brightly Series dari Scarlett Whitening | Foto: Efa Butar butar Sebelumnya aku udah bahas tentang Perjalanan Panjang Berburu Face Care Lokal yang Cocok untuk Wajah  Nah, sesuai janjiku, aku juga mau berkontribusi memberikan testimoni sebagai pengguna Face Care Scarlett Whitening yang telah berjalan selama dua minggu. Karena aku merasakan juga betapa honest review sebuah produk itu sangat penting untuk calon customer, jadi sebisa mungkin aku akan menyampaikan testimoni sesuai yang aku alami. Harapannya, semoga bisa membantu kamu di luar sana yang memang lagi nyari produk yang sama. Oh iya, singkat tentang testimoni, sebagai pelanggan, saat kita memberikan testimoni, kita juga telah berkontribusi, lho, meningkatkan penjualan seller bila memang kualitas produknya bagus. Atau untuk perbaikan bila memang kualitas produk ada yang harus diperbaiki. Termasuk urusan pelayanan. Dengan begitu, seller bisa evaluasi kekurangan dan menjadi lebih baik. Oke, balik ke review produk Brightly

Perjalanan Panjang Berburu Face Care Lokal yang Cocok untuk Wajah

Akhirnya ketemu jodoh face care | foto: Efa Butar butar Bicara tentang kesehatan wajah, aku rasa semua orang sepakat bahwa mencari face care sama seperti mencari jodoh. Pelan-pelan, hati-hati, teliti, gagal, coba lagi. Yaaa, gampang-gampang susah. Gampang, karena ada banyak sekali rekomendasi face care di luar sana. Mulai dari harganya yang murah sampai bikin heran saking murahnya, hingga yang harganya tak terjangkau oleh gaji UMR karyawan. Susahnya ya itu, banyak yang palsu. Dan personally , sebelum aku memutuskan untuk memilih produk face care , perjalanannya memang panjang. Karena taruhannya kulit wajah, salah satu anggota tubuh yang pertama sekali mencuri perhatian ketika bertemu dengan seseorang. Jadi ya memang super selektif. Aku ngga mau juga asal pilih hingga akhirnyaa , mengorbankan kulit wajahku. Untukku pribadi, perjalanan panjang itu mencakup juga beberapa pertimbangan seperti di bawah ini: Tentu saja yang terutama, produknya ASLI! Harga Kandungan pada face care M

Pardi Solusi Cara Baru Hemat Energi dan Selamatkan Bumi

Headline IPCC - Code Red for Humanity| Foto: theguardian.com IPCC ( Intergovernmental Panel Climate Change ), sebuah komunitas ilmuwan yang didirikan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa yang setiap tahun mengeluarkan laporan ilmiah untuk memperingatkan manusia tentang keadaan bumi dan krisis iklim. Terbaru oleh IPCC melaporkan dengan mengangkat headline ” Code Red for Humanity ” Atau ” Kode Merah untuk Kemanusiaan ” judul lain yang diangkat oleh mereka adalah ” Global Climate Crisis: Inevitible, Unprecedented and Irreversible ”. Headline ini merupakan laporan terbaru kondisi bumi dan iklim dari IPCC yang menarik perhatian banyak orang. Pasalnya, kata Irreversible dalam headline tersebut yang merujuk pada bumi kita, sangat penting untuk digarisbawahi. Ini artinya, saat kita tiba di satu titik, kita tidak akan bisa kembali lagi. Secara gamblang, kalimat tersebut diartikan juga, bila kondisi dan suhu bumi kita tak kunjung membaik, maka kita – manusia – yang akan kesulitan sendiri. Mulai d

Enam Langkah Mudah Posting Foto Lewat Instagram Web

Fitur posting foto lewat Instagram Web | Foto: Tangkap layar profile pribadi lewat Instagram Web Baru ngeh dong, kalau sekarang bisa posting foto lewat Instagram Web. Hiaaa, senengnya! Aku ngga tau kapan fitur ini resmi diluncurkan, yang jelas aku baru tau sore ini. Wkwkkw. Sebetulnya fitur ini udah lama banget aku tunggu-tunggu. Karena beberapa alasan: Dulu, selama WFO, waktu dominan habis di depan laptop atau komputer. Di jam-jam kosong , tentu ada keinginan untuk buka media sosial, salah satunya Instagram. Dari dulu sih Instagram Web ini sudah bisa diakses, tapi ya, fitur yang tersedia baru sekedar like, komen dan share  seingatku. Jadi sewaktu-waktu ada konten yang menarik untuk dipost, ya harus ngambil HP dulu mau ngga mau. Dan publish  lewat aplikasi. Dan menurutku, dari sisi sebagai pengguna, ini ngga efisien karena toh  sama-sama pegang gadget. Ngga tau kalau dari pertimbangannya Mark dkk. Heheh Ngga dua kali kerja. Maksudnya begini, kadang temen berbagi foto liburan lewat WA,

Bumi Kian Panas, Kode Merah Bagi Kemanusiaan

Gelombang panas di India Di permukiman padat penduduk, gelombang panas semakin terasa. Rumah tinggal yang sempit dan tidak adanya sirkulasi udara membuat panas semakin tak tertahankan. Seorang anak bahkan mengalami infeksi kulit yang muncul akibat panas. Seorang ibu di sana bersuara, bahwa malam hari malah terasa lebih panas sehingga menyulitkan mereka tidur meski sebetulnya mereka tidur di luar ruangan.  Sebagai solusi menghadapi gelombang panas, beberapa hal yang mereka lakukan adalah: Memaksimalkan penggunaan es batu Lewat saran dari sebuah yayasan, mereka juga mengecat atap rumah dengan menggunakan cat warna putih dengan harapan panas akan terpantul kembali Mengipasi diri sepanjang hari Ya, warga India, tepatnya di Ahmedabad, hidup dalam suhu 42-45°C. Sementara itu, bulan Juli lalu di Death Valley, Amerika Serikat, pecahkan rekor tempat terpanas di Bumi dengan suhu 130° Fahrenheit atau setara dengan 54,4° Celcius. Angka ini hampir mendekati rekor yang pernah tercipta di lokasi yang

Tak Lagi Bikin Bingung, Danone Bantu Orangtua Bedakan Gejala Alergi Saluran Cerna dan Gangguan Saluran Cerna Fungsional

Dalam kegiatan sehari-hari, acara perkumpulan yang melibatkan makanan kerap terjadi. Dan memang, tidak bisa dipungkiri, makan adalah cara yang menarik untuk berkumpul lalu saling bercerita setelahnya.  Tentang makan ini, bagi orang dewasa, adalah hal yang mudah untuk mengungkapkan makanan apa yang disukai, tidak disukai, yang membahayakan bagi kondisi tubuh, yang sedang dibutuhkan tubuh, sampai makanan apa yang membuat alergi hingga harus dihindari.  Yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana ya dengan anak kecil? Bagaimana cara mereka mengomunikasikan tentang hal-hal tersebut? Bagaimana anak tahu makanan apa yang menjadi alergen atau penyebab alergi bagi tubuhnya? Padahal, sebagai salah satu makhluk kecil yang menggemaskan, anak kerap disajikan berbagai makanan oleh orang tua dan orang dewasa lain yang ada di sekelilingnya.  Salah-salah memberi makanan alergen pada anak dapat berpotensi mengancam keselamatan anak tersebut. Untuk itu, orang tua memang harus stand by 24 jam awas pada anak.

Persiapan Memasuki Dunia Pernikahan Dimulai dari Diri Sendiri

Ilustrasi pernikahan | Sumber foto: Freepik Beberapa bulan terakhir, orang tua kian gencar memintaku agar lekas-lekas menikah. Cara penyampaiannya sebetulnya baik-baik saja, namun tidak bisa dipungkiri, permintaan ini cukup menganggu. Padahal, belum lama juga kusampaikan bahwa hubunganku yang telah berjalan selama 7 tahun baru saja kandas.  Ada perasaan duka karena tidak bisa segera memberikan apa yang Beliau pinta, pun luka karena aku harus kembali mengingat hubungan yang telah berakhir itu, ditambah pula tekanan sekaligus fakta bahwa aku harus kembali memulai pencarian calon pasangan hidup. Kalau kata Pertamina " Dimulai dari 0, ya " Memang, di umur yang tak lagi muda-muda amat ini, bukan hal yang mustahil memulai kembali sebuah hubungan, tapi ya, ada semacam trauma dan ketakutan akan bayang-bayang kegagalan yang mungkin terulang di kemudian hari. Meski sebetulnya, persentase gagal dan berhasilnya itu sama 50% - 50% Males  juga saling mengenal lagi dari 0. Beradaptasi kemba