Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Kolaborasi Apik untuk Para Perempuan Energik

Mitra Mikro Bisnis Aqua Home Service (AHS) Bertahan Melawan Pandemi Selama pandemi, tidak satu dua kali aku mendapatkan penawaran makanan dari teman-teman seangkatan, beberapa juga dari teman yang sebetulnya ngga kenal-kenal amat tapi saling tahu nama dan pernah berjumpa satu dua kali. Kata mereka, coba dulu mau ngga? Ngga mahal kok. Saat kutanya kenapa jadi berjualan, ada beberapa alasan yang kuterima:   Dirumahkan, jadi harus cari kegiatan lain biar ngga bosan. Cari kerjaan belum dapet-dapet Di PHK, apa saja demi bisa bertahan hidup harus dilakukan, yang penting halal Tambahan penghasilan, khawatir perusahaan memutuskan orang lain di PHK, dan dirinya kena. Macam-macam. Namun dari alasan-alasan ini, aku bisa menarik kesimpulan bahwa ada kekhawatiran-kekhawatiran yang harus diselesaikan untuk bertahan melawan pandemi. Tau ngga sih? Untuk memulai usaha itu bukan hal yang mudah. Aku pun pernah mengulas hal ini di Kompasiana. Butuh effort , butuh keberanian. Di balik itu, butuh

Program GESID Persembahan dari Danone untuk Remaja Indonesia

   Remaja merupakan calon pemimpin yang akan membentuk masa depan Indonesia. Di luar sana, ada banyak edukasi seputar bayi, 1000 HPK, mengatasi anak yang susah makan, sampai informasi-informasi penting yang harus diketahui oleh orang tua baru untuk menangani kehidupan menjadi seorang Ibu. Sayangnya, belum banyak edukasi yang menyasar kehidupan remaja. Kelompok usia remaja didefenisikan sebagai kelompok usia 10-24 tahun yang saat ini jumlahnya cukup besar. Berdasarkan data BPS, SUPAS tahun 2015, ada sebanyak 61.484.630 jiwa usia remaja yang setara dengan 25,63%. Mengingat potensi tersebut dan menimbang bahwa remaja adalah penerus bangsa, maka  program peningkatan kesadaran remaja untuk hidup lebih sehat dan berkualitas menjadi kegiatan yang sangat penting . Oleh karena itu Danone Indonesia menginisiasi program untuk remaja yang dikenal dengan Program GESID (Generasi Sehat Indonesia). Program yang dibangun bersama FEMA IPB ini memberikan  edukasi gizi dan kesehatan  remaja   baik usia  u

Yang Dikorbankan dan Modal untuk Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

Ilustrasi: https://www.ibelieve.com/  Yang namanya zona nyaman, emang enak banget ya.  Ngga ada tantangan, ngga ada rintangan, ngga ada isak tangis perjuangan. Hidupnya lempeng aja, gitu. Tapi perlu diingat, bahwa zona nyaman itu ngga akan membawa kamu ke sebuah perkembangan yang baik. Itulah alasannya banyak orang yang menembus zona nyamannya, keluar dari rasa nyamannya dan mencari jati dirinya sendiri.  Jika kelak akan bertemu, kamu akan bersyukur, Jika ternyata belum, kamu akan bertumbuh dan menjadi pribadi yang lebih tangguh lagi dari sebelumnya.  Kamu punya mimpi tapi masih tetap di zona nyamanmu? Bangun deh , ngga akan dapet itu mimpinya.  Kamu punya mimpi dan sekarang dalam perjalanan menuju ke sana meski jatuh, bangun, suka, duka, keuangan kritis tapi jalan terus?  Tosss ! Kita sama! Semoga Tuhan dan semesta melihat perjuangan kita dan berkenan mendekatkan setiap impian kita sesegera mungkin.  Kalah, gagal, ya biasa. Yang penting, jangan sampai berhenti ya! Sekali lagi, che

5 Cara Hidup Sebagai “More Than a Woman” Ala Perempuan-perempuan Hebat

Ilustrasi: Tangkap layar webinar Pergeseran Makna “Pekerjaan Berat” “Ngga usah kali. Ini bukan kerjaan perempuan. Biar gue aja.” Kira-kira seperti itu yang kerap terdengar dari laki-laki ketika perempuan dan laki-laki berada di satu tempat yang sama dan dihadapkan dengan satu pekerjaan yang dianggap cukup berat. Sebetulnya, jika bisa bicara jujur, defenisi pekerjaan berat itu sekarang luas ya. Ambigu pula. Sederhananya begini, salah satu contoh pekerjaan yang membutuhkan otot. Dulu mengangkat galon berisi air dianggap susah serta memberatkan perempuan. Sebisa mungkin, biar laki-laki saja yang menyelesaikan itu. Sekarang? Coba lihat perempuan-perempuan perantau yang tinggal sendirian, galon berisi mahhh, enteng lah! Lalu bicara dalam urusan pekerjaan yang menguras energi, mental, otak dalam kepemimpinan, Ibu Megawati Soekarnoputri bahkan sudah pernah memimpin bangsa Indonesia usai resmi terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2001-2004. Kalau mau bahas   kepemimpinan t

Cara Sederhana Menjaga Gizi Seimbang Anak Selama di Rumah Aja

  Sumber foto: Danone Sabtu lalu, seorang anak kecil menangis merengek-rengek di depan gerbang rumahnya. Pasalnya, sang ayah akan berangkat ke suatu tempat dan anak tersebut tidak ikut serta. Tentu banyak hal yang menjadi pertimbangan ayahnya, salah satu adalah demi kesehatan dan keselamatan anaknya mengingat saat ini kondisi bumi masih sedang tidak baik. “Papa boleh pergi, kok Nabil ngga?” Begitu salah satu teriakan yang kudengar di sela-sela tangisannya. Mirip sebuah protes karena sudah terlalu lama di rumah saja, ngga kemana-mana, sementara saat sang ayah boleh keluar, anak tersebut masih harus tetap di rumah. Sebuah perasaan tidak adil ala anak kecil yang belum terlalu paham dengan apa yang sedang terjadi di luar sana saat ini. Pandemic dan Tantangannya 7 bulan lebih, usai pemerintah Indonesia mengumumkan secara resmi bahwa ada warga yang positif terkena Covid-19, rasanya semua berjalan begitu cepat sekaligus membosankan. Apalagi dengan dikumandangkannya lockdown yang membu

Rewards yang Menarik dan Meluruskan Pendapat Orang Tentang Bisnis Oriflame

Berkaca dari banyaknya pemecatan selama pandemic, entah kenapa rasanya perasaan waspada tiba-tiba menyelinap dalam dada. Hari ini mungkin mereka. Bagaimana dengan besok? Lusa? Dan selanjutnya? Jika perusahaan tempatku bekerja tak lagi bernyawa , bagaimana aku bertahan di ibukota? Tabungan sih ada, tapi sampai berapa lama? Apakah sebelum tabungan habis, aku akan kembali mendapatkan pekerjaan? Apakah semua akan baik-baik saja? Maksudku dari sisi ekonomi. Sebetulnya, beberapa bulan terakhir, ada satu akun yang menurutku cukup menarik. Pemilik akun tersebut bercerita tentang beragam kebaikan yang diterimanya dari sebuah perusahaan MLM yang tahun 2012 atau 2013 lalu, aku pernah tergabung di dalamnya. Sayang, kami beda nasib. Hahhaha. Aku melihat sendiri barang apa saja yang diterimanya sebagai rewards , berapa penghasilan yang diterima dari bulan ke bulan yang memang naik terus. Aku melihatnya sibuk ngajakin orang sana sini untuk bergabung dan dibantu olehnya untuk mendapatkan berag

Tentang Alergi dan Hal-hal yang Penting untuk Kita Ketahui

Bergabung dengan komunitas pecinta kuliner di Kompasiana, menjadi hal yang sangat menyenangkan bagiku. Setiap kali bertemu, pembicaraan kami tak jauh-jauh dari urusan makanan. Untuk pertemuan selanjutnyapun, kami sering survey terlebih dahulu, tempat apa dan jenis makanan yang bagaimana nih yang harus kami pilih sekaligus bisa dinikmati. Biasanya sih, masing-masing kasih opsi. Lalu tinggal pilih dan sepakat. Sampai akhirnya satu ketika, kami kesulitan untuk sepakat karena ketidakcocokan jenis makanan. Kami memilih restoran seafood dan kebetulan, salah satu admin alergi terhadap makanan tersebut. Menurutnya, mengonsumsi Seafood akan mengakibatkan bibirnya bengkak atau istilah beken nya adalah dower. Tak ingin hal tersebut terjadi, kami memutuskan untuk tidak ke restoran tersebut. Alih-alih seseruan, mungkin kami akan berhadapan dengan salah satu admin yang kesakitan karena timbulnya alergi dari seafood tersebut. Lalu, jika kamu pernah menonton drama korea The K2, di salah

Tenang Dalam Kemasan 162MB Kumparan

Ilustrasi: Tangkap layar aplikasi Kumparan Beberapa waktu lalu, meski sudah berada dalam Group “Teman Kumparan Woman 3”, seorang member masih saja mengirimkan berita hoax terkait pengobatan Covid-19 yang oleh para ahli saja belum berhasil ditemukan. Dalam informasi tersebut disampaikan bahwa Corona kalah dengan garam dapur, yang jelas adalah informasi salah. Beruntungnya Kumkum – sebutan Admin Teman Kumparan Woman 3 – dengan sigap menutup alur diskusi dan tak ada satupun yang merespon informasi tersebut. Di tengah kondisi seperti ini, informasi aktual dan akurat memang menjadi kebutuhan. Jangan sampai “katanya-katanya” jadi konsumsi awam dan apes nya malah diterapkan. Itu sebabnya, saring sebelum sharing penting sekali dilakukan dalam mengonsumsi berita di berbagai media. Berbicara tentang informasi di tengah pandemi, banyak hal yang sewajarnya harus diikuti agar tetap update dan mawas diri. Setidaknya berikut adalah beberapa topik yang saya ikuti sehari-hari: Informasi pr

Berbagi Resep Masakan

Foto: Ester Hutabarat *Artikel ini disertakan dalam 30 hari lomba menulis untuk perayaan 1 tahun anabutarbutar.com Penulis: Ester Hutabarat Memasak sebenarnya bukanlah hobi yang kusukai, karena dari Ibu sendiri pun tidak berbakat memasak, jadi karena dia tidak pandai memasak, kami anak-anaknya tidak menuntut banyak darinya untuk dimasakkan apa. Apa saja yang dia masak, kami selalu menyatapnya dengan senang. Karena kami berfikir, sudah dimasakkan saja sudah bersyukur. Ibuku tetaplah yang terbaik, walaupun tidak pandai memasak seperti ibu yang lainnya. Namun aku percaya setiap apa yang dimasak pasti dibuat penuh dengan rasa cinta. Perempuan yang tidak pandai memasak, tetaplah perempuan yang luar biasa , karena dibalik dia tidak bisa masak, pasti ada kelebihan lain yang dia punya. Aku adalah salah satu perempuan yang tidak pandai dalam urusan masak, tapi setidaknya ada yang bisa ku buat untuk keluarga yang kuolah sendiri melalui tangan ku yaitu sup ikan salmon. Menu ini adalah temasu