Dipertanyakan hingga Diagung-agungkan, Blogger itu Sebenarnya Apaan?

Jelajah berbagai tempat berkat ngeblog | Foto: Dokpri

Kesibukan menjadi seorang Blogger rupanya belum terlalu familiar di telinga sejumlah orang. 

Bila kembali menilik ke DM Instagram, ada sejumlah pertanyaan di sana yang bertanya "Kakak kerjanya apa sih?" Atau, "Kok bisa sih dapat ini itu, merasakan ini itu?" Kala beberapa followers melihatku terlibat dalam projek instansi yang mungkin terlihat menarik di mata mereka. 

Ada yang blak-blakan melemparkan kalimat bernada sindiran "Nyari gratisan aja kok bangga". Hal ini bahkan pernah kurasa di kantor sendiri. Di sana, oleh salah satu karyawan yang sebetulnya ngga punya pengaruh apa-apa, menjuluki blogger sebagai "Bounty hunter". 

Meski demikian, si bodoh itu kerap pula menjilat ludah sendiri dan turut menikmati sejumlah hadiah yang kudapat dari hasil tulisan, voucher makanan misalnya. 

Namun, tak sedikit juga yang memuji. Mengaku kagum dan berharap agar aku berkenan berbagi edukasi untuk mereka bisa merasakan hal yang sama dengan yang aku lakukan. 

Apakah aku mau berbagi ilmu seputar Blogger?

Tentu! Sayangnya, mereka yang meminta untuk diajari, biasanya hanya mentok anget anget tahi ayam alias rajin di awal doang. Sisanya mah ngga dikerjain. Apalagi kalau dikasih challenge untuk mengerjakan yang sudah diedukasi. Jangankan sampai menghasilkan artikel, sudah diajarin cara daftar jadi blogger secara runutpun, kadang tak dilakukan juga. 

Itulah kenapa, sekarang aku lebih sering abai pada mereka yang sibuk minta diajarin, tapi tak mau ngelakuin. Hehe. 

Blogger, dipertanyakan hingga diagung-agungkan

Begitulah kehidupan Blogger, tak sedikit yang mempertanyakan pekerjaan, mengira-ngira apakah bisa bertahan, dikagumi hingga dibangga-banggakan. 

Sama sebetulnya dengan berbagai profesi lain di luar sana. Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa profesi sebagai Dokter adalah pekerjaan keren nan mulia, namun tak sedikit juga yang bilang bahwa jadi Dokter itu seram dan menakutkan karena harus berurusan dengan darah dan sejumlah penyakit berbahaya. 

Orang bilang menjadi TNI keren karena punya seragam, berbadan tinggi, tegap serta bertugas menjaga sebuah negara. Tak sedikit pula yang saling mengingatkan untuk menghindari pekerjaan ini karena tanggungjawabnya yang besar untuk menjaga negara.

Bila pekerjaan lainnya kerap malang melintang di telinga banyak orang, beda dengan Blogger. 

Nama ini belum terlalu banyak yang mengenali sampai membuat berbagai kalimat simpang siur merendahkan meski ada juga yang terlalu memuji. 

Kenalan dengan Blogger, yuk!

Namun, benarkah Blogger seperti kata rekan kerjaku, yaitu si "Bounty hunter" yang doyannya produk gratisan?

Benarkah Blogger sekeren yang orang-orang bilang?

Biar ngga banyak simpang siur, gimana kalau kita langsung kenalan aja dengan profesi yang belakangan kian banyak diminati ini?

Secara harfiah, Blogger itu adalah layanan penerbitan blog yang menerima blog multi-pengguna dengan entri bertanda waktu. Layanan ini dikembangkan oleh Pyra Labs, sampai akhirnya dibeli oleh Google pada tahun 2003 lalu diselenggarakan oleh Google dan umumya diakses dari subdomain "blogspot.com"

Nah, pengguna subdomain tersebut dikenal juga dengan nama Blogger, yaitu orang yang melakukan kegiatan blogging atau tulis menulis dengan menggunakan berbagai platform blog. Bisa Blogspot, bisa Wordpress, blog detik dan lain-lain. 

Sejauh ini, aku juga menggunakan Kompasiana sejak tahun 2013. Belakangan makin banyak platform yang dapat dimanfaatkan untuk menulis. Sebut saja IDN, Kumparan, Retizen, Hipwee, dan lain sebagainya. Tergantung kamu saja nyamannya dimana. 

Apa sih tanggungjawab Blogger?

Kalau dibilang tanggungjawab sebetunya tergantung tujuan ngeblog sih. 

Ada orang yang bikin blog khusus untuk ngeluarin uneg-uneg. Konon, menulis dan bercerita adalah salah satu cara release beban biar ngga bikin stress. 

Kalau tujuannya untuk curhat bisa dibilang pemilik blog ngga ada tanggungjawab di sana. Hanya sekedar menulis untuk menenangkan hati dan pikiran saja. Menulis sebisa dan sesempatnya. 

Biasanya pemilk blog akan bersembunyi di belakang akun anonim. Biar ceritanya aman meski jadi konsumsi publik. Namun ada juga yang berani menggunakan nama sendiri. 

Yaaa, siapa tahu, justru caranya bercerita di blog malah jadi pembuka jalan bahagia. Entah karena ceritanya menarik kemudian diangkat menjadi sebuah novel atau film, atau jadi jembatan untuk mempertemukan penulis dengan kebahagiaannya yang lain. 

Tapi kalau tujuan dibalik hadirnya sebuah blog adalah untuk menghasilkan, artinya kita bicara soal tanggungjawab besar yang harus diselesaikan dengan disiplin, teliti, dan tepat waktu. 

Lalu, apa saja tanggungjawabnya?

Banyak! Mulai dari menghadiri event dari sebuah perusahaan yang memberikan undangan, mendengar serta mencermati edukasi yang disampaikan pemateri, merangkum materi selama event menjadi sebuah tulisan menarik dan ringan untuk dibaca. 

Tak melulu harus hadir dalam acara, Blogger juga kadang "dihadiahi" Press Release untuk diracik menjadi tulisan santai. 

Berbeda dengan berita, memang, Blogger diajak untuk menghasilkan tulisan sederhana tanpa mengurangi pesan yang ingin disampaikan agar tulisan lebih mudah dipahami pembaca. 

Lewat event tersebut, kadang Blogger diberi privillege untuk merasakan produk terbaru terlebih dahulu sebelum dilaunching

Nyobain produk tas sebelum dilaunching | Foto: Dokpri

Penggunaan produk tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan di dalam artikel apa saja keunggulannya, dan mengapa calon pengguna harus mencobanya. Aktivitas ini kita kenal juga dengan istilah review produk. 

Dari aktivitas inilah kemudian Blogger mendapatkan penghasilan.

Jadi, apakah benar seorang Blogger adalah bounty hunter?

Tidak! Kita punya tanggungjawab besar atas setiap produk yang kita terima. Nantinya, di akhir masa kerjasama, Blogger juga kudu kirim laporan performa tulisan kepada perusahaan sebagai penilaian sebanyak apa tulisan tersebut diminati pembaca dan pengaruhnya terhadap brand. 

Berbeda dengan bounty hunter yang biasanya hanya sebatas berburu hadiah saja dan tidak memiliki tanggungjawab apapun setelah hadiah diterima. 

Tapi please garis bawahi, mau kalian jadi pemburu kuis atau pemburu hadiah sekalipun, kalau bijak dan punya trik sendiri sampai bisa menang berkali-kali, itu juga prestasi. Ngga usah malu atau takut dikatain sama orang lain, ya!

Aku selalu percaya pekerjaan apapun selama halal dan tak membahayakan atau merugikan orang lain serta bisa bikin perut kenyang, itu adalah pekerjaan mulia. 

Lalu, benarkah Blogger seseru yang dilihat orang?

Yap! Bagiku, menjadi seorang Blogger super menyenangkan!

Mungkin bila dilist, kebahagiaan yang kudapat dari hasil menulis jauh lebih banyak dibandingkan pekerjaan utama di kantor. Hahaha. 

Kebahagiaan yang kumaksud tak melulu soal Rupiah ya, meski dalam dunia Blogging, tambahan penghasilan memang cukup lumayan. Bila diseriusin, ya hasilnya bisa lebih banyak lagi. 

Bertemu dengan tokoh-tokoh penting dan para artis, jaringan yang terus bertambah banyak, privillege menikmati produk-produk baru, banyaknya materi lintas bidang yang bisa dipahami, hingga kesempatan bepergian jauh tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Bahkan menghasilkan. 

Tapi memang tanggungjawabnya juga tak kalah seru. 

Karena produk dipercayakan di tangan seorang Blogger, maka Blogger harus memiliki kreativitas untuk menghasilkan tulisan dan visual yang menarik untuk menyampaikan pesan iklan produk ke pembaca. 

Dan menghasilkan konten visual seperti foto dan video bagi sejumlah Blogger yang terbiasa menulis cukup menantang. Banyak juga yang berhenti di tengah jalan. Jadi memang, ngga mudah jadi Blogger. 

Kemudian kita tiba di akhir pertanyaan, benarkah bisa bertahan hidup hanya dengan menjadi seorang Blogger?

Perjalanan menjadi seorang Blogger dengan portofolio yang kuat bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu yang panjang dan konsistensi untuk branding diri. 

Blogger yang memiliki portofolio yang bagus, ya tentu saja bisa bertahan sebab kadang tanpa mendaftar sekalipun, Blogger ini kerap mendapatkan undangan acara. 

Blogger juga kadang bisa berjalan mulus memasuki berbagai bidang pekerjaan digital lainnya yang sejalan dengan menulis seperti Copy Writer dan Content Writer yang akan membuka jalan rezeki lebih luas lagi karena kedua profesi ini bisa pula dilakukan secara daring. 

Namun bagi yang baru saja memulai terjun di dunia blogging, ya, menjadi blogger memang menyenangkan dan bisa memberikan penghasilan. Namun akan jauh lebih bijak bila memanfaatkan profesi ini sebagai sampingan dan memiliki pekerjaan utama yang lebih stabil sampai portofoliomu sebagai Blogger benar-benar kuat dan jaringan yang super luas. 

Comments