Dari Mengenal Dunia Usaha Hingga Meracik Kata Lewat Copy Writing dan Story Telling

Belajar dunia usaha bareng Rahina, Dini Fitria dan ISB Indonesia | Foto: Dokpri diolah dengan Canva

Setelah menunggu hampir seminggu, teriakan paket terdengar cukup nyaring dari depan pagar rumah. 

Sedikit buru-buru, produk yang dikemas dengan sangat rapi itu pun kubuka. Rasanya cukup mendebarkan tapi juga menyenangkan. 

Ini kali pertama aku mendapat produk seperti ini, produk hijab segi empat panjang dari Rahina Indonesia. 

Wajar saja, sebab aku berasal dari agama berbeda yang tak menggunakannya.

Rahina, hadirkan produk multifungsi untuk perempuan Indonesia

Hijab Rahina, untuk perempuan Indonesia lintas agama | Foto: Dokpri diolah dengan Canva

Berukuran 2x1m, Rahina hadirkan hijab segi empat modern berbahan premium dan halus di tangan sehingga memberi rasa nyaman saat digunakan. 

Ya, aku menggunakannya. Bukan sebagai hijab, namun lebih ke aksesoris pelengkap OOTD dalam aktivitas sehari-hari, terutama di musim hujan begini.  

Menjadi seorang pelanggan yang datang dari agama berbeda, menurutku, Rahina terbilang berhasil menelurkan produk multifungsi yang dapat digunakan perempuan Indonesia lintas agama. 

Ikut Bisnis Webinar yang Digawangi Komunitas ISB

Rahina Indonesia merupakan sebuah brand hijab yang berdiri tahun 2016 tepatnya di Bandung. 

Setelah memantabkan diri untuk berhijab, Tina Dwi Nuryanti S.Pi. selaku CEO Rahina kemudian memutuskan mencari hijab untuk dikenakannya saat beraktivitas sehari-hari. Ternyata mencari hijab nyaman dan menyerap keringat bukanlah urusan yang mudah baginya kala itu. 

Kendala ini pulalah yang jadi akar masalah sekaligus ide briliant bagi Tina untuk menghadirkan Rahina di tengah-tengah perempuan Muslim Indonesia. Meski kini dikenal jadi salah satu produk hijab unggulan perempuan Indonesia, ternyata Tina dan sang suami juga punya cerita suka duka di balik kesuksesannya yang kemudian dibagikannya dalam Bisnis Webinar yang digawangi oleh Komunitas ISB.

Dimoderatori oleh Ka Ani Berta selaku Founder Komunitas ISB, Tina tak sendiri. Turut pula hadir Mba Dini Fitria yang memberikan edukasi teknik copy writing dan story telling untuk bisnis. 

Dari mengenal dunia usaha lewat Rahina Indonesia hingga meracik kata lewat copy writing dan story telling

Diantara sejumlah brand hijab baru yang terus bermunculan, Rahina malah melejit tak karuan dan kian digandrungi para perempuan. Ini mungkin akan menimbulkan pertanyaan "kok bisa, sih?"

Bisa! Mba Tina menyebutkan, Rahina dilahirkan tak sembarangan. Bermula dari permasalahan urusan mencari hijab yang sesuai dengan kebutuhannya, lalu dikenakan sendiri selaku perempuan aktif dan bekerja yang juga memerlukan fashion premium dengan design yang unik. Hingga akhirnya timbullah sebuah ide untuk memberdayakan para perempuan yang ingin mempunyai penghasilan tambahan atau bagi dirinya sendiri lewat kehadiran Rahina ini. 

Bukan tanpa alasan kenapa hingga kini Rahina terus bersinar, value atau nilai yang diusungnya menjadi kekuatan yang membuat pembeli merasa menyatu dan membutuhkan produk ini. 

Menghadirkan hijab premium dengan design unik dan elegant, Rahina mempersembahkan produknya untuk perempuan Indonesia "Woman with no boundaries", perempuan tanpa batas. 

Selain berbahan premium, setiap perempuan aktif, pekerja, mandiri, tangguh disajikan pula dengan inspirasi di balik setiap hijabnya, entah itu sebuah cerita atau sosok perempuan tangguh, hebat, dan cerdas baik dalam maupun luar negeri. 

Sheica Signature Series misalnya.  Hijab ini mengusung value Strong Humble Elegant Intellectual Clever Adorable yang terinspirasi dari bunga dan kupu – kupu yaitu ketika perempuan mampu menemukan cahaya dari kegelapan yang menyelimuti seperti hadirnya kupu-kupu yang keluar dari kepompong dan bersimpuh dalam kesakitan hingga akhirnya menunjukkan keindahan kepada dunia dengan percaya diri dan begitu menawan.

"The beauty of a woman is not in a facial mole, but true beauty in a woman is reflected in her soul. It is the caring that she lovingly gives, the passion that she knows."

Sejalan dengan itu, Mba Dini Fitria mengamini pula, bahwa cerita sangat dibutuhkan dalam setiap tulisan khususnya bila ditujukan untuk bisnis. 

Copy writing adalah sebuah seni berkomunikasi dan mengajak sedangkan story telling adalah seni menghasilkan tulisan. Perpaduan keduanya tentu akan sangat membantu membawa bisnis ke puncak penjualan selama dilakukan dengan benar. 

Untuk itu, Mba Dini turut pula memberikan sejumlah edukasi terkait kiat-kiat copy writing dan story telling untuk membantu para blogger yang terlibat dalam menjalankan usahanya atau menjadi jembatan penyampai edukasi kepada pelaku-pelaku usaha di luar sana. 

Kembali kepada persoalan cerita. Masih menurut Mba Dini, story telling dalam copy writing merupakan teknik penyampaian informasi dengan memasukkan unsur cerita yang membangkitkan sisi emotional tanpa membuat orang merasa terintimidasi. 

Cerita dengan alur yang bertutur dan mengalir akan membuat orang fokus pada pesan dan makna yang disampaikan. Story telling dalam copy writing ini bukan sekedar seni menulis namun juga harus bisa membangkitkan rasa lewat pesan dan makna hingga membuat pembaca memutuskan untuk melakukan aksi. 

Lalu bagaimana caranya?

Untuk menghasilkan story telling dalam copy writing, sebaiknya ketahui terlebih dahulu mindset dari copywriting, yakni:

  • Apa produk dan tujuan iklan (purpose)
  • Siapa audience? (Positioning)
  • Bagaimana masalah audiencenya? (Problem solving)
  • Mengapa produk perlu diiklankan? (Context)
  • Kapan produk diiklankan? (Momentum)
  • Dimana copy akan disebar? (Media)

Setelah mengetahui mindset copywriting, kita kemudian bisa beralih ke kerangka membuat copy writing story telling. 

Siapkan opening / headline, problem / konflik, lalu clossing atau how to atau kerap dikenal juga dengan istilah call to action

Susunlah copy writing dengan cara yang

  • Simple
  • Unik dan beda dengan menggunakan gaya dan warna sendiri
  • Runtut alurnya
  • Part yang ideal, serta
  • Jangan lupa untuk melakukan improvisasi/diksi

Tak bisa pula asal, untuk membawa copy writing story telling yang tepat ke depan audience, dibutuhkan pula sejumlah teknik, seperti:

  • The mountain / menanyakan sesuai
Dalam tahapan ini, kamu perlu menghadirkan karakter konten panjang, pengenalan karakter, konflik, puncak dan diakhiri dengan solusi, siapkan pula akun FB dan IG, lalu masukkan produk baru. 

  • False start / cerita mengenai kesalahan orang lain

Di tahapan ini, kamu bisa menyusun cerita mengenai pengalaman seseorang, cara memperbaiki seseorang, atau cerita bagaimana mengubah perspektif terhadap produk tertentu

  • Monomyth / pengalaman pribadi / kisah pahlawan

Dalam tahap ini, kamu bisa bercerita tentang hero's journey dan happy ending sebuah cerita

  • Sparklines / Emotional Story

Dalam tahapan sparklines, jangan lupa untuk munculkan sisi emosional seperti perbedaan, harapan, langkah dan solusi. 

Bila langkah dan tahapan di atas sudah kita lakukan, maka kembangkan seluruh kerangka menjadi copy writing story telling. 

Mungkin di awal-awal pembelajaran rasanya akan sangat tidak nyaman membuat kerangka lalu mengembangkan story telling copy writing ini. Butuh belajar berkali-kali sampai benar-benar memahami. 

Ngga apa-apa, coba saja terus, berproses saja terus. Selama mau belajar, segalanya tentu jadi mudah. Jadilah perempuan aktif, tangguh dan inspiratif, yang selalu menantang zona nyaman, untuk mencapai yang terbaik.

Sebagai penutup, izinkan pula aku menyampaikan pesan dari Mba Dini

"Menulislah dengan bahagia dan berbahagialah ketika menulis"

Comments