Danone Gelar Webinar Bicara Gizi, Bantu Orangtua Optimalisasikan Perkembangan Kognitif Anak

Ilustrasi bermain dengan anak | Foto: Diolah dengan Canva

Semakin ke sini, kita semakin sadar bahwa dunia penuh dengan tantangan. Tentu saja setiap orangtua ingin anaknya mampu menghadapi persaingan dan tantangan tersebut. 

Bukan perkara yang mudah memang, namun bukan berarti pula tak bisa. Untuk mewujudkan anak yang kuat dan siap menghadapi tantangan, dibutuhkan peran orangtua untuk membekali dan menyiapkan anak sejak dini. 

"Salah satunya dengan mengoptimalkan pemberian nutrisi dan stimulasi supaya anak memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan kemampuan kognitif yang mumpuni sehingga siap menghadapi tantangan di masa depan." Ujar Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director, Danone Indonesia. 

Sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan kecukupan gizi masyarakat Indonesia, Danone terus berkomitmen mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang berkualitas dengan konsisten memperluas jangkauan edukasi serta terus melibatkan orangtua dan para stakeholder untuk membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak. 

Termasuk pelaksanaan webinar #BicaraGizi2022 yang diselenggarakan pada Rabu, 26 Oktober lalu dengan mengangkat tema "Optimalisasikan Perkembangan Kognitif Anak dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat dan Stimulasi yang Tepat."

Dalam webinar ini, Danone menghadirkan sejumlah pembicara profesional di bidangnya, seperti:

1. dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A(K) selaku Dokter spesialis anak, dan konsultan alergi imunologi

2. Ratih Ibrahim M.M., Psikolog selaku CEO & Founder personal growth senior Clinical Psychologist dan parenting expert, serta

3. Dr. dr. Ray Basrowi, MKK selaku Medical dan Scientific Affair Director Danone Indonesia

Webinar ini diharapkan dapat membantu orangtua memahami pentingnya perkembangan kognitif anak. 

"Anak itu investasi terbesar dari bangsa ini. Karena anak-anak kitalah yang nantinya akan mewarisi dan menjadi pemimpin, serta membentuk Indonesia seperti apa, di masa yang akan datang." Tutup Arif. 

Pentingnya memaksimalkan 1.000 HPK

Pada setiap pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, terdapat masa-masa emas yang akan menentukan kondisi kesehatannya di masa-masa mendatang. Masa emas tersebut dikenal juga dengan istilah 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dihitung sejak terjadinya konsepsi hingga anak mencapai usia 2 tahun. 

Perlakuan pada anak dan asupan makanan yang diberi dalam periode tersebut, akan memberikan konsekuensi yang panjang, khususnya pada kesehatan di masa yang akan datang. 

1.000 HPK kian penting sebab periode ini akan menjadi masa penentu status gizi dan perawakan anak. Selain itu. terjadi pula percepatan sel-sel otak yang akan menentukan tingkat kognitif, perilaku hingga tingkat kecerdasan anak. 

Di masa-masa yang sama, akan terjadi juga percepatan, perkembangan dan pertumbuhan sel-sel imun atau daya tahan tubuh yang akan menentukan seberapa kuat anak menghadapi patogen. 

Bicara seputar sel imun, dr. Molly menyebutkan, secara garis besar, sel pertahanan tubuh ini dibagi dua, yaitu:

1. Sistem imun alami yang merupakan pertahanan tubuh yang sudah ada sejak lahir. Ada tidaknya patogen di dalam tubuh anak, sistem imun ini akan selalu ada. Beberapa contohnya adalah kulit, bulu hidung, bulu saluran nafas, cairan dan lambung serta bulu di telinga. 

2. Ada juga sistem imun yang didapat, yakni sistem imun yang hanya akan bekerja bila ada sinyal dari sistem imun alami yang gagal bekerja secara maksimal. Sistem imun ini memiliki sifat sementara, bekerja spesifik (Sel yang tertugas untuk melawan virus dan bakteri adalah sel yang berbeda), memiliki sel memori untuk mengenali zat asing yang ada di dalam tubuh dan harus dilawan. 

"Tetapi, selain mampu melawan, ternyata sistem imun kita ini juga harus mampu mengenali mana yang lawan, mana yang kawan. Jangan sampai sel tubuh sendiri yang harusnya dilindungi, malah diserang sehingga sel tubuh itu menjadi hancur. Apabila hal ini terjadi, maka terjadilah penyakit yang dikenal dengan( nama) auto imun." Tutur dr. Molly.

Perkembangan sistem imun dan otak

Perkembangan sistem imun dan otak sudah terjadi sejak konsepsi, selama kehamilan, setelah lahir bahkan bisa berlanjut hingga dewasa. Perkembangan keduanya terjadi secara bersamaan dan saling berinteraksi.

"Dan, interaksi di antara keduanya ini, ternyata juga bisa menentukan kemampuan kognitif dan perilaku pada seseorang." Lanjut dr. Molly. 

Optimalisasi sistem imun

Orang tua penting untuk melakukan optimalisasi sistem imun pada seorang anak sejak terjadinya konsepsi. 

Adapun faktor-faktor yang berpengaruh pada perkembangan sistem imun bisa dilihat dalam skema berikut ini.

Faktor-faktor yang berpengaruh pada perkembangan sistem imun | Foto: Tangkap layar materi dr. Molly

Semakin besar ukuran hurufnya, semakin besar juga pengaruhnya terhadap perkembangan sistem imun. 

Diantara faktor-faktor di atas, Microbiotalah yang memegang pengaruh cukup tinggi terhadap sistem imun. 

Lalu apa yang bisa dilakukan?

Optimalisasi perkembangan sistem imun dan otak sudah bisa dimulai sejak masa kehamilan lewat kerjasama ibu dan ayah, dengan cara seperti berikut ini:

Masa kehamilan

  • Menjaga kebersihan diri
  • Mencegah infeksi selama kehamilan
  • Nutrisi lengkap dan seimbang
  • Menghindari stress 
  • Menghindari alkohol dan asap rokok. 

Saat melahirkan

Bila tidak ada kontraindikasi medis, maka pilihlah metode melahirkan secara normal. Hindari kelahiran sesar bila hanya ingin mendapatkan tanggal lahir cantik 

Pemberian nutrisi

Nutrisi yang paling utama dan yang paling baik sejak anak lahir adalah pemberian air susu ibu (ASI) secara ekslusif. 

ASI memiliki komposisi nutrisi makro dan mikro sempurna yang berfungsi untuk pertumbuhan sel-sel status gizinya. 

ASI juga mengandung bakteri probiotik atau microbiota komensal yang bisa membantu perkembangan sistem imun dan otak anak. Tak ketinggalan pula kehadiran prebiotik yang merupakan makanan untuk probiotik. 

ASI memberikan perlindungan terhadap infeksi dan alergi, juga akan merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi. 

Itulah kenapa semua organisasi kesehatan di Indonesia, dunia, secara umum dan secara khusus, memberikan rekomendasi agar ASI ekslusif usia 0-6 bulan, kemudian dilanjutkan bersama makanan padat sampai usia 2 tahun atau sampai ibu dan bayi masih ingin memberikan atau mendapatkan ASI. 

Nutrisi yang baik

Bila anak sudah memasuki usia mendapatkan makanan pendamping ASI, berikanlah makanan yang lengkap dan seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi makro dan mikro anak. 

Vaksinasi

Ikatan Dokter Anak Indonesia sudah mengeluarkan jadwal imunisasi yang harus dilakukan khususnya anak-anak di bawah usia 2 tahun. 

Hindari penggunaan antibiotik yang tidak pada tempatnya 

Penggunaan antibiotik yang tidak pada tempatnya dapat mengganggu pertumbuhan atau perkembangan sistem imun anak. 

Selalu ikuti anjuran petugas kesehatan saat ingin memberikan antibiotik pada anak. 

"Karena pemberian antibiotik dan obat-obat lainnya, harus sesuai. Baik sesuai dosisnya, sesuai lamanya, dan sesuai indikasinya." Lanjut dr. Molly. 

Mengenal parameter perkembangan kognitif anak

Kognitif merupakan proses memperoleh, memahami dan memproses informasi yang diterima untuk membantu menuntun anak berpikir dan bertindak. 

Perkembangan kognitif sangat penting untuk dikenali, sebab dari semua aspek kehidupan manusia, dipengaruhi oleh perkembangan kognitif. Dan untuk mendapatkannya, investasinya dilakukan sejak di usia yang sedini mungkin. 

Perkembangan otak seorang anak sangatlah pesat sejak dilahirkan hingga nanti usia 5 tahun kecepatan perkembangan jadi lebih melambat. Usia ini disebut usia emas yang bisa diinvestasikan pada anak agar di usia dewasa, anak betul-betul bisa menjadi winning person. 

5 tahun pertama adalah usia emas untuk belajar, jendela perkembangan anak terbuka lebar, periode sensitif dan kritis serta stimulasi akan menjadi sangat penting. 

4 tahapan perkembangan menurut Piaget

1. Sensorimotor Stage (0-2 tahun)

Mulai mengerti dunia sekitar melalui sentuhan, pendengaran, dan observasi.

Ini adalah usia ketika perkembangan otak sedang luar biasanya. Bila orangtua mengoptimalkan tumbuh kembangnya, akan membantu anak masuk ke dalam tahapan perkembangan yang berikutnya, sebab ini adalah usia saat perkembangan otak anak sedang luar biasanya. 

"Jadi winning, learning periodenya, ada di usia muda ini." Jelas Ratih dalam pemaparannya. 

Proses perkembangan kognitif pada seorang anak, akan termanifestasi dalam perilaku. Umumnya, di periode ini, anak akan belajar dengan cara:

  • Menatap mata orang lain saat diajak bicara atau ingin berinteraksi
  • Mencari sumber suara
  • Mengingat satu instruksi sederhana yang diberikan 
  • Membalik halaman buku secara mandiri
  • Memilih salah satu makanan yang ingin dimakan, saat dihadapkan pada dua pilihan

2. Preoperational Stage (2-7 tahun)

Kemampuan bahasa dan imajinasi berkembang melalui bermain peran, menggambar dan menulis. Selain itu, di usia 3-5 tahun, anak juga akan belajar dengan cara:

  • Merapikan setiap mainan ke tempatnya masing-masing dengan batas waktu tertentu
  • Tertarik meniru bentuk dan mewarnai
  • Mengingat gerakan dari lagu yang pernah dilihatnya
  • Berbicara dapat dipahami oleh orang lain
  • Menyendokkan makanan sendiri dan menyuapkannya, meski terkadang berceceran

Sedangkan di usia 6-7 tahun, anak akan tiba dalam tahap pembelajara:

  • Mengingat cara mengikat sepatu sendiri
  • Menggunakan baju secara mandiri
  • Mengingat gerakan dari lagu yang pernah dilihat
  • Mulai menulis dan membaca
  • Mulai bisa menjawab pertanyaan sekarang jam berapa

3. Concrete Operational Stage (7-11 tahun)

Mulai menggunakan pemikiran logika dan penyimpulan. Di usia ini, anak telah tiba dalam tahap pembelajaran:

  • Memahami bahwa volume air tidak berubah meski dipindahkan ke wadah yang berbeda
  • Mampu melakukan operasi mental yang lebih kompleks seperti berhitung
  • Memikirkan dan mengerti kebutuhan orang lain. Contoh: Membawa selimut saat ibunya kedinginan
  • Muncul rasa tanggungjawab akan barang

4. Formal Operational Stage (12 tahun ke atas)

Mulai berpikir abstrak dan memikirkan nilai-nilai moral. Di tahap ini, anak sudah tiba dalam pembelajaran:

  • Mampu menyelesaikan soal matematika
  • Mampu berpikir menggunakan hipotesis atau pengandaian
  • Mengerti konsep bendar dan salah
  • Merasakan tekanan atau stress mengenai pekerjaan sekolah maupun pertemanan
  • Mementingkan penampilan. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi kognitif anak

Kemampuan kognitif sejak tahap pembelajaran dari sekedar mencari sumber suara hingga peduli pada ibunya yang kedinginan serta bisa mementingkan penampilan, dilakukan secara berproses tahap demi tahap.

Untuk mendapatkan kemampuan kognitif yang sempurna, diperlukan sejumlah faktor yang mempengaruhi kognitif anak, yaitu nutrisi, stimulasi, keterlibatan orang tua, serta interaksi dengan dunia sekitar. 

 8 Winning Skills Interactive Assessment

Dengan mengetahui semua informasi di atas, lalu kita tiba pada pertanyaan pamungkas. 

Lalu bagaimana mengukur perkembangan kognitif anak?

"Karena kan kita juga perlu ya mengetahui, anak kita ini levelnya ini ada di mana?" Lanjut Ratih. 

Setidaknya, ada 8 parameter perkembangan kognitif pada anak yang dihadirkan oleh Danone Indonesia:

1. Perhatian

Untuk mengarahkan perhatian terhadap satu hal tertentu dan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan

2. Fokus

Memusatkan perhatian dan minatnya terhadap satu hal dan dapat menyelesaikan tugas tanpa teralihkan

3. Daya ingat

Mengingat informasi yang diterima mengenai benda, orang dan kejadian

4. Kemampuan berbahasa

Mampu mengekspresikan atau mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya secara lisan maupun tulisan

5. Psikomotorik

Bergerak dan mengontrol gerakan tubuhnya. Motorik kasar melibatkan gerakan otot besar seperti berjalan dan berlari. Sedangkan gerakan otot kecil seperti menulis dan mewarnai

6. Logika

Berpikiran dan penilaian yang tepat dan masuk akan dan dapat mengikuti serangkaian aturan

7. Penalaran

Memahami argumen atau bukti untuk menilai atau memahami sesuatu

8. Membuat keputusan

Menentukan keputusan dari antara dua pilihan atau lebih atas kemauan sendiri

Kabar baiknya, ke 8 parameter perkembangan kognitif anak ini kemudian disusun dalam The Winning Skills Assessment Tool oleh tim Personal Growth. 

Cara menggunakan 8 Winning Skills Interactive Assessment

Memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan kognitif anak memang penting dilakukan, tapi tentu orang tua juga akan menghadapi sejumlah masalah, seperti banyaknya informasi di internet hingga kesulitan mendapatkan informasi yang dapat dipercaya. 

Ketidaksiapan orangtua dalam memberikan nutrisi, stimulasi dan sistem imun yang baik bagi anak akan berpengaruh pada kepercayaan diri orang tua dalam memberi yang terbaik untuk anak. 

Padahal menurut studi, orang tua yang percaya diri berkaitan positif dengan perkembangan kognitif anak.

Ini pulalah yang menjadi alasan di balik lahirnya The Winning Skills Assessment Tool, yaitu untuk membantu orang tua lebih mudah mendapatkan informasi terpercaya selama 24 jam 7 hari atau kapanpun mereka membutuhkannya untuk mendapatkan rasa percaya diri dalam memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. 

Selain itu, pertumbuhan anak yang terjadi begitu cepat membuat orang tua harus terus memantau tumbuh kembang tersebut dengan cepat, ketat dan akurat. 

"Mediator dan fasilitator utama dalam tumbuh kembang anak itu adalah orangtua. Nah, kami di sini, ingin memastikan supaya orang tua mendapat bantuan ngga hanya pengertian, informasi dan sumber pengetahuannya, tetapi juga ada tools." Ujar Dr. dr. Ray Basrowi dalam pemaparannya.

Tools ini dapat diakses dengan mudah dan gratis di Nutriclub dengan klik website http://mynutri.club/twl

Anda hanya cukup memilih jawaban Ya, Ragu atau Tidak dari setiap pertanyaan. Setiap aspek terdiri dari 5 pertanyaan. 

Total poin maksimal per aspek sebanyak 10. 

"Kalau anak Anda, dapatnya poinnya 0-5, artinya, jadi bukan jelek ya! Artinya, aspek kognitif anak Anda ini belum optimal. Artinya apa? Masih bisa dikembangkan dan perlu stimulasinya ditambahkan."  

Namun tak perlu khawatir, ada beberapa latihan stimulasi kognitif anak yang bisa Anda tambahkan dalam keseharian, seperti bermain puzzle, menyusun balok atau lego, bermain stop and go, membaca dongeng, dan berbelanja.

Keunggulan dari tools ini adalah komprehensif karena mencakup semua aspek penting, mudah dipahami dengan pertanyaan yang disusun dalam bahasa awam, serta mudah diakses dan gratis di nutriclub. 

Comments

  1. Bahkan mengajak si kecil berbelanja pun bisa jadi momen stimulasi belajar ya. Memiliki si kecil dalam keluarga, ada banyak sekali aspek yang perlu diperhatikan orangtua terutama urusan pemberian nutrisinya.

    ReplyDelete
  2. Pengembangan kemampuan kognitif anak itu penting ya mbak
    Tak hanya memperhatikan nutrisi saja, tetapi juga memberikan stimulasi sesuai perkembangan usia anak

    ReplyDelete
  3. Pentingnya bagi para orang tua memperhatikan perkembangan kognitif anaknya agar tumbuh kembang anak optimal

    ReplyDelete
  4. Asik ya di zaman sekarang ada tools yang memudahkan untuk mengetahui perkembangan kognitif anak. Jadi orangtua bisa tau cara memberikan stimulasinya

    ReplyDelete
  5. Penting banget ya sebagai orang tua memperhatikan perkembangan kognitif pada anak. Supaya anak bisa berkembang lebih optimal 😍

    ReplyDelete
  6. Barusan cobain toolsnya. Sangat menarik mbak. Saya jadi terbantu untuk melihat atau memantau tumbuh kembang si kecil. Alhamdulillah sejauh ini hasilnya masih baik

    ReplyDelete
  7. Webinar yang sangat membantu sekali untuk para orangtua agar tetap memperhatikan tumbuh kembang anak. Dan ternyata semua yang kita lakukan sejak 1000 hari pertama itu adalah yang terbaik untuk pertumbuhan anak yaa.. Dari mulai kemampuan kognitif hingga imunitasnya.

    Penting untuk rutin menggunakan 8 Winning Skills Interactive Assessment yang bisa diakses gratis.

    ReplyDelete
  8. seneng deh kalau banyak perusahaan yang bicara gizi ke masyarakat luas. memang hal2 kayak gini perlu banget terus diedukasi yaa karena juga semakin banyak new parents

    ReplyDelete
  9. Enak ya ada aplikasinya jadi bisa memantau langsung perkembangan anak

    ReplyDelete
  10. Saat ini jadi orangtua serba enak ya udah banyak tools untuk menjalani peran di dunia parenting, tinggal mengaplikasikannya saja sesuai kebutuhan

    ReplyDelete
  11. jadi pengen nyobain tools-nya nih buat ngecek perkembangan anak saya sudah sesuai apa belum. semoga aja sih sesuai dengan yang ditulis di atas

    ReplyDelete
  12. Insight yang bermanfaat ini biar makin peduli lagi buat memantau tumbuh kembang anak. Apalagi perkembangan kognitif anak bisa distimulasi dan dicoba juga cuss tools nya

    ReplyDelete

Post a Comment