Chathaulos, Cara Martha Simanjuntak Kenalkan Budaya Batak

Tote bag Chathaulos untuk OOTD  | Foto: Efa Butar butar 

Setiap orang memiliki kebanggaan tersendiri lahir dalam sebuah budaya atau suku. Martha Simanjuntak misalnya. Menyandang suku Batak, kecintaannya tak ditunjukkan hanya lewat kata, namun bersuara pula lewat karya. Tak tanggung-tanggung, karyanya yang berupa pakaian berbahan ulos dan tas batik batak bahkan telah mendarat hingga Wamena, tanah Papua. 

Mengenal Chathaulos

Karyanya diberi nama Chathaulos. Perpaduan nama sang suami, Charles, dan Martha yakni dirinya sendiri. Bukan tanpa sebab, nama ini dipilih karena sejumlah alasan, salah satunya adalah unik. 

"Chathaulos itu perpaduan nama suami, dan saya. Saya percaya, membangun bisnis juga sama dengan membangun rumah tangga. Saya butuh dukungan dan support dari suami. Lewat nama ini, kami berharap Chathaulo bisa menjadi berkat, misi kami mempromosikan budaya Batak hingga mancanegara bisa tercapai. Kami juga berharap nama yang kami usung jadi wadah untuk memberdayakan pengrajin, dan meningkatkan perekonomian mereka. Harapan lainnya, kehadiran Chathaulos makin membuat lebih banyak orang bangga menggunakan produk lokal." Imbuh Martha Simanjuntak melalui aplikasi WhatsApp ketika coba dihubungi oleh tim www.anabutarbutar.com

Martha Simanjutak, S.E., M.M sendiri adalah Designer, Entrepreneur, Speaker, dan Consultant sekaligus founder Chathaulos dan Iwita Creative. 

Chathaulos telah dimulai sejak Desember 2018 secara daring. Tahun 2019, Martha Simanjuntak memutuskan untuk membuka toko pertama di Surabaya karena pelanggan banyak yang berasal dari kota tersebut dan sekitarnya, kemudian rencananya akan disusul membuka toko lain di Jakarta. 

Seperti namanya, Chathaulos memproduksi produk-produk fashion yang bahan utamanya tak jauh dari ulos. Ada outerwear, kipas yang juga berbahan ulos, hingga tas. 

Selain ulos, Chathaulos juga kemas "gorga" dalam karya

Gorga dalam karya | Foto: Tika Samosir

Kerap berkarya dengan ulos, kini Chathaulos kembangkan sayap kenalkan gorga atau batik Batak lewat hal serupa. 

Bicara soal batik, umumnya orang akan dibawa berkelana dengan cantiknya batik-batik Jawa, Nusa Tenggara hingga Papua. Siapa sangka, Batak juga punya. 

Inilah salah satu yang melatarbelakangi hadirnya inovasi baru dalam bentuk fashion bag berbagai design yang siap digunakan dalam ragam acara dengan dominasi bahan batik Batak. Dengan begitu, orang tak hanya kenal ulos semata, tapi tahu pula bahwa Batak memiliki batik juga. 

Bagi yang sudah pernah berkunjung ke daerah Samosir, Sumatera Utara, tentu gorga bukan hal yang asing. Gorga atau ukiran ini dengan mudah ditemukan di ruma bolon jaman dahulu yang hingga kini masih dijaga bentuk aslinya meski telah berusia kurang lebih 400 tahun. 

Ada beberapa jenis gorga Batak seperti ukiran cicak atau dalam bahasa Batak Toba disebut boraspati ni tano yang melambangkan keseburuan tanah, ukiran perahu yang merupakan simbol dari kendaraan roh manusia untuk menuju surga, serta gorga jorngom, singasinga atau ulu paung. Ketiga gorga yang dipahat ini memiliki fungsi untuk menjaga rumah dan penghuninya dari gangguan hantu jahat.

Gorga juga banyak yang berbentuk/motif tumbuhan. Jenis yang satu biasanya banyak ditemui di hiasan ulos. Antara lain, gunduk pahu (berbentuk pakis), gorga andor-andor (sulur), gorga iran-iran, iponipon (berbentuk gigi) serta hotang-hotang (berupa rotan).

Gorga-gorga inilah yang akan ditemukan dalam design tas yang dihasilkan Chathaulos. 

Produk lokal kualitas andal siap jejal pasar internasional

Ada beberapa model tas batik Batak yang siap launching tanggal 25 Agustus mendatang, diantaranya tote bag, tandok, pouch dan quilty bag. Selain menggunakan kain batik Batak, model-model tas ini juga menggunakan bahan sintetis premium. 

Namanya memang produk lokal, namun soal bahan dan kualitas, produk ini terbilang andal.

Mulai dari design, kokohnya jahitan, pertimbangan tambahan kompartmen di bagian dalam tas, bentuk, hingga padu padan warna membuat produk ini terlihat stylish, mewah dan mahal di saat yang bersamaan. 

Yang tak kalah penting, harganya jauh lebih terjangkau dari produk-produk serupa dari pasar internasional. 

"Kualitas produk kita ngga kalah lah dari produk-produk luar sana."  Tutur Martha. 

Review tas chathaulos

Tandok

Tandok Chathaulos tampak depan - Bisa pula digunakan sebaliknya| Foto: Efa Butar butar

Ada satu tas yang cukup menarik perhatian dari tas Chathaulos, yakni tandok

Bagi yang belum tahu, tandok merupakan wadah yang terbuat dari rajutan pandan kering yang digunakan untuk membawa padi atau beras dalam upacara adat suku Batak. 

Tandok memiliki lebar yang berbeda-beda, namun yang pasti, bentuknya menjulang tinggi dengan ukuran sekitar 40 Cm. Tandok ini dibawa dengan cara ditenteng, disampingkan di pinggang, atau dijunjung di atas kepala. 

Setelah acara selesai, karena tingginya yang cukup mengambil tempat, maka tandok akan digulung, diikat lalu dimasukkan ke dalam tas. Kadang ibu-ibu suku Batak juga memanfaatkan tandok menjadi wadah penyimpanan makanan atau ulak ni tandok yang kadang berupa jambar (daging) untuk diberikan pada anak-anaknya. 

Terbaru, tandok sudah ada yang terbuat dari plastik kemudian dirajut dengan cara yang sama.  

Kabar baiknya, Chathaulos kini menghadirkan tandok dengan "wajah" yang lebih baru, fashionable, stylish, double stlyle dan multifungsi. 

Tandok Chathaulos tampak belakang - bisa pula digunakan sebaliknya | Foto: Efa Butar butar

Disebut multifungsi karena tandok dari Chathaulos bisa dilipat setelah selesai digunakan. Dan hasil lipatan tersebut kemudian akan membentuk tas dengan gaya yang berbeda. Belinya sekali, dapet gayanya dua kali. 

Tampilan tandok Chathaulos setelah dilipat | Foto: Efa Butar butar

Tandok yang dilipat ini juga bisa kamu gunakan untuk melengkapi ootd mu di kesempatan berbeda. 

Tote bag

Tote bag Chathaulos | Foto: Efa Butar butar 

Pernah khawatir karena segala sesuatu yang berhubungan dengan batik bikin tampilan terlihat lebih formal dan ngga santai? Mungkin pikiran itu sudah bisa kamu singkirkan saat ini. 

Bahan pembuatan Chathaulos memang didominasi batik Batak, namun bukan berarti last looknya membuat tote bag ini harus dikenakan dalam acara-acara formal atau resmi. 

Lihat deh gimana tampilannya saat aku pakai untuk melengkapi balutan blazer, blue jeans dan strappy heels ini saat hangout bareng teman, manis banget kan?  

Tote bag Chathaulos untuk OOTD | Foto: Efa Butar butar

Mau dipakai hangout oke, ngemall juga manis, ngantor juga boleh, ke acara formal dan resmi tentu saja sangat sepadan.

Hal ini karena design yang dieksekusi Chathaulos menyasar anak-anak muda dari umur 20an sampai 65 tahun sehingga seluruh keputusan design dan model betul-betul sangat diperhatikan. 

"Pertimbangannya banyak sekali, karena saya paham betul bahwa sekarang masyarakat kita sudah semakin fashionable. Kami ingin produk ini tak hanya dikenal dengan harganya yang affordable, kualitasnya yang oke, tapi juga dicintai dan diterima oleh masyarakat" Lanjut Martha. 

Chathaulos, berdayakan pengrajin dan perekonomian warga lokal

Lewat misinya mengenalkan batik Batak ke mata dunia dengan UMKM Chathaulos, Martha Simanjuntak juga telah membuka peluang kerja kepada kurang lebih 20 pengrajin dari Sumatera Utara. Belum lagi tim pemasaran di toko offline dan online

Ya, produk lokal ini pun telah mengembalikan senyum-senyum yang sempat hilang pada sejumlah orang yang mungkin perlahan-lahan ingin meninggalkan mimpi buruk saat terimbas pandemi yang kita rasakan dua tahun belakangan. 

Martha Simanjutak, ajak anak muda dan masyarakat cintai produk-produk Indonesia

Seperti yang disampaikan sebelumnya, produk-produk Indonesia, termasuk tas batik Batak dari Chathaulos tak kalah cantik dan berkualitas dari brand-brand luar negeri. Hanya kalah nama saja. 

Penting untuk dicatat pula, bahwa membeli produk-produk lokal, sama halnya kita telah berkontribusi menjaga kelestarian budaya, meningkatkan kesejahteraan para pengrajin, UMKM dan turut pula mendukung perekonomian bangsa. 

"Anak-anak muda Indonesia, harus bangga pakai produk lokal. Ya kalau bukan kita yang bangga dan mendukung produk-produk ini, mau siapa lagi?" Tutup Martha Simanjuntak. 

Harga dan cara beli tas batik batak Chathaulos

Tas batik Batak Chathaulos dibanderol harga Rp 200.000 hingga RP 500.000 ribuan saja per pcs nya. 

Bagi kamu yang ingin mendapatkan produk ini bisa langsung menghubungi mereka lewat Instagram @Chatha_ulos, atau lewat website di https://chathaulos.id/. 

Comments

  1. Unik ya. Saking beragamnya budaya di tanah air, jadi terpukau karena rupanya banyak yang belum saya kenali. Hebat nih produk dari Chathaulos turut mewarnai khasanah fashion nusantara.

    ReplyDelete

Post a Comment