Skip to main content

Akhirnya ke Dokter Gigi Lagi, Akhirnya Scalling Lagi

Permata Dental Care | Foto: Dokpri

Terakhir akhir tahun 2019 aku ke dokter gigi di daerah Tebet. Klinik ini kupilih karena lokasinya yang cukup berdekatan dengan kantor tempatku bekerja. 

Awalnya pesen cuma buat scalling sih, akhirnya bablas buat cek kondisi gigi, sekalian nambal karena ternyata ada dua gigi yang kondisinya sedikit berlubang. 

Ditotal-total kena 1,3jt buat ngurus gigi doang. Hiks. Atau kamu bisa baca pengalamanku di sini deh. 

Baca juga: Alasan Takut ke Dokter Gigi dan Pertemuan dengan Dental Legend Indonesia

Kalau berdasarkan arahan dokter gigi (Drg) nya sih, scalling dianjurkan dilakukan sekali enam bulan. Artinya dalam setahun, minimal dua kali untuk mempertahankan kondisi gigi bersih dari karang atau plak-plak yang menumpuk. 

Sewajarnya, Juni 2020 sudah harus kembali lagi ke klinik gigi. Sayang, pandemi terlalu menyeramkan untuk dihadapi. Risiko penularan sangat tinggi. Karena ini yang diperiksa area mulut yang notabene adalah salah satu sumber penularan - droplets - entah kita yang jadi pembawa virus, atau kita yang ketularan pas lagi mangap. Hahha

Kayaknya urusan takut ke dokter gigi ini kita sama-sama sepakat untuk tidak dilakukan saat pandemi demi kebaikan bersama. 

Ternyata, pandeminya berkepanjangan. Hiks. 

2020 berlalu begitu saja, keinginan untuk rutin berkunjung ke dokter gigi urung kulakukan. 

Begitupun 2021, meski kasus penularan sempat turun, tiba-tiba naik drastis kembali setelah perayaan hari raya Idul Fitri. 

Keinginan untuk cek kondisi gigi kembali urung dilakukan. 

Masuk lagi 2022, setelah sempat turun, kasus kembali naik usai perayaan hari Natal dan tahun baru. Wah ettt dah ngga beres-beres. 

Ngga nyaman sama karang gigi

Karang gigi itu plak yang menebal lalu mengeras. Biasanya, karang gigi terakumulasi di atas garis gusi terutama di bagian dalam dari yang berada di bagian depan gigi bawah. 

Karang gigi ini warnanya kecoklatan, ada yang berwarna item gitu juga. Kalau sudah terlalu menumpuk, bukan cuma bikin kamu ngga nyaman sama area mulut, tapi bikin percaya diri berkurang karena kamu ngga bakal pede ketawa lebar buat nutupin si karang gigi itu tadi. 

Itu juga yang aku rasain awal tahun 2022 ini. Haha. Kayaknya plaknya udah terlalu menumpuk di bagian dalam gigi depan bawah akhirnya ngebentuk karang. 

Karena ada karang yang udah mengeras, lidah jadi suka noel-noelin gitu. Lama-lama, lidah kerasa sakit sendiri. 

Ngerasa udah ngga nyaman dengan kondisi ini, akhirnya aku memutuskan untuk kembali lagi ke dokter gigi. 

Kali ini ngga ke Tebet, kejauhan. Aku milih klinik gigi terdekat dari rumah. 

Pilih Permata Dental Care untuk urusan gigi

Setelah survei drg terdekat, akhirnya aku milih Permata Dental Care. Kayaknya yang paling deket dengan rumah, ya ini. 

Proses pendaftarannya terbilang mudah, cukup wa aja ke admin. Dan saat itu aku milih jadwal 17.30 WIB. 

Proses pengerjaan juga tepat waktu. 17.30 teng, aku dipanggil masuk ke ruangan pengecekan sekaligus pelaksanaan treatment.  

Berbeda dengan yang di Dental Legend Indonesia yang melakukan proses screening terlebih dahulu terhadap gigi. 

Kondisi gigi juga difoto sebelum pelaksanaan treatment sehingga ada pembanding antara kondisi awal dan kondisi setelah penanganan. Di Permata Dental Care aku cuma ditanya keluhan aja kemudian langsung discalling. 

Beda klinik beda perlakuan mungkin ya? Kurang paham juga. 

Jadi kalau mau scalling di sini, better foto atau teliti sendiri dulu kondisi gigi kamu sebelum treatment biar tau before dan afternya. 

Meski begitu, ada nilai plus juga dari PDC. Jadi setelah scalling selesai, Dokter ngasih kaca buat ngebantu kita ngecek kondisi kebersihan gigi.

Berhubung dokter cuma bersihin dan kita yang bisa rasain, jadi kalau ketika kita sentuh di area gigi masih ada karangnya, kita bisa bilang ke dokternya buat bersihin lagi area itu.  

Poin ini yang aku ngga dapet di Dental Legend Indonesia.  

Permata Dental Care ini terletak persis di pinggir jalan utama, namun karena ukurannya yang ngga terlalu gede, perlu teliti biar ngga bablas kelewatan. Tenang, ada plang nama kok yang bakal bantu kamu saat nyari lokasi. 

๐ŸฆทPermata Dental Care (PDC)

๐Ÿ’ต Rp 300.000 - 450.000 (tergantung kondisi gigi)

๐Ÿ“ Jl. Gama Setia Raya A5 No. 15, Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok City, West Java 16418

๐Ÿ“ž 0877-7099-1919

Harga relatif terjangkau

Nah ini yang biasanya bikin orang takut ke klinik gigi. Haha. Urusan harga. 

Tau ngga sih, sebetulnya harga ngurusin kebersihan gigi ngga mahal-mahal amat, kok. Yang bikin mahal adalah ketika kita nahan-nahan masalah di gigi dan menunda ke klinik gigi untuk segera mendapatkan penanganan. Terkadang, kita lebih memilih meredakan rasa sakit dibanding ngurusin sampai beres ke akar-akarnya. 

Akibatnya, segala permasalahan yang pernah ada jadi terakumulasi. Akibat jangka panjangnya ya tentu saja ke urusan harga.

Karena penyakit di gigi sudah terakumulasi, kita ngga bisa cuma periksa kondisi gigi doang. Cek juga ada gigi yang berlubang atau ngga. Kalau ada, demi kesehatan dan kepercayaan diri ke depan, mau ngga mau ya harus ditambal. 

See? Jadi double treatment kan? Kalau udah begini, ya bayarnya juga harus untuk 2 urusan. Cek kondisi, sama nambal.  

Belum kalau giginya kotor dan berkarang. Ya mau ngga mau bayarnya 3 kali, nambah juga buat bayar scalling. 

Balik ke Permata Dental Care. Di sini, menurutku harga relatif terjangkau. Biaya scalling sendiri hanya Rp 400.000 

Sebagai catatan, ini ngga bisa disamakan ya, tergantung kondisi giginya juga.  

Kalau karangnya ngga banyak-banyak amat, mungkin akan lebih murah lagi. Karena di awal sebelum melakukan pemesanan, menurut admin biaya berkisar Rp 300 - 450K.

Scalling sakit ngga sih?

Lebih percaya diri saat gigi bersih | Foto: Dokpri

Ini juga biasanya jadi alasan lain seseorang menghindari dokter gigi. Sakit!

Padahal mah ya, sama dengan urusan harga. Kalau udah terakumulasi ya tentu sakit. Apalagi kalau masalah di area gigi dan mulut banyak, yang sakit bukan cuma treatmentnya doang, mangapnya juga sakit! Wkwkw. Lama pula. 

Scalling di Permata Dental Care menurutku ngga sakit. Scalling dimana-mana ngga sakit, btw. Cuma ngilu doang. Dan cape mangap ๐Ÿ˜†

Dokter yang baik. 

Beberapa kali ngurusin gigi, beruntungnya selalu dapet dokter yang baik. Untungnya lagi kemarin di Permata Dental Care juga ditangani sama dokter yang baik, telaten, dan ramah. 

Dokternya cowo, btw. Kalau kebetulan kamu cewe tipe yang ngga nyaman ditangani sama dokter cowo, better tanya dulu adminnya ya. Aku kurang tahu sih ada drg cewe yang nanganin pasien di sana atau ngga. 

Itu dia pengalaman balik lagi ke dokter gigi dan scalling awal tahun 2022 ini. 

Kamu juga jangan lupa jaga kesehatan gigi, ya!

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Cerita 4 Hari 3 Malam di Hotel Aryaduta Tugu Tani.

Masih berbicara tentang Vlog dan Blog Competition yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Januari 2020 lalu. Puncak acara ini adalah BI Netifest 2020 yang diadakan di museum Bank Indonesia sekaligus pengumuman pemenang dari seluruh kategori. Cerita selengkapnya tentang keseruan keberlangsungan acara tersebut bisa kamu baca di sini:  5 Alasan Penting Mengapa Harus Ikutan Vlog dan BlogCompetition Bank Indonesia. Jika tahun 2019 lalu tempat yang disediakan oleh Bank Indonesia bagi seluruh finalis terpilihnya adalah Hotel Grand Mercure Gajah Mada, maka tahun ini Bank   Indonesia memfasilitasi Hotel Aryaduta Tugu Tani untuk tempat penginapan selama acara, salah satu hotel berbintang 5 di Jakarta. Selama 4 hari 3 malam berada di hotel ini, masing-masing punya cerita sendiri. Termasuk aku.Masing-masing punya cerita mulai dari teman baru, view kamar, pengalaman yang di dapat, fasilitas yang ditawarkan oleh hotel, hingga hal-hal menarik apa saja yang dapat dilakukan di

Serunya Mengikuti Test CPNS di Kementerian Pertanian

Di ruang tunggu sebelum memasuki area registrasi | Foto: Efa Butar butar Yuhuuu, mana nih suaranya para pejuang CPNS? Tetap semangat, terus belajar jangan lupa berdoa dan minta restu orang tua sebelum test CPNS nya ya. Kebetulan, dari sekian ratus ribu peminat CPNS, aku salah satu di dalamnya. Heheh. Aku ambil Kementerian Pertanian dengan jabatan sesuai bidang yang dulu kuambil saat kuliah. Dan sesuai dengan jadwal yang telah dikeluarkan oleh Kementan dalam websitenya, untuk wilayah DKI Jakarta, ujian dilaksanakan di gedung Auditorium Kementerian Pertanian tanggal 11-14 Februari 2020 menyusul lokasi lain yang sudah lebih dahulu melaksanakan ujian. Dan hari ini, Rabu 12 Februari 2020 adalah jadwalku dan ratusan peserta lainnya untuk ujian. Tulisan ini kubuat setelah mengambil tas dan keluar dari ruangan ujian. Dan sebagai peserta yang telah menyelesaikan tanggungjawabnya, lega ya tentu saja. Aku sudah melaksanakan tanggung jawabku untuk melakukan yang terbaik dala

Tak Perlu Dibedah, Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur Tawarkan Cara Singkat untuk Penanganan Penyakit Kardiovaskular

Dokter pemateri dan MC | Foto: Dokumen Pribadi Petang tadi, usai menghadiri sebuah acara dibilangan Alam Sutera, tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang Bapak paruh baya. Wajahnya sangat pucat dengan pergerakan sangat lambat. Saat itu kami sedang berada di kereta Commuter Line ke arah stasiun tanah abang. Bedanya, Beliau duduk, sementara saya dan penumpang lain berdiri. Sesaat sebelum turun, seorang Ibu yang berada persis di sisinya menuntun Beliau berdiri. “Tolong dikasih jalan ya Mas, Mba. Maaf, sakit jantung soalnya.” Tanpa perlu diminta, penumpang yang berdiri membentuk lorong kecil untuk Beliau berjalan tanpa halangan. Mungkin Beliau baru mendapatkan perawatan atau mungkin pasang ring jantung. Memang, tiap kali dihadapkan dengan penyakit yang terdengar sangat berbahaya ini, panik, hati-hati, ketakutan, cemas adalah sederet perasaan yang tak bisa dipisahkan. Dan itu wajar karena penderita penyakit jantung konon kapan saja bisa “lewat”. Tidak ada hati yang siap unt