Hari Jantung Sedunia: Danone Beri Edukasi Seputar Tumbuh Kembang Anak dengan KJB

 

Tangkap layar edukasi KJB oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia

Mempersiapkan pemahaman sebelum memasuki dunia pernikahan

Dalam perayaan World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia, Danone Specialized Nutrition Indonesia melaksanakan webinar sekaligus bertujuan untuk memberikan edukasi bagi para orangtua dengan  mengangkat tema “Pentingnya Dukungan Nutrisi Tepat untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan (KJB)”

Edukasi ini disampaikan langsung oleh pemateri yang pakar dalam bidangnya, yakni:

  • Dr. Rahmat Budi Kuswiyanto, Sp.A(K), M,Kes selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi
  • Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K) selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik

Tahukah kamu, bahwa 9 dari 1.000 anak dilahirkan dengan Kelainan Jantung Bawaan? Bahkan menurut Indonesia Heart Association, angka kejadian Kelainan Jantung Bawaan (KJB) di Indonesia diperkirakan mencapai 43.200 kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup.

Mengacu pada jumlah kasus yang cukup fantastis ini, sebagai seorang wanita yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia pernikahan, menurutku penting untuk membagikan informasi-informasi yang kuterima setelah mengikuti webinar yang telah diselenggarakan Danone agar lebih banyak yang mengetahui informasi ini.

Ketika seorang bayi lahir ke dunia, kita sering hanya memberi euforia pada kedatangannya, kita lupa bahwa ada sepasang orang tua yang juga “baru lahir”

Menikah tak hanya urusan memiliki pasangan lalu berketurunan, tapi bertanggungjawab pula pada kehidupan bayi-bayi kecil yang akan dihadirkan. Bertanggungjawab akan pemenuhan materi, pendidikan, agama termasuk kesehatannya.

Dan untuk memberikan hal-hal tersebut, tentu, agar lebih matang, memang sebaiknya dipersiapkan sebelum memasuki pernikahan itu sendiri.

Harapannya, dengan hadirnya artikel lewat edukasi Danone ini akan lebih banyak orang tua maupun calon-calon orang tua yang teredukasi sehingga dapat meminimalisir terjadinya KJB pada sang anak. Dan seperti tema yang diangkat tahun ini “Use Heart to Connect”, seluruh pihak penyelenggarapun memiliki harapan yang sama. Semoga edukasi ini juga bisa menjadi penghubung informasi bagi keluarga agar dapat mengambil peran sebagai bagian dari support system bagi anak dengan KJB dan orangtuanya.

Sepintas tentang jantung

Kembali tentang jantung.

Jantung adalah organ yang terdiri dari sekumpulan otot yang sangat penting dalam tubuh manusia dan tidak pernah berhenti bekerja kecuali karena kematian. Fungsi jantung adalah untuk mengalirkan darah yang penuh dengan Oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Mengenal Kelainan Jantung Bawaan (KJB)

Kelainan Jantung Bawaan adalah kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah dari dan ke jantung yang akibatnya tak hanya cacat lahir, stunting, malnutrisi bahkan kematian.

Untuk itu, dibutukan peran dan kerjasama dari orang tua agar selalu telaten, siaga dan waspada dalam upaya deteksi dini Kelainan Jantung Bawaan (KJB) karena tidak semua anak dengan JB menunjukkan gejala. Salah satu caranya adalah dengan pemeriksaan saturasi Oksigen.

Dengan melakukan tersebut, bila ternyata anak menderita KJB, maka orang tua dapat mengoptimalkan perawatan dan intervensi untuk meningkatkan usia harapan hiup serta kualitas hidup anak dengan KJB.

KJB merupakan kelainan pada jantung yang memerlukan penanganan pengobatan segera pada tahun pertama kelahiran yang bila tidak segera ditangani akan berisiko kematian seperti jantung bocor, katub tidak lengkap, katub terbalik dan lain-lain.

KJB tidak termasuk dalam penyakit keturunan dan tidak diketahui pula secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dihubungkan dengan penyakit ini seperti:

  • Konsumsi obat-obatan
  • Alkohol
  • Perokok, termasuk perokok pasif
  • Asupan nutrisi ibu hamil yang tidak seimbang
  • Kelainan genetik pada janin 
  • Infeksi kehamilan
  • Penyakit pada ibu hamil seperti Diabetes, Lupus, dan Hipertensi

Sebagai catatan, urusan KJB pada anak tak hanya dari pihak ibu saja, risiko KJB dari paparan asap rokok membutuhkan kerjasama dengan ayah calon bayi agar dapat bekerjasama menjaga kesehatan ibu dan janin dengan tidak merokok di sekitar ibu hamil.

Apakah bisa disembuhkan?

Namun, sebelum membahas tentang upaya penanganan, teruntuk calon orang tua, berikut adalah gejala dan tanda KJB pada bayi:

  • Kebiruan
  • Nafas cepat atau sesak
  • Mudah kelelahan saat beraktivitas atau saat menyusui
  • Pertumbuhan yang terhambat, ditandai pula dengan berat badan yang susah naik
  • Perubahan bunyi atau detak jantung
  • Infeksi paru berulang
  • Pingsan atau nyeri dada
  • Kurus dan mengalami stunting
  • Serta terlihat sehat

Bila seorang bayi telah menunjukkan aktivitas atau gejala-gejala di atas, orang tua diharapkan untuk segera melakukan pemeriksaan secara rutin yakni rontgen dada dan EKG, pemeriksaan khusus Echocardiography dan kateterisasi kemudian dilanjutkan dengan CT-Scan & MRI.

Perjalanan anak dengan KJB menuju kesembuhan sangatlah panjang, dimulai dari identifikasi, diagnosa KJB, kateterisasi, lalu disusul penentuan intervensi.

Bahkan, meski telah mendapatkan intervensi, anak dengan KJB masih mengalami tantangan kesehatan karena anak dengan KJB terus mengalami pertumbuhan dan memiliki komposisi tubuh yang bervariasi serta membutuhkan energi yang adekuat.

Meski memiki tantangan yang cukup besar, orang tua dengan KJB sangat dianjurkan untuk mewujudkan psychilogical goals seperti meningkatkan kualitas hidup, kepercayaan diri, mengatasi kecemasan dan depresi anak, serta social goals yakni dapat menjalani kehidupan sosial.

Bagi orangtua yang dianugerahi anak dengan KJB, Anda juga dapat bergabung dengan komunitas Little Heart untuk saling berbagi keluh kesah atau sekedar mendapatkan dorongan dan semangat dari mereka yang mengalami tantangan yang sama.

Gimana, teman-teman yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia pernikahan dan teman-teman calon orangtua, semoga informasi ini membantu sedikit tambahan edukasi bagi kita ya. 

Terakhir, selamar Hari Jantung Sedunia untuk kita semua. 

Dapat pesan dari Nutrisi Bangsa: "Jaga kesehatan jantung pada diri anak dan keluarga dengan tetap memenuhi asupan nutrisi yang tepat!"

Comments

  1. KJB jadi momok bagi bayi yang baru lahir, Pendidikan orangtua tentang kesehatan terutama KJB sangat penting banget utamana mengenai jantung. Semoga anak yang terlahir KJB bisa tertologn cepat.

    ReplyDelete
  2. Bersyukur kalau bisa langsung dideteksi ya, dulu pernah dengar cerita anak teman yang baru ketahuan pas sudah dewasa, bisa juga ya begitu? kasihan jadi ganggu tumbangnya

    ReplyDelete
  3. penting banget mempersiapkan kelahiran ya?

    agar anak berhasil tumbuh kembang optimal dalam 1000 HPH

    karena konsekuensinya berat, bagi anak maupun ortu, ketika anak telah dilahirkan

    ReplyDelete
  4. Terima kasih mba sudah membantu menuliskannya. Gejala KJB harus diantisipasi sejak dini ya mba. KIta sebagai ortu harus lebih cermat juga untuk mengawasi anak apalagi terkait kesehatan jantung

    ReplyDelete
  5. Duh sedih banget kalau ngomongin KJB. Anaknya temenku sakit ini, apalagi usianya sepantaran dengan anakku. Dan orangtuanya yang dititipi anak KJB memang orangtua pilihan.

    Jadi pelajaran buat kita juga sih, ketika hamil harus benar-benar memperhatikan nutrisi agar tumbuh kembang si utun optimal.

    ReplyDelete
  6. Penyakit jantung memang harus cepat ditangani, kasihan ama anak-anak yang menderita ini.
    terimakasih kak untuk sharing tulisannya, aku menambah pengetahuan baru jadinya.

    ReplyDelete

Post a Comment