PLTS Atap Pabrik Mekarsari, Pabrik Danone-AQUA Terbesar di Indonesia, Diresmikan!

 

PLTS Atap Pabrik Mekarsari
PLTS Atap Pabrik Mekarsari | Foto: Danone

ZeDay – sebuah kampanye untuk alam

21 September, kita sama-sama merayakan Hari Emisi Nol Sedunia atau dikenal juga dengan istilah ZeDay (Zero Emissions Day). Perayaan ini dilakukukan sebagai kampanye untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan terbatasnya sumber daya ini, serta upaya untuk mengubah perilaku keseharian kita demi kelestariannya.

Kampanye ini merupakan buah pemikiran dari Ken Wallace, sebuah perusahaan desain grafis Sealevel Special Project yang berada di Halifax.

Tanggal 21 Maret 2008, Sealevel meluncurkan sebuah website yang menyerukan tanggal 21 Septermber sebagai hari moratorium global konsumsi bahan bakar fosil dengan tujuan untuk memberikan “hari beristirahat” untuk planet bumi.

Hari tersebut dipilih karena matahari sedang melewati khatulistiwa juga siang dan malam sama panjangnya. Selain itu, kampanye ini juga dicetuskan untuk membuktikan bahwa kehidupan tidak perlu terlalu bergantung terhadap penggunaan bahan bakar fosil, bisa kita wujudkan.

Danone, resmikan PLTS Atap Pabrik Mekarsari

Peresmian PLTS Atap Pabrik Mekarsari | Foto: Tangkap layar peresmian

Bukan Danone namanya bila tidak membuat sebuah gebrakan.

Bertepatan dengan perayaan ZeDay, Danone-AQUA pun resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Pabrik Mekarsari, Pabrik Danone-AQUA terbesar di Indonesia.

Untuk kamu ketahui, tenaga surya merupakan sebuah konversi energi dari sinar surya menjadi listrik, secara langsung memakai fotovoltaik, secara tidak langsung memakai tenaga surya terkonsentrasi, atau kombinasi keduanya. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Danon

Peresmian ini dihadiri pula oleh:

  • Bp. Dr. (H.C) H. Ridwan Kamil S.T., M.U.D selaku Gubernur Jawa Barat
  • Ibu Dyah Roro Esti, B.A., PG.Dip.,M.Sc selaku Anggota Komisi VII DPR RI
  • Drs. H. Marwan Hamami, MM selaku Bupati Sukabumi
  • Ir. Bambang Rianto, M.Sc selaku Kepala Dinas ESD Jawa Barat
  • Ir. Putu Juli Ardika, MA selaku Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian
  • Ibu vera Galuh selaku VP General Secretary Danone Indonesia
  • Drs. Dasrul Chaniago, MM., ME., MH.  Selaku Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Direktorat Jenderal PPKL Kementerian LHK
  • Mustaba Ari Suryoko., S.T., M.T selaku Koordinator Pelayanan dan Pengawasan Usaha Aneka EBT Direktorat EBTKE Kementerian ESDM
  • Gina Lisdiani selaku Country Manager Allotrope Partners (Clean Energy Investment Accelerator), serta
  • Novan Yulianto selaku Plant Director Pabrik Danone-AQUA Mekarsari

Sebelumnya, Danone-AQUA merupakan pelopor pemanfaatan PLTS Atap di industri sejak 2017 dan terus berkomitmen untuk membangun PLTS Atap di 21 pabrik Danone-AQUA di Indonesia dengan total kapasitas lebih dari 15 MWp pada 2023.

Komitmen Danone-AQUA untuk menjadi perusahaan dengan Emisi Nol atau Netral Karbon dalam seluruh rantai pasok perusahaan pada tahun 2050, serta penggunaan 100% energi listrik terbarukan pada tahun 2030 perlahan diwujudkan sebagai upaya untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mempercepat transisi penggunaan energi terbarukan di Indonesia, yakni dengan penggunaan PLTS Atap di Pabrik Mekarsari, Jawa Barat.

Diapresiasi Gubernur Jawa Barat

Penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jawa Barat

Langkah ini juga diapresiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dalam pidatonya, dia mengatakan bahwa Jawa Barat merupakan Provinsi dengan populasi terbesar linier dengan tingkat konsumsi energinya.

Sebagai salah satu industri terbesar di Jawa Barat, pemanfaatan PLTS Atap Pabrik Mekarsari, di pabrik Danone-AQUA ini telah mampu mengurangi emisi karbon sebesar 1.916 ton CO2 yang setara dengan 9.580 batang pohon. Gebrakan ini diharapkan mampu mendorong penggunaan energi baru terbarukan serta menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya.

Untuk mewujudkan ambisi Pemerintah mempercepat transisi penggunaan energi terbarukan di Indonesia, tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah saja, melainkan tanggung jawab semua elemen masyarakat terutama perusahaan dan juga sektor swasta.

Pihak swasta juga perlu menggandeng pemangku kepentingan yang terkait termasuk masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi operasional perusahaan untuk turut berpartisipasi dalam melindungi lingkungan dan penghematan energi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Comments