7 Alasan Mengapa Harus Belanja Online

 

Pesanan dari e-commerce yang tiba siang tadi | Foto: DokPri

“Permisii, pakeettt....!”

Sebuah suara melenting meski matahari belum muncul sempurna.

Suara melenting itu bukan suara kurir yang sedang mengirimkan pesanan ke rumah seseorang yang tinggal di sekitar komplek tempat kami tinggal. Jarum jam masih menunjukkan pukul 05.45 WIB, terlalu dini bila kurir sudah memanggil-manggil di depan pagar rumah seseorang untuk memberikan pesanan mereka.

Suara itu adalah suara seorang anak perempuan keriting periang, berumur sekitar 5 tahunan yang berteriak-teriak di depan rumahnya menirukan suara kurir ketika ingin menyerahkan paket ke penerima.

Dia bersama anak-anak komplek lainnya memang biasa bermain di pagi hari sambil berlari-lari. Namun, sejak pandemi, tidak ada lagi riuh anak yang bermain bersama baik pagi maupun sore. Hanya sesekali teriakan usil anak perempuan bersama adiknya saja yang bikin pagi kami terasa jauh lebih lega dimulai dengan tawa. Sementara anak-anak lainnya, sepertinya jadi jauh lebih pendiam.

Beralih ke online agar tak kehilangan orang lain

Ngomongin tentang paket, sejak dua orang warga Depok terkonfirmasi positif virus Corona pada Maret 2020 lalu, intensitas kurir mampir ke depan rumah memang sangat tinggi.

Di komplek ini teriakan “Paket!” kerap sekali terdengar. Mungkin mencapai 7-8 kali dalam sehari sejak pagi. Kadang lebih. Ngga heran kalau anak-anak yang ada di sekitar sini bisa menirukan cara kurir tersebut saat memberikan pesanan kami.

Mulai dari kebutuhan primer hingga tersier, semua dipesan secara online.

Hampir setiap rumah melakukan belanja online untuk meminimalisir penyebaran virus. Alasan lainnya memang karena terbatasnya ruang gerak yang diberikan oleh Pemerintah. Begitupun, tujuan akhirnya adalah sama, meminimalisir penyebaran virus yang sedang kita lawan bersama-sama.

Kita tentu tau, dampak yang mungkin timbul ketika kita ngotot keluar rumah, atau memberi izin untuk seseorang pergi ke luar hanya untuk pemenuhan kebutuhan - yang bersembunyi di balik kata bosan - yakni, kehilangan. Siap atau tidak, salah satu keputusan untuk keluar rumah pada akhirnya beresiko untuk membuat seseorang kehilangan. Dan untuk itu, kita, terutama aku pribadi, memutuskan segala sesuatu dipenuhi dari rumah.

Mengapa harus berbelanja online?

Belanja online memang membutuhkan ketelitian dalam urusan harga. Penawaran dari e-commerce hijau mungkin akan jauh lebih menarik dari e-commerce oranye, atau sebaliknya. Teman perempuanku bahkan ada yang siap membandingkan beberapa produk yang sedang dibutuhkannya hanya untuk mendapatkan harga termurah. Itu tidak salah. Justru pembandingan harga dengan cara paling mudah itu salah satu keseruan dalam belanja online, bukan?

Teruntuk kamu yang masih menyempatkan diri untuk berbelanja ke supermarket, berikut adalah tujuh alasan yang menurutku patut kamu pertimbangkan untuk berbelanja online

1. Jauh dari kerumunan

Tentu alasan utamanya adalah keselamatan seluruh anggota keluarga. Belanja online memudahkan kamu mendapatkan segala kebutuhan tanpa harus meninggalkan rumah.

Sterilisasi paket yang diterima akan jauh lebih mudah dihadapi dibandingkan berbelanja langsung ke supermarket.

Langsung ke supermarket untuk sekedar berbelanja mau tak mau membuat kamu terlibat dalam kerumunan, kamu juga harus menyentuh berbagai barang yang kamu butuhkan yang tersedia di etalase. Padahal, bersentuhan dengan benda-benda yang mungkin sudah terkontaminasi droplets penderita membuat resiko terjangkit virus corona menjadi lebih tinggi.

Dengan berbelanja dari rumah, kamu tak hanya menjaga diri dan keluarga, kamupun sudah berhasil make people happy, dengan berbelanja di rumah, kamu telah berkontribusi membantu Pemerintah untuk mengurangi penderita Covid-19. Sesimple itu. 

2. Bebas membandingkan harga

Ini yang tak kalah menarik dari belanja online. Bebas membandingkan harga dari berbagai platform.

Pernahkah kamu mendengar bahwa seorang ibu memilih untuk berkeliling mencari barang di penjual lain hanya karena adanya selisih sedikit harga?

Yap, belanja online membantumu untuk membandingkan harga produk dengan cara yang paling mudah, tanpa tawar-menawar, dan tanpa harus berantem sama si penjual. Cukup buka beberapa e-commerce yang paling kamu percaya, lalu cari satu per satu produk yang sedang kamu butuhkan.

Tadaaa, selamat membandingkan harga hanya lewat aplikasi berbeda

3. Kesempatan untuk mendapatkan cashback dan gratis ongkir 

Selain bebas untuk membandingkan harga, umumnya e-commerce juga menyediakan cashback yang bisa kamu pakai untuk transaksi berikutnya dan promo gratis ongkos kirim dengan minimal pembelanjaan tertentu. Bahkan di waktu-waktu khusus, seperti hari Kemerdekaan negara kita kemarin nih, kamu juga bisa mendapatkan gratis ongkos kirim tanpa minimum pembelanjaan. Seru ya.

Sebetulnya poin pemilihan ekspedisi ini juga menjadi catatan penting. Jangan pula mengorbankan pesanan kamu hanya demi mendapatkan gratis ongkos kirim. Balik lagi pada pilihan masing-masing. Pastikan memilih ekspedisi yang berpengalaman dan yang terpercaya. 

Pernah satu waktu, aku lagi ingiiiin sekali mengonsumsi Bolu Meranti. Bolu khas yang berasal dari daerah tempatku tumbuh besar. Medan. 

Penjualnya bilang sih akan aman tiba di Depok, karena mereka akan pastikan dipacking dengan baik.  Menariknya lagi, ada gratis ongkirnya. Namun, lewat salah satu review teman yang kebetulan juga tinggal di Jakarta, menyampaikan bahwa Bolu Meranti yang pernah dia pesan, diterima dalam kondisi berantakan. Entah itu urusan kemasannya yang kurang baik, atau memang proses pengiriman yang kurang hati-hati, entahlah. Akhirnya aku memutuskan untuk merepotkan orang tua saja. Heheh.

Ilustrasi TIKI | Sumber foto: Rakyat Merdeka

Orang tua akhirnya membeli Bolu tersebut, lalu dipacking dengan terjamin. Tak lupa, Mama juga menambahkan tulisan di bagian atas Bolu tersebut "JANGAN DIBALIK". Maklum, sayang anak. Jadi tulisannya agak ngegas. Heheh. 

Hanya butuh satu hari, pesananku tiba di Depok, tanpa cacat. Bahkan kurir TIKI, ekspedisi yang dipercayakan mama setiap kali butuh mengirim sesuatu ke anaknya yang di perantauan ini, memberikan paket tersebut kepadaku dengan tulisan "JANGAN DIBALIK" mengarah ke atas. 

Terlihat sepele dan sederhana. Tapi memilih ekspedisi dengan tepat juga bagian dari tanggungjawab kita sebagai pembeli. Dan beruntungnya, TIKIpun menunjukkan tanggungjawab yang sama, hingga pesananku tiba dengan sempurna. Jadi, bila pesananmu memang begitu berharga, pastikan untuk memilih ekspedisi terpercaya yaa. Aku sih, apapun kebutuhannya, apapun pesanannya, kirimnya pake TIKI aja. 

4. Tanpa pengeluaran tambahan 

Sadarkah kamu bahwa belanja online juga menyelamatkanmu dari pengeluaran tambahan?

Maksudku begini. Belanja langsung ke supermarket, mau tak mau membuatmu harus mengeluarkan sejumlah uang untuk kebutuhan oli kendaraan dan biaya parkir. Belum lagi godaan dari produk lain yang rasanya ingin sekali kamu beli padahal sebetulnya tak butuh-butuh amat. Kalau dihitung-hitung, belanja konvensional rasanya memang jauh lebih boros, apalagi buat mereka yang tak dapat mengontrol keinginan belanjanya. 

5. Ngga pake ngantri

Keseruan lain dari belanja online adalah proses bayar yang sangat mudah, dan tanpa mengantri. Akan lebih mudah lagi bila kamu memfasilitasi dirimu dengan m-banking. 

Bilapun tak memiliki m-banking, selama masih tinggal berdekatan dengan ATM, rasanya belanja online bukan hal yang sulit untuk dilakukan. ATMpun kita mudah sekali ditemukan, termasuk di mini market terdekat. 

6. Semudah memilih, bayar lalu pesanan diantar

Selain kemudahan-kemudahan di atas, keuntungan lain yang ditawarkan belanja online adalah kita tak perlu kesulitan untuk mendorong troli ke mobil. Atau mengangkat sejumlah tas belanja untuk dibawa ke motor, lalu menyusunnya satu per satu di bagasi. 

Belanja online semudah memilih produk di layar gadget, bayar, lalu menunggu produk tersebut diantar oleh kurir untuk kamu gunakan. Mudah bukan?

7. Adaptasi dengan teknologi

Bonus yang didapat dengan belanja online adalah mampu beradaptasi dengan teknologi. 

Pandemi pada akhirnya tak hanya mendorong perusahaan untuk terus mengejar perkembangan teknologi, pandemi juga memaksa semua orang untuk beradaptasi dengan teknologi. Bagi kamu yang berani berubah, selamat! Kamu sudah jadi bagian dari perkembangan teknologi itu. So, ya, keep it going!

Jadilah pembeli yang bertanggungjawab

Terlepas dari semua keuntungan itu, belanja online menawarkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh penggunanya. Kamu hanya perlu mencatat dengan sungguh-sungguh, bahwa menjadi seorang pembeli, kamu juga bertanggungjawab memilih partner yang tepat untuk mengantarkan seluruh kebutuhanmu tiba di tanganmu dengan aman. 

Aku dan keluarga pake TIKI aja, kamu?

Comments