Yang Dikorbankan dan Modal untuk Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

Ilustrasi: https://www.ibelieve.com/ 

Yang namanya zona nyaman, emang enak banget ya. 

Ngga ada tantangan, ngga ada rintangan, ngga ada isak tangis perjuangan. Hidupnya lempeng aja, gitu. Tapi perlu diingat, bahwa zona nyaman itu ngga akan membawa kamu ke sebuah perkembangan yang baik. Itulah alasannya banyak orang yang menembus zona nyamannya, keluar dari rasa nyamannya dan mencari jati dirinya sendiri. 

Jika kelak akan bertemu, kamu akan bersyukur, Jika ternyata belum, kamu akan bertumbuh dan menjadi pribadi yang lebih tangguh lagi dari sebelumnya. 

Kamu punya mimpi tapi masih tetap di zona nyamanmu? Bangun deh, ngga akan dapet itu mimpinya. 

Kamu punya mimpi dan sekarang dalam perjalanan menuju ke sana meski jatuh, bangun, suka, duka, keuangan kritis tapi jalan terus? 

Tosss! Kita sama! Semoga Tuhan dan semesta melihat perjuangan kita dan berkenan mendekatkan setiap impian kita sesegera mungkin. 

Kalah, gagal, ya biasa. Yang penting, jangan sampai berhenti ya! Sekali lagi, cheers dulu untuk perjuangan kita. 

Menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya bukan hal yang mudah. Ya itu tadi, kalau dengan kondisi nyaman saja semua tersedia, untuk apa ngerasain duka dan air mata untuk sesuatu yang tidak pasti? 

Kata orang, mimpi itu tidak pasti. Hanya mudah di google mapsnya otak kita saja, kenyataannya, banyak pejuang mimpi yang ambruk di tengah jalan lalu mundur perlahan dan hidup dengan analogi “mengikuti air mengalir saja”. 

Kadang aku khawatir mereka lupa, bahwa air mengalir selalu menuju ke tempat yang lebih rendah. 

Semoga kamu tidak mengikuti kata orang. Ikuti saja mimpimu yang berharga itu. Nikmati saja rasa sakitnya, nikmati saja bahagianya, nikmati tipuan dari teman-teman, nikmati juga kasih sayang dari seseorang yang akhirnya kamu temukan. 

Sebagaimana aku dan orang tuaku bersama-sama singsingkan lengan untuk menjadi lebih baik. Spesifiknya sih, biar anaknya jadi jauh lebih baik dari orang tuanya. Heheh. Itu kan mimpi dari setiap orang tua? 

Aku yakin kamu setuju juga. Aku selalu percaya setiap anak memilikinya mimpinya sendiri. 

Aku juga selalu percaya bahwa mimpi itu akan menjadi nyata dengan dukungan orang tua. 
Untuk itu, aku selalu melibatkan orang tuaku dalam setiap harapan dan mimpiku. Begitupun orang tuaku yang selalu ambil andil memberikan dukungan agar aku bisa tiba di mimpiku. 

Yang penting itu dulu. Anaknya berani berusaha, orang tuanya pun totalitas kasih dukungan. 

Seperti aku di sepuluh tahun lalu. Ngga kebayang akan jadi apa aku saat ini jika sepuluh tahun lalu orang tuaku tak memberikan aku izin untuk merantau, dan tetap memaksa untuk tinggal di kampung saja. 

Berani lebih baik itu tidak mudah. Tidak semua orang sanggup untuk melakukannya. 
  • Perpisahan
  • Air mata 
  • Jauh dari orang tua 
  • Berjuang sendirian 
  • Menahan rindu 
  • Pura-pura baik-baik saja 
  • Kecewa 
  • Bahagia tanpa teman 
Aku merasakan hal-hal ini sejak memutuskan untuk meninggalkan kedua orang tuaku 10 tahun lalu dan merantau di kota orang. 

Beruntungnya, orang tuaku berkenan menemaniku menikmati proses itu. Mereka menguatkan saat aku menghadapi kegagalan tanpa pernah menyuruhku untuk pulang. Katanya, “sakit karena gagal itu cuma hari ini saja, yang penting sudah kau coba. Besok diperbaiki lagi, ya!” 

Modal untuk Menjadi Lebih Baik 
Ada banyak yang dikorbankan untuk menjadi lebih baik. Butuh perjuangan pula untuk bisa sampai di titik terbaik versi diri kita. 

Selain bahagia, jaringan yang luas, tetap terlindungi juga salah satu modal yang paling penting untuk menjadi lebih baik. 

Aku pernah dengar orang bijak bilang, sejauh apapun kau pergi, rumah adalah tempatmu untuk kembali.  Untuk itu, pastikan setiap perjuanganmu terlindungi. 

Tubuhmu yang letih berjuang sedang dinanti orang tersayang di kejauhan. Jangan lupa untuk proteksi diri dengan asuransi umum di Indonesia, yakni Tugu Insurance. 

Tugu Insurance merupakan asuransi umum yang memberikan jaminan perlindungan yang ditujukan untuk korporasi dengan berbagai ragam pilihan produk.

Comments