Tentang Alergi dan Hal-hal yang Penting untuk Kita Ketahui


Bergabung dengan komunitas pecinta kuliner di Kompasiana, menjadi hal yang sangat menyenangkan bagiku. Setiap kali bertemu, pembicaraan kami tak jauh-jauh dari urusan makanan. Untuk pertemuan selanjutnyapun, kami sering survey terlebih dahulu, tempat apa dan jenis makanan yang bagaimana nih yang harus kami pilih sekaligus bisa dinikmati.

Biasanya sih, masing-masing kasih opsi. Lalu tinggal pilih dan sepakat. Sampai akhirnya satu ketika, kami kesulitan untuk sepakat karena ketidakcocokan jenis makanan. Kami memilih restoran seafood dan kebetulan, salah satu admin alergi terhadap makanan tersebut.

Menurutnya, mengonsumsi Seafood akan mengakibatkan bibirnya bengkak atau istilah bekennya adalah dower. Tak ingin hal tersebut terjadi, kami memutuskan untuk tidak ke restoran tersebut.

Alih-alih seseruan, mungkin kami akan berhadapan dengan salah satu admin yang kesakitan karena timbulnya alergi dari seafood tersebut.

Lalu, jika kamu pernah menonton drama korea The K2, di salah satu adegan, tokoh utama perempuan memaksakan diri untuk mengonsumsi es krim yang mengandung strawberry yang sebetulnya tidak bisa dikonsuminya karena alergi pada makanan tersebut.

Tokoh utama tak sadarkan diri usai mengonsumsi es krim tersebut hingga habis.

Kata Alergi dan Cara Menghadapi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kita kerap mendengar istilah alergi ini. Dari televisi, orang lain, atau mungkin seseorang yang dekat dengan kitapun menjadi salah satu penderitanya.

Pertanyaannya adalah, apakah kita benar-benar memahami makna alergi ini? Atau hanya awam yang menjaga penderita dari makanan penyebab alerginya saja?

Kadang ada pula yang iseng, sudah tahu temannya alergi, masih saja diberi sesuatu yang menjadi penyebab kambuhnya alergi tersebut. Alasannya sih penasaran gimana reaksi alergi tersebut tanpa tahu bahaya yang sedang mengintai dibalik rasa penasaran itu.

Ada juga yang nyindir temannya sok bersih karena orang tersebut bersin di tempat berdebu. Padahal, bisa jadi orang tersebut memang alergi debu.

Macam-macam hal yang kita hadapi tentang alergi namun tak betul-betul mengerti.

Nah, untuk menyambut pekan alergi dunia (World Allergy week) pada tanggal 28-4 Juli, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia memperkuat edukasi mengenai pentingnya screening risiko alergi dan manajemen nutrisi alergi yang tepat untuk pencegahan alergi pada anak yang dilakukan secara virtual.

Dalam webinar tersebut, Danone Specialized Nutrition menghadirkan

  1. Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak
  2. Putu Andani, M.Psi., Psikolog dari TigaGenerasi
  3. Chacha Thaib sebagai seorang Ibu dengan anak alergi serta
  4. Bapak Corporate Communication Director Danone Indonesia.

Kenalan dengan Alergi

Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh manusia terhadap benda tertentu, yang seharusnya tidak menimbulkan reaksi di tubuh orang lain. Reaksi tersebut dapat muncul dalam bentuk pilek, ruam kulit yang gatal, atau bahkan sesak nafas. Sedangkan benda yang dapat memicu respons alergi, disebut alergen.

Dengan mengetahui dampak yang timbul dari reaksi alergi, harapannya sih, semua orang tahu dan tak lagi bercanda dengan alergi atau sekedar isengin temannya yang merupakan penderita alergi.

Kabar baiknya adalah, meskipun kondisi alergi dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan, ternyata alergi bisa juga dicegah melalui tindakan deteksi dini dan bantuan nutrisi yang tepat.

Apa sih pentingnya cegah alergi?

Alergi anak memiliki dampak negatif jangka panjang. Bukan hanya pada anak, tapi juga pada orang tua. Bukan hanya dampak kesehatan, termasuk juga dampak psikologis serta konsekuensi sosial dan ekonomi bagi keluarga.

Apa saja dampak-dampak yang dimaksud? Yuk, kita coba ulas satu per satu

1.       Alergi dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung pada si kecil

2.       Anak dengan alergi juga dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal.

3.       Sedangkan dari sisi ekonomi, yang harus dihadapi keluarga adalah meningkatnya biaya pengobatan dan biaya tidak langsung

4.       Penelitian menyebutkan bahwa anak yang alergi dapat mengalami gangguan seperti gangguan daya ingat, kesulitan bicara, konsentrasi berkurang, hiperaktif dan lemas

5.       Sedangkan bagi orang tua, munculnya gejala alergi pada anaknya dapat menimbulkan kecemasan berlebih atau lebih parahnya sampai perasaan depresi.

 

Lalu, bagaimana cara pencegahannya?

Alergi bisa dideteksi dan dicegah sejak dini dengan cara menelusuri riwayat alergi keluarga dan pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik. ASI (Air Susu Ibu) serta nutrisi lengkap dan seimbang akan mendukung perkembangan system imun anak. Nutrisi kombinasi prebiotik dan probiotik (SINBIOTIK) merupakan salah satu nutrisi yang dapat mendukung sistem imun anak dalam menurunkan risiko alergi.

Penting juga untuk diketahui oleh seluruh orang tua bahwa, alergi sangat membutuhkan perhatian. Bukan hanya mengikuti “katanya-katanya” atau mitos yang beredar di tengah masyarakat luas sebaliknya, disarankan agar orang tua langsung melakukan validasi kepada ahlinya.

Selain itu, untuk mengetahui besar risiko alergi sejak dini pada anak berdasarkan riwayat alergi keluarga, orang tua dapat memanfaatkan Allergy Risk Screener by Nutriclub atau dapat diakses pada tautan berikut https://old.nutriclub.co.id/allergy-risk-screener/

Allergy Risk Screener by Nutriclub ini diluncurkan sejak Maret 2020 dan telah diakses sebanyak lebih dari 20.000 kali oleh orang tua di Indonesia. Tools digital ini dapat membantu orang tua maupun tenaga ahli dalam mendeteksi risiko alergi si Kecil hingga membantu pemberian edukasi mengenai pencegahan alergi sejak dini dan membantu mempersingkat waktu konsultasi.


Comments