Tenang Dalam Kemasan 162MB Kumparan

Ilustrasi: Tangkap layar aplikasi Kumparan

Beberapa waktu lalu, meski sudah berada dalam Group “Teman Kumparan Woman 3”, seorang member masih saja mengirimkan berita hoax terkait pengobatan Covid-19 yang oleh para ahli saja belum berhasil ditemukan.

Dalam informasi tersebut disampaikan bahwa Corona kalah dengan garam dapur, yang jelas adalah informasi salah. Beruntungnya Kumkum – sebutan Admin Teman Kumparan Woman 3 – dengan sigap menutup alur diskusi dan tak ada satupun yang merespon informasi tersebut.

Di tengah kondisi seperti ini, informasi aktual dan akurat memang menjadi kebutuhan. Jangan sampai “katanya-katanya” jadi konsumsi awam dan apesnya malah diterapkan. Itu sebabnya, saring sebelum sharing penting sekali dilakukan dalam mengonsumsi berita di berbagai media.

Berbicara tentang informasi di tengah pandemi, banyak hal yang sewajarnya harus diikuti agar tetap update dan mawas diri. Setidaknya berikut adalah beberapa topik yang saya ikuti sehari-hari:

  • Informasi proteksi diri selama pandemi. 
  • Jumlah pasien Covid-19 di Indonesia, termasuk jumlah pasien meninggal dan sembuh.
  • Tindakan preventif yang dilakukan oleh Pemerintah termasuk berbagai stakeholder untuk sama-sama mengalahkan Corona dari Indonesia, agar saya, kamu, dan kita sebagai masyarakat tahu betul apa yang bisa dan tak bisa kita lakukan sebagai kontribusi untuk mengurangi penularan virus ini.
  • Demi sedikit mengendurkan sendi-sendi leher yang tegang, kadang kala berita terbaru dari artis-artis favoritepun bisa jadi pilihan. 
  • Jangan lupa juga untuk terus mengikuti anjuran kesehatan termasuk olahraga yang disampaikan oleh berbagai pembicara yang ekspert di bidangnya. 
  • Meski di rumah saja, kemampuan diri harus terus diasah. Program pengembangan diri banyak disediakan secara daring selama PSBB berlangsung.

Dikemas dalam 162MB

Salah satu artis papan atas Indonesia di bulan Maret lalu sempat mengatakan bahwa keluarganya mengurangi asupan berita dari luar dan memilih menikmati lockdown tanpa berita. Beda orang memang beda pemikiran.

Saya sendiri memilih mengikuti perkembangan berita-berita dengan topik di atas sebagai bentuk mawas diri dan sebagai saksi di masa mendatang, bahwa di tahun 2020 pernah ada wabah yang berhasil mengurung masyarakat dunia selama berbulan-bulan, termasuk Indonesia. 

Informasi-informasi yang saya dapat sekaligus saya rasakan sendiri, tak jarang saya tuliskan dan diabadikan dalam tulisan kemudian ditayangkan di blog pribadi. Bagaimanapun, asupan berita aktual dan terpercaya, penting untuk saya dan pembaca blog agar terus #TenanguntukMenang.

Untuk memenuhi kebutuhan berita ini, Kumparan menjadi pilihan. 

Platform media kolaboratif Indonesia yang masih berumur tiga tahun ini, cukup menarik perhatian. Baru saja muncul, tahu-tahu sudah punya aplikasi sendiri. 

Up to date disertai dengan postingan-postingan media sosialnya yang ringan ala-ala anak muda dan tak jarang mengusung bahasa daerah, mudah pula dipahami tanpa menyingkirkan sedikitpun inti berita yang disampaikan. 

Pemilihan aplikasi Kumparan sebagai sumber berita sehari-hari bagi saya setidaknya didasari oleh beberapa alasan:

1. Ramah Pengguna

Aplikasi ini cukup ramah pengguna. Tidak banyak embel-embel loading yang membuat pembaca terganggu dan malas menunggu hingga akhirnya meninggalkan portal berita. 

Membaca berita di aplikasi Kumparan itu jika diibaratkan semacam lari jarak pendek. Start, lari, sampai. Klik berita yang ingin dibaca, menikmati informasi, selesai lalu beralih ke berita lainnya.

2. Tak ada Iklan

Yang paling bikin nyaman berlama-lama di aplikasi Kumparan itu ya ini, tidak ada iklan. Dibandingkan membaca berita daring di portal berita lain, alih-alih konsen membaca informasi, malah terganggu dengan berbagai iklan berita atau video yang datang dari berbagai arah. Ditutup satu, hadir iklan lainnya. Mati satu tumbuh seribu. Begitu kira-kira. 

Padahal, durasi iklan video yang selalu muncul saat konsumen membaca berita sebetulnya cukup menguras kuota. Bila pengguna memanfaatkan wifi sih, oke oke saja, tapi bagaimana dengan mereka yang menghemat kuota untuk hal-hal yang perlu? 

3. Informasi dipecah dalam beberapa segmen

Untuk mempermudah pembaca mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan diinginkan, di aplikasi Kumparan tersedia beberapa segmen seperti: News, Bola, Bisnis, HITS, Style, Sport, K-POP, Sains, Tech, Travel, Mom dan food. 

Dan terdapat berita Headline di masing-masing segmen sebagai informasi aktual untuk pembaca yang tak ingin ketinggalan berita

4. Berita terupdate masuk dalam pemberitahuan 

Ini juga menarik. Akan muncul pemberitahuan di layar Hp setiap kali satu informasi segmen yang dipilih tayang di Aplikasi Kumparan. Jika tidak pemberitahuan terhapus, maka informasi tersebut dapat dilihat kembali oleh pembaca di bagian Notifikasi dalam aplikasi

5. Menyediakan banyak #BerkahNulisdiRumah

Selama PSBB berlangsung, Kumparan merupakan salah satu platform berita yang menurut saya sangat membantu banyak masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

Lewat aplikasi tersebut, Blogger yang kehilangan banyak job, pembaca yang kehilangan pekerjaan tetapnya, punya harapan untuk sedikit menambah pundi-pundi Rupiah dengan mengikuti berbagai program #BerkahNulisdiRumah atau program-program THR lainnya yang diselenggarakan oleh Kumparan

6. Tergolong Ringan

Keseluruhan keunggulan yang menawarkan ragam informasi #Tenanguntukmenang ini, hanya dikemas dalam 162MB update terbaru hari ini, Senin 1 Juni 2020. 



Comments