Skip to main content

Perjalanan Kisah Kami

Foto: Ester Hutabarat


*Artikel ini disertakan dalam 30 hari lomba menulis untuk perayaan 1 tahun anabutarbutar.com

Penulis: Ester Hutabarat

Setiap orang mempunyai kisahnya masing-masing dalam menemukan pasangan atau kekasih.

Disini aku mau menceritakan sedikit kisah ku bagaimana aku bisa bertemu dengan dia yang sekarang menjadi kekasih.

Awal pertemuan kami berawal dari sahabat ku Eva Moncia Sinaga yang sudah dipanggil Tuhan, yang mengenalkan aku dengan temannya bernama Agus Girsang. Setelah itu yang ku sebut sekarang bang Agus, Dia mulai mencari tau tentang aku di sosial media Facebook, disanalah pertama kali kami saling berkomunikasi dan mengenal satu sama lain.

Bang Agus mulai mengirim pesan melalui Facebook ku, tapi setelah dua minggu kemudian pesan itu baru terbaca oleh ku, karena jujur aku jarang sekali membuka sosial media dan setelah obrolan singkat di media sosial itu, kami berlanjut dengan memberi nomor telepon masing-masing.

Komunikasi kami setelah memberi nomor telepon semakin dekat dan kemudian seminggu setelah komunikasi tersebut, kami janjian untuk bertemu di Gereja dan setelah pertemuan tersebut, dia datang ke rumah dan mengenalkan dirinya di hadapan kedua orang tua dan mereka menyambut hangat kedatangannya dan obrolan pun mulai mengalir satu sama lain.  

Setelah kedatangannya di rumah, bang Agus mengajak ku ke sebuah tempat makan di Mall yang berada di Lampung, di awal kencan tersebut kami masih malu-malu satu sama lain dan masih sediki bicara. Ada cerita lucu yang terjadi disaat kami memesan makanan, saking aku yang pemalu, aku sampai memesan menu yang salah, aku memesan pangsit yang sebenarnya tidak ku suka. Tapi karena sudah terlanjur ku pesan aku mencoba menikmatinya dengan tetap melemparkan senyuman kepadanya.

Awal pertama pertemuan kami jujur, bang Agus bukan kriteria pasangan yang kucari. Dan karakter kami juga sangat bertolak belakang, Dia pendiam beda sekali dengan aku yang banyak bicara, aku suka sekali bersosialisasi dengan banyak orang dan bang Agus tidak seperti itu, dan banyak perbedaan lainnya yang menurut ku, aku dan dia tidak akan cocok kalau bersama.

Tapi aku berusaha untuk mencoba belajar untuk memahami dia. Dan akhirnya lambat laun aku mulai bisa memahami karakter dia dan akan terus belajar tentunya. Setelah sudah cukup mengenal keluarga ku, aku mulai diajak untuk berkunjung kerumahnya. Disana aku diperkenalkan dengan kedua Orang tuanya dan adiknya perempuan.

Awal aku diajak datang kerumahnya jujur aku bingung untuk bersikap seperti apa, salah tingkah dan malu-malu. Lalu aku berfikir juga apakah keluarganya senang dengan kedatangan ku, pikiran itu terus ada dibenak ku. tapi semuanya itu tidak seburuk dengan apa yang ku pikirkan, aku disambut hangat disana dan diperlakuan baik seperti Anaknya sendiri. 

Usia kami terpaut jarak empat tahun, tidak terlalu jauh memang dan dari awal hubungan, kami sudah berkomitmen untuk menjalaninya dengan serius walaupun hubungan ini memang belum terjalin lama, tapi kami sudah yakin satu sama lain dan dalam perjalanan masa pacaran banyak hal yang telah kami lalui, ada cerita suka maupun duka di dalamnya, dan biarlah dari perjalanan tersebut membuat kami terus saling menguatkan satu sama lain. Inilah cerita singkat dari ku, harapan ku buat teman-teman yang merindukan untuk mendapatkan pasangan, semoga kalian segera dipertemukan dengan pasangan yang sepadan dan buat kamu yang sedang menjalin hubungan cintai pasangan mu dengan kelebihan dan kekurangannya, karena tidak ada pasangan yang sempurna, disinilah kita hadir untuk saling melengkapi dan menutupi kekurangan pasangan kita. Dan kelak tiba waktuNya hubungan kita akan dipersatukan oleh Tuhan.  

Comments

  1. Cinta sejati bisa datang kapan saja dan dimana saja, terima kasih untuk tulisannya, saya harapkan yang terbaik untuk hubungan penulis dengan pasangan kedepannya, aminnn

    ReplyDelete
  2. Perjalanan yg unik dan menarik kak Ester , tetap jalin komunikasi yg baik kakak , di tunggu undangannya yaa ,,

    ReplyDelete
  3. Setiap hubungan pasti ada ceritanya sendiri. Semangat kaka, Tuhan yang boleh berakati hubungan nya

    ReplyDelete
  4. Wihhh pasangan yang melengkapi satu sama lain. Yang satu cerewet dan satu nya lagi pendiam.hihihi

    ReplyDelete
  5. Semakin diberkati selalu hubungannya kakak, terus menjadi berkat buat semua orang. Doakan kami yang sedang bergumul dalam mencari pasangan hidup.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Review] Cerita 4 Hari 3 Malam di Hotel Aryaduta Tugu Tani.

Masih berbicara tentang Vlog dan Blog Competition yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Januari 2020 lalu. Puncak acara ini adalah BI Netifest 2020 yang diadakan di museum Bank Indonesia sekaligus pengumuman pemenang dari seluruh kategori. Cerita selengkapnya tentang keseruan keberlangsungan acara tersebut bisa kamu baca di sini:  5 Alasan Penting Mengapa Harus Ikutan Vlog dan BlogCompetition Bank Indonesia. Jika tahun 2019 lalu tempat yang disediakan oleh Bank Indonesia bagi seluruh finalis terpilihnya adalah Hotel Grand Mercure Gajah Mada, maka tahun ini Bank   Indonesia memfasilitasi Hotel Aryaduta Tugu Tani untuk tempat penginapan selama acara, salah satu hotel berbintang 5 di Jakarta. Selama 4 hari 3 malam berada di hotel ini, masing-masing punya cerita sendiri. Termasuk aku.Masing-masing punya cerita mulai dari teman baru, view kamar, pengalaman yang di dapat, fasilitas yang ditawarkan oleh hotel, hingga hal-hal menarik apa saja yang dapat dilakukan di

Serunya Mengikuti Test CPNS di Kementerian Pertanian

Di ruang tunggu sebelum memasuki area registrasi | Foto: Efa Butar butar Yuhuuu, mana nih suaranya para pejuang CPNS? Tetap semangat, terus belajar jangan lupa berdoa dan minta restu orang tua sebelum test CPNS nya ya. Kebetulan, dari sekian ratus ribu peminat CPNS, aku salah satu di dalamnya. Heheh. Aku ambil Kementerian Pertanian dengan jabatan sesuai bidang yang dulu kuambil saat kuliah. Dan sesuai dengan jadwal yang telah dikeluarkan oleh Kementan dalam websitenya, untuk wilayah DKI Jakarta, ujian dilaksanakan di gedung Auditorium Kementerian Pertanian tanggal 11-14 Februari 2020 menyusul lokasi lain yang sudah lebih dahulu melaksanakan ujian. Dan hari ini, Rabu 12 Februari 2020 adalah jadwalku dan ratusan peserta lainnya untuk ujian. Tulisan ini kubuat setelah mengambil tas dan keluar dari ruangan ujian. Dan sebagai peserta yang telah menyelesaikan tanggungjawabnya, lega ya tentu saja. Aku sudah melaksanakan tanggung jawabku untuk melakukan yang terbaik dala

Tak Perlu Dibedah, Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur Tawarkan Cara Singkat untuk Penanganan Penyakit Kardiovaskular

Dokter pemateri dan MC | Foto: Dokumen Pribadi Petang tadi, usai menghadiri sebuah acara dibilangan Alam Sutera, tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang Bapak paruh baya. Wajahnya sangat pucat dengan pergerakan sangat lambat. Saat itu kami sedang berada di kereta Commuter Line ke arah stasiun tanah abang. Bedanya, Beliau duduk, sementara saya dan penumpang lain berdiri. Sesaat sebelum turun, seorang Ibu yang berada persis di sisinya menuntun Beliau berdiri. “Tolong dikasih jalan ya Mas, Mba. Maaf, sakit jantung soalnya.” Tanpa perlu diminta, penumpang yang berdiri membentuk lorong kecil untuk Beliau berjalan tanpa halangan. Mungkin Beliau baru mendapatkan perawatan atau mungkin pasang ring jantung. Memang, tiap kali dihadapkan dengan penyakit yang terdengar sangat berbahaya ini, panik, hati-hati, ketakutan, cemas adalah sederet perasaan yang tak bisa dipisahkan. Dan itu wajar karena penderita penyakit jantung konon kapan saja bisa “lewat”. Tidak ada hati yang siap unt