Skip to main content

Nasi Daging Panggang "Yummy"

Foto: Priestin D. P

*Artikel ini disertakan dalam 30 hari lomba menulis untuk perayaan 1 tahun anabutarbutar.com 

Penulis: Priestin Dian Prawesty

Berawal dari mencari dana untuk sebuah acara, aku dan teman- temanku mencoba untuk mulai menjual makanan yang dimasak sendiri. Sebenarnya, kami bukan termasuk  orang yang ahli memasak, walaupun menyukainya. Kami mencoba dua menu, ada ayam katsu dan daging panggang. Kami menjual dengan menggabungkannya dengan nasi dan sayuran yang kami masukan ke dalam kemasan bowl, untuk daging kami panggang di tempat, ini menjadi daya tarik sendiri.

Butuh tenaga lebih memang, apalagi untuk pemula seperti kami. Namun, hasil yang didapat lumayan membantu dalam pengumpulan dana, yang menjadi target kami. Jadi, untuk yang sedang menjadi panitia dan sedang mencari cara mengumpulkan dana atau bagi yang ingin membuka usaha ini juga sangat boleh, bisa juga untuk dinikmati bersama keluarga, apalagi dimasak bersama- sama akan menjadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan di rumah. Berikut bahan- bahan yang dibutuhkan serta cara memasaknya, untuk kali ini hanya untuk menu daging panggang.

Bahan- bahan:

  • Daging Sapi
  • Sayuran wortel, buncis, dan jagung muda (putren) atau sayuran lain yang bisa disesuaikan
  • Lemon
  • Mentega
  • Wijen
  • Bumbu- bumbu, seperti lada, garam, dan kecap

Cara memasaknya:

  1. Bumbui daging dengan lada, garam, dan perasan lemon. Rendam dan diamkan (usahakan menggunakan mangkuk kaca
  2. Siapkan wortel, buncis dan jagung muda (putren), cuci bersih mengunakan air mengalir, lalu potong- potong.
  3. Setelah itu, rebus sayuran (pastikan jangan sampai terlalu matang)
  4. Sayuran siap
  5. Ambil daging yang sudah disiapkan sebelumnya.
  6. Panaskan panggangan
  7. Olesi daging dengan mentega
  8. Panggang daging hingga hampir matang, lalu olesi dengan campuran mentega dan kecap, supaya mendapatkan warna yang menarik
  9. Lalu panggang hingga matang atau sesuai dengan selera
  10. Setelah sayuran dan daging siap, saatnya penyajian. Namun, jangan lupa siapkan nasi atau kentang untuk pendampingnya.
  11. Susun nasi, daging, dan sayuran
  12. Tambahkan taburan wijen ke atas daging panggang, supaya hidangan lebih menarik (opsional)

Nasi, daging, dan sayuran sudah tersusun rapi. Namun, akan lebih nikmat jika disajikan dengan saus atau sambal. Waktu itu kami menyediakan saus tiram untuk yang tidak menyukai pedas dan ada juga sambal balado, sebenarnya lebih mirip seperti sambal untuk pendamping ayam geprek, tapi kami menyebutnya sambal balado. Maaf jika salah menyebutkan. Sambal ini menjadi favorit konsumen, terutama para pecinta pedas. Untuk itu kali ini juga akan dibahas bahan- bahan serta resep pembuatan sambal balado. Berikut ini bahan- bahan dan resepnya.

Bahan- bahan:

Cabe merah, cabe setan (sebutan didaerahku, bisa beda nama tiap daerah), bawang putih, garam, gula, perasan lemon, dan minyak goreng.

Cara membuatnya:

  1. Giling kasar cabe merah, cabe setan, dan bawang putih bisa menggunakan blender atau chopper (perhatikan jangan sampai terlalu halus).
  2.  Panaskan minyak goreng, masukan cabe merah, cabe setan, dan bawang putih yang sudah digiling kasar
  3. Tambahkan garam dan gula, serta perasan lemon
  4. Koreksi rasa
  5. Tumis hingga matang
  6. Sambal siap untuk mendampingi daging panggang

Itulah cara membuat daging panggang dan sambal balado. Semoga dapat bermafaat. Jangan takut untuk mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya jika belum mencoba. Apalagi dalam hal memasak, sangat diperlukan keberanian untuk bereksperimen didapur. Selamat mencoba. Happy Cooking.


Comments

Popular posts from this blog

[Review] Cerita 4 Hari 3 Malam di Hotel Aryaduta Tugu Tani.

Masih berbicara tentang Vlog dan Blog Competition yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Januari 2020 lalu. Puncak acara ini adalah BI Netifest 2020 yang diadakan di museum Bank Indonesia sekaligus pengumuman pemenang dari seluruh kategori. Cerita selengkapnya tentang keseruan keberlangsungan acara tersebut bisa kamu baca di sini:  5 Alasan Penting Mengapa Harus Ikutan Vlog dan BlogCompetition Bank Indonesia. Jika tahun 2019 lalu tempat yang disediakan oleh Bank Indonesia bagi seluruh finalis terpilihnya adalah Hotel Grand Mercure Gajah Mada, maka tahun ini Bank   Indonesia memfasilitasi Hotel Aryaduta Tugu Tani untuk tempat penginapan selama acara, salah satu hotel berbintang 5 di Jakarta. Selama 4 hari 3 malam berada di hotel ini, masing-masing punya cerita sendiri. Termasuk aku.Masing-masing punya cerita mulai dari teman baru, view kamar, pengalaman yang di dapat, fasilitas yang ditawarkan oleh hotel, hingga hal-hal menarik apa saja yang dapat dilakukan di

Serunya Mengikuti Test CPNS di Kementerian Pertanian

Di ruang tunggu sebelum memasuki area registrasi | Foto: Efa Butar butar Yuhuuu, mana nih suaranya para pejuang CPNS? Tetap semangat, terus belajar jangan lupa berdoa dan minta restu orang tua sebelum test CPNS nya ya. Kebetulan, dari sekian ratus ribu peminat CPNS, aku salah satu di dalamnya. Heheh. Aku ambil Kementerian Pertanian dengan jabatan sesuai bidang yang dulu kuambil saat kuliah. Dan sesuai dengan jadwal yang telah dikeluarkan oleh Kementan dalam websitenya, untuk wilayah DKI Jakarta, ujian dilaksanakan di gedung Auditorium Kementerian Pertanian tanggal 11-14 Februari 2020 menyusul lokasi lain yang sudah lebih dahulu melaksanakan ujian. Dan hari ini, Rabu 12 Februari 2020 adalah jadwalku dan ratusan peserta lainnya untuk ujian. Tulisan ini kubuat setelah mengambil tas dan keluar dari ruangan ujian. Dan sebagai peserta yang telah menyelesaikan tanggungjawabnya, lega ya tentu saja. Aku sudah melaksanakan tanggung jawabku untuk melakukan yang terbaik dala

Tak Perlu Dibedah, Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur Tawarkan Cara Singkat untuk Penanganan Penyakit Kardiovaskular

Dokter pemateri dan MC | Foto: Dokumen Pribadi Petang tadi, usai menghadiri sebuah acara dibilangan Alam Sutera, tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang Bapak paruh baya. Wajahnya sangat pucat dengan pergerakan sangat lambat. Saat itu kami sedang berada di kereta Commuter Line ke arah stasiun tanah abang. Bedanya, Beliau duduk, sementara saya dan penumpang lain berdiri. Sesaat sebelum turun, seorang Ibu yang berada persis di sisinya menuntun Beliau berdiri. “Tolong dikasih jalan ya Mas, Mba. Maaf, sakit jantung soalnya.” Tanpa perlu diminta, penumpang yang berdiri membentuk lorong kecil untuk Beliau berjalan tanpa halangan. Mungkin Beliau baru mendapatkan perawatan atau mungkin pasang ring jantung. Memang, tiap kali dihadapkan dengan penyakit yang terdengar sangat berbahaya ini, panik, hati-hati, ketakutan, cemas adalah sederet perasaan yang tak bisa dipisahkan. Dan itu wajar karena penderita penyakit jantung konon kapan saja bisa “lewat”. Tidak ada hati yang siap unt