Mudik yang Tertunda


*Artikel ini disertakan dalam 30 hari lomba menulis untuk perayaan 1 tahun anabutarbutar.com

Penulis: Ester Hutabarat

Mudik merupakan tradisi yang dilakukan oleh warga Indonesiadisaat lebaran akan tiba, biasanya jauh sebelum lebaran tiba para pemudik sudah memesan tiket untuk keberangkatan ke kampung halamanmereka masing-masing. Baik berupa tiket bus, travel, kereta api, dan transportasi lainnya mereka sudah memesannyasupaya tidak kehabisan tiket.

Selain tiket yang telah dipesan, oleh-oleh pun tidak luput untuk dipersiapkan sebelum keberangkatan ke kampung halaman yang nantinya akan dibawa dan dibagikan dengan saudara-saudara dan yang tidak boleh lupa adalah THR berupa uang-uang kecil juga harus dipersiapkan untuk dibagi ke saudara yang ada di kampung halaman. Dan menjelang H-7 sebelum Lebaran,biasanya pemudik sudah bersiap-siapakan berangkat ke kampung halaman mereka masing-masing untuk bertemu keluarga besar dan merayakan Idul Fitri bersama-bersama.

Walapun saya pribadi tidak ikut mudik seperti teman-teman, tapi saya selalu antusias melihat kesibukan mereka untuk mempersiapkan mudik dan sering kali juga saya menemani mereka untuk membeli oleh-oleh yang akan dibawa. Ada kesenangan tersendiri ikut terlibat untuk membantu persiapan mudik mereka. Dan biasanya saya juga menjadi langganan rutin untuk menjaga rumah teman-teman yang akan mudik, para teman-teman sengajamenitipkan rumahnya kepada saya untuk sesekali agar dilihat dan saya senang untuk hal tersebut supaya mereka juga tidak perlu khawatir akan rumah yang ditinggal dalam beberapa minggu.

Tapi Lebaran tahun ini sungguh sangat berbeda dengan Lebaran tahun kemarin. Tahun ini pemerintah melarang kita untuk mudik ke kampung halaman masing-masing. Pemerintah punya alasan terkait larangan tersebut. Virus Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia cukup mengkhwatirkan karena penyebaran virus yang begitu cepat dan banyak memakan korban. Sampai hari Senin 11 Mei 2020 orang yang sudah terinfeksi Virus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 12.265orang,  sejak berita pertama kali virus covid-19 masuk ke Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020. Sebagai warga negara Indonesia yang baik sudah seharusnya kita untuk taat mematuhi perintah tersebut agar virus covid-19 ini cepat selesai dan penularannya tidak meluas akibat kita menunda untuk pulang kampung. Supaya virus ini juga tidak menular kan ke saudara-saudara ketika kita di kampung halaman.Saat ini kita dapat membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah penularan Virus Covid-19  tetap dirumah saja dan tidak pergi mudik.

Dampak Virus Covid-19 ini sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia baik dari sektor parwisata, hotel, restoran, dan sektor lainnya yang mengakibatkan banyak karyawan yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau dirumahkan sementara waktu.Banyak kepala rumah tangga yang kehilangan pekerjaan tahun ini akibat Virus Covid-19, banyaknya yang kehilangan pekerjaan membuat kriminalitas juga meningkat.

Di bidang sektor pendidikan juga mendapat dampak dari Virus Covid-19 ini, para murid dan mahasiswa tidak bisa mengikuti pembelajaran seperti biasanya. Mereka belajar di rumah dengan metode online yang didampingi guru.Banyak kendala juga yang dihadapi para murid dan guru dengan metode online ini, kurangnya pemahaman murid akan materi karena tidak langsung bertatap muka, tapi mau tidak mau para guru dan murid harus bisa berdamai dengan situasi seperti ini.

Badai pasti berlalu, kita semua bisa melewati masa Virus Covid-19 ini. Tidak usah bersedih hati karena tahun ini tidak bisa mudik. Percayalah mudik kita yang tertunda akan membawa kebaikan buat kita semua.


Comments

  1. Gpp kita tidak mudik dulu untuk kebaikan bersama

    ReplyDelete
  2. Semangatt semuaaa, pasti semua akan berlaluuuu🙏🙏🙏

    ReplyDelete
  3. Kita pasti bisa melewati masa Virus Covid-19 ini. Semangat semuanya...

    ReplyDelete
  4. Walaupun tidak mudik tahun ini, kita bisa tetap terhubung melalui video call walaupun jarak memisahkan. Semangat kita bisa melewati ini semua

    ReplyDelete

Post a Comment