Mendadak Jogja



*Artikel ini disertakan dalam 30 hari lomba menulis untuk perayaan 1 tahun anabutarbutar.com 

Penulis: Priestin Dian Prawesty


Liburan tentu menjadi hal yang sangat dinantikan, begitu juga dengan aku dan kedua sahabatku. Kami sudah tak sabar menanti saat liburan ke Bandung. Kami sepakat untuk bertemu di Jakarta lalu bersama sama naik kereta menuju Bandung.

Persiapanpun sudah kami lakukan, mulai dari memilih tempat wisata yang akan dikunjungi, mencari tahu rute perjalanannya serta transportasi yang bisa digunakan di sana supaya bisa memaksimalkan waktu liburan, tak lupa kami juga memilih hotel tempat kami akan menginap dan persiapan lainnya. Semua persiapan untuk ke Bandung.

Pada saat kami sudah akan memesan tiket perjalanan dan hotel, kami mendengar berita bahwa Gunung Tangkuban Perahu erupsi. Tentu hal ini membuat kami kaget dan kembali berdiskusi tentang perjalanan kami ke Bandung, yang tinggal beberapa hari lagi. Awalnya hanya mengubah tempat wisata yang akan kami kunjungi, sebisa mungkin mencari tempat wisata yang jauh dari Gunung Tangkuban Perahu. Walaupun kami masih ragu tentang keamanan jika tetap berlibur ke Bandung. Karena masih ada keraguan, kami masih menunda pemesanan tiket perjalanan dan hotel. 

Tepat sehari sebelum berangkat, kami mendengar berita bahwa beberapa tempat wisata ditutup. Jadi, setelah sepanjang hari terus mencari info terkait kondisi terkini dan sepertinya tidak memungkinkan liburan disana. Malam hari sebelum hari keberangkatan, kami memutuskan untuk membatalkan rencana kami ke Bandung.

Liburan ke Bandung boleh gagal, tapi kami tak ingin cuti yang sudah dipersiapkan untuk liburan sia- sia. Karena itu, kami memutuskan untuk pindah daerah liburan, ya kami memutuskan untuk berliburan di Jogja dan daerah sekitarnya. 

Sesuai kesepakatan kami bertemu di Jakarta, untuk bersama- sama naik kereta ke Jogja. Di kereta itulah kami merencanakan semua hal yang akan dilakukan di Jogja dan tak lupa kami juga memilih hotel. Perjalanan mendadak ke Jogja pun dimulai. 


Candi Prambanan


Setelah sedikit merapikan dan membersihkan diri di toilet stasiun, serta tak lupa kami tetap menyempatkan diri untuk sarapan. Kami langsung berangkat ke destinasi pertama kami dengan masih menggendong ransel yang berisi pelengkapan untuk beberapa hari. Ya Candi Prambanan menjadi pilihan destinasi pertama kami.

Rasa lelah dan kantuk, karna hanya bisa tertidur sebentar di kerta api, sungguh terbayarkan dengan melihat Candi Prambanan. Tak hentinya kami berdecak kagum melihat kemegahan Candi Prambanan. Jadi, kalau sedang berlibur ke Jogja pastikan Candi Prambanan masuk dalam daftar tujuan wisata.

Malioboro

Malam hari setelah kami istirahat di hotel (liburan juga perlu istirahat), jalan- jalan di Malioboro menjadi pilihan kami, karena lokasi yang tidak terlalu jauh dari hotel.

Walaupun malam di sana masih cukup ramai. Sehingga sepertinya memang pas jika jalan- jalan di Malioboro dilakukan malam hari, tapi jangan sampai terlalu malam ya. Sepertinya hanya disini kami tidak mengambil foto, karena terlalu asik menikmati kuliner dan berbelanja.

Pantai Parangtritis


Pantai sepertinya tidak boleh dijauhkan dari daftar liburan kami, pecinta pantai. Melihat deburan ombak dan laut sangat menyenangkan dan menenangkan. Parangtritis memiliki aturan untuk tidak boleh mandi di laut, namun hal itu tidak mengurangi rasa puas ketika berkunjung kesana. Dengan bermain dan duduk memandangi laut pun rasanya sudah cukup memuaskan, tak lupa berfoto tentunya. Jadi, untuk para pecinta pantai, jangan lupa memasukan Pantai Parangtritis dalam daftar kunjungan.

Hutan Pinus Mangunan


Ketika memasuki daerah hutan pinus tentu mata kita akan disegarkan dengan hijaunya pepohonan. Namun sayang, ketika kami kesana agak sedikit gersang, karena memang sedang musim panas. Jadi, usahakan jika berkunjung kesini pada musim yang tepat sehingga bisa menikmati keindahannya.

Candi Borobudur


Bukan termasuk dalam daerah Jogja, namun rasanya sayang jika melewatkan Borobudur. Sangat menakjubkan bila bisa menikmati pemandangan matahari terbenam dari sini. Jadi, berkunjung ke Borobudur  menjelang sore dapat menjadi salah satu pilihan liburan.

Keraton Yogyakarta


Sangat perlu berkunjung kesini untuk lebih bisa mengenal Jogja dan sejarahnya. Jadi, jangan sampai terlewatkan ya.

Liburan yang serba dadakan tidak seburuk yang dibanyangkan, walaupun ada tantangan tersendirinya. Apalagi bagi yang hanya mengandalkan Google Maps. Namun, ini bisa jadi perjalanan terbaik, karena bisa berlibur sekaligus belajar mengambil keputusan terbaik, menahan ego, menimbulkan rasa saling membutuhkan satu dengan yang lain, dan masih banyak yang lainnya.

Jadi jangan ragu untuk liburan dadakan bersama sahabat, walau akan lebih baik jika sudah dipersiapkan. Pasti akan mendapatkan pelajaran dari liburan itu. 

Comments