Melawan Rasa Rindu ditengah Wabah Virus Covid-19



*Artikel ini disertakan dalam 30 hari lomba menulis untuk perayaan 1 tahun anabutarbutar.com

Penulis: Ester Hutabarat

"Jatuh cinta berjuta rasanya, biar siang, biar malam, terbayang wajahnya. Jatuh Cinta berjuta indahnya, biar hitam, biar putih, manislah nampaknya."
Lirik ini adalah sepenggal lagu dari ciptaan penyanyi legendaris Titiek Puspa. Lagu ini merupakan gambaran seseorang yang sedang jatuh cinta kepada pasangannya. Begitulah kurang lebih perasaan seseorang jika sedang jatuh cinta semua terasa begitu indah. Apalagi jika kita bisa bersama-sama setiap waktu bersama pasangan.

Tapi saat ini semuanya berubah, tidak ada lagi pertemuan yang sering dilakukan bersama pasangan, tak ada malam mingguan yang dijadwalkan setiap akhir pekan, menikmati wisata kuliner bersama pasangan, dan lain sebagainnya.

Semuanya harus menjaga jarak karena wabah Virus Covid-19. Sedangakan rasa rindu itu obatnya adalah bertemu, tapi bagaimana jika ditengah wabah Virus Covid-19? Dimana pertemuan yang kita lakukan saat ini sangat bersiko tertular. Sangat berbeda dengan pertemuan kita dulu dengan pasangan yang biasanya tidak perlu memikirkan tentang wabah ini, bertemu kapan saja, dimana saja tidak ada batasan.

Terlebih Pemerintah mengajak kita untuk menjaga jarak di tengah wabah ini.Tapi kita jangan bersedih hati, bagi teman-teman yang mempunyai pasangan, kalian tetap bisa bertemu walaupun  tidak secara langsung.

Ada beberapa aplikasi yang bisa kita gunakan untuk tetap terhubung diantaranya menggunakan aplikasi Whatsapp melalui video call, untuk sementara waktu media video call dari Whatsapp ini bisa menjadi alternatif kita untuk menahan rindu yang tak terbendung dengan pasangan. Tidak hanya itu kita juga bisa memberikan perhatian kepada pasangan dengan mengirimkan makanan yang mereka butuhkan, disaat wabah seperti ini perhatian tersebut sangat perlu dilakukan agar pasangan kita tetap terjaga kesehatannya.

Ada banyak cerita yang terjadi selama wabah Virus Covid-19 ini terhadap pasangan masing-masing. Ada pasangan yang sudah merencanakan pernikahan, tapi karena wabah ini mereka terpaksa untuk menunda pernikahan tersebut sampai wabah ini berakhir karena saat ini Pemerintah melarang mengadakan suatu pertemuan untuk menghindari penularan.

Tentunya akibat  penundaan ini banyak kerugian yang dikeluarkan masing-masing pasangan terlebih sudah ada panjar yang dibayarkan. Tapi ada juga yang tetap melangsungkan pernikahan dengan catatan tidak menggelar resepsi pernikahan terlebih dahulu. Mereka hanya melangsungkan ijab kabul atau pemberkatan dengan tetep mengikuti protokol yang ada. Seperti yang sudah diatur oleh Kementerian Agama (Kemenag) mengizinkan adanya prosesi akad nikah di tengah wabah Virus Corona (COVID-19). Asalkan jumlah orang yang hadir di prosesi tersebut tidak lebih dari 10 orang dalam satu ruangan.

Dimasa-masa seperti ini setiap pasangan harus saling mengerti satu sama lain,  menguatkan dan berdoa kepada Tuhan agar wabah ini cepat berakhir. Supaya setiap rencana yang sudah direncanakan bisa terlaksana setelah wabah Virus Covid-19 ini berlalu. 

Tidak perlu lama-lama bersedih hati karena situasi seperti ini, mari terus berjalan dan melangkah untuk tetap produktif di tengah wabah ini, karena ada banyak juga pasangan di luar sana yang mengalami situasi seperti ini kita tidak sendiri mengalaminya. 

Percayalah segala sesuatu sudah diatur oleh Tuhan dan semua yang telah terjadi mendatangkan kebaikan untuk kita. Segala sesuatu itu akan indah pada waktuNya. Tetap semangat buat kita semua, tetap patuhi peraturan Pemerintah agar wabah Virus Covid-19 ini segera berakhir. Penantian kita semua akan berbuah yang manis. 

Salam sehat dari aku untuk kalian yang juga sedang berjuang.

Comments

  1. Uhhh kalau sma aku rindu gak kak :v. Nita

    ReplyDelete
  2. Semangat buat para pasangan yang tertunda karena Covid-19, setelah wabah ini selesai setiap rencana akan terlaksana. Tetap sabar ya

    ReplyDelete
  3. Sabar menunggu Dan terus berdoa agar bumi segera berdamai dengan segala virus ..

    ReplyDelete

Post a Comment