Skip to main content

Berbagi Resep Masakan

Foto: Ester Hutabarat

*Artikel ini disertakan dalam 30 hari lomba menulis untuk perayaan 1 tahun anabutarbutar.com

Penulis: Ester Hutabarat

Memasak sebenarnya bukanlah hobi yang kusukai, karena dari Ibu sendiri pun tidak berbakat memasak, jadi karena dia tidak pandai memasak, kami anak-anaknya tidak menuntut banyak darinya untuk dimasakkan apa. Apa saja yang dia masak, kami selalu menyatapnya dengan senang. Karena kami berfikir, sudah dimasakkan saja sudah bersyukur. Ibuku tetaplah yang terbaik, walaupun tidak pandai memasak seperti ibu yang lainnya. Namun aku percaya setiap apa yang dimasak pasti dibuat penuh dengan rasa cinta.

Perempuan yang tidak pandai memasak, tetaplah perempuan yang luar biasa, karena dibalik dia tidak bisa masak, pasti ada kelebihan lain yang dia punya. Aku adalah salah satu perempuan yang tidak pandai dalam urusan masak, tapi setidaknya ada yang bisa ku buat untuk keluarga yang kuolah sendiri melalui tangan ku yaitu sup ikan salmon. Menu ini adalah temasuk favorit dikeluargaku. Berikut adalah cara untuk membuatnya.

Bahan yang harus dipersiapkan:

  1. Siapkan beberapa ikan salmon, kemudian bersihkan ikan salmon ke dalam air yang mengalir sampai bersih dan pastikan ikan tersebut tidak berlendir lagi.
  2. Lalu persiapkan sayur-sayur untuk bahan yang akan di sup yaitu wortel, kentang, buncis, dan kol. Jumlah sayur yang dipersiapkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
  3. Bumbu yang juga harus disediakan berupa merica, garam, bawang putih, bawang merah, jahe dan lada.

Cara memasak:

  1. Tumis bawang merah dan bawang putih yang sudah dihaluskan dengan minyak sampai tercium aroma wangi.
  2. Lalu masukkan jahe yang sudah digeprek ke dalam tumisan kemudian masukkan air satu liter, tunggu sampai mendidih.
  3. Kemudian masukkan ikan salmon yang sudah dibersihkan, kedalam tumisan.
  4. Selanjutnya masukkan sayuran yang sudah dipotong terlebih dahulu, kedalam tumisan tersebut
  5. Dan terakhir masukkan garam, merica, dan lada secukupnya, aduk sampai rata dan tunggu sampai matang.
  6. Jadilah menu sup ikan salmon yang siap dinikmati bersama keluarga.
Selain sup ikan salmon aku juga mempunyai menu masakan yang bisa  ku buat yaitu mie gomak makanan khas dari Sumatera Utara.

Bahan yang harus dipersiapkan :

  1. Mie Gomak satu bungkus yang bisa dibeli dipasar
  2. Daging cincang yang sudah dipotong-potong
  3. Bakso Daging
  4. Bumbu Dapur seperti merica, lada, garam, penyedap rasa, dan kecap
  5. Bawang merah, bawang putih, cabe merah dan cabe rawit
  6. Sayur sawi untuk tambahan didalamnya
Cara Memasak

  1. Rebus mie gomak sampai mendidih, tiriskan sampai air nya tidak ada lagi.
  2. Lalu tumis bawang putih, bawang merah, cabe merah dan cabe rawit yang sudah dihaluskan sebelumnya, aduk merata dan tunggu sampai aroma wangi tercium
  3. Kemudian masukkan mie yang sudah ditiriskan kedalam tumisan tersebut, aduk sampai mie tercampur kedalam tumisan.
  4. Masukkan daging yang sudah dicincang dan bakso daging.
  5. Lalu jangan lupa masukkan bumbu merica, lada, garam, penyedap rasa dan kecap sesuai selera, aduk sampai rata. Tunggu beberapa menit sampai semua bumbu meresap ke dalam mie,  kemudian mie gomak siap dinikmati bersama keluarga.
Inilah beberapa menu masakkan yang ku buat untuk keluarga, dan teman-teman juga bisa mencoba resep sederhana dari ku untuk dicoba dirumah dan buat teman-teman yang ingin belajar masak, teruslah mencoba untuk membuatnya. Dan ada banyak juga buku-buku resep yang bisa kita coba untuk belajar memasak. Selamat mencoba.

Comments

  1. Jadi kepingin coba sup ikan salmon dirumah. Praktis untuk dicoba

    ReplyDelete
  2. Mie Gomak khas Medan boleh dicoba dirumah dan di daerah rumah juga kebetulan ada yang jual,terimakasih kakak resep menunya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Review] Cerita 4 Hari 3 Malam di Hotel Aryaduta Tugu Tani.

Masih berbicara tentang Vlog dan Blog Competition yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Januari 2020 lalu. Puncak acara ini adalah BI Netifest 2020 yang diadakan di museum Bank Indonesia sekaligus pengumuman pemenang dari seluruh kategori. Cerita selengkapnya tentang keseruan keberlangsungan acara tersebut bisa kamu baca di sini:  5 Alasan Penting Mengapa Harus Ikutan Vlog dan BlogCompetition Bank Indonesia. Jika tahun 2019 lalu tempat yang disediakan oleh Bank Indonesia bagi seluruh finalis terpilihnya adalah Hotel Grand Mercure Gajah Mada, maka tahun ini Bank   Indonesia memfasilitasi Hotel Aryaduta Tugu Tani untuk tempat penginapan selama acara, salah satu hotel berbintang 5 di Jakarta. Selama 4 hari 3 malam berada di hotel ini, masing-masing punya cerita sendiri. Termasuk aku.Masing-masing punya cerita mulai dari teman baru, view kamar, pengalaman yang di dapat, fasilitas yang ditawarkan oleh hotel, hingga hal-hal menarik apa saja yang dapat dilakukan di

Serunya Mengikuti Test CPNS di Kementerian Pertanian

Di ruang tunggu sebelum memasuki area registrasi | Foto: Efa Butar butar Yuhuuu, mana nih suaranya para pejuang CPNS? Tetap semangat, terus belajar jangan lupa berdoa dan minta restu orang tua sebelum test CPNS nya ya. Kebetulan, dari sekian ratus ribu peminat CPNS, aku salah satu di dalamnya. Heheh. Aku ambil Kementerian Pertanian dengan jabatan sesuai bidang yang dulu kuambil saat kuliah. Dan sesuai dengan jadwal yang telah dikeluarkan oleh Kementan dalam websitenya, untuk wilayah DKI Jakarta, ujian dilaksanakan di gedung Auditorium Kementerian Pertanian tanggal 11-14 Februari 2020 menyusul lokasi lain yang sudah lebih dahulu melaksanakan ujian. Dan hari ini, Rabu 12 Februari 2020 adalah jadwalku dan ratusan peserta lainnya untuk ujian. Tulisan ini kubuat setelah mengambil tas dan keluar dari ruangan ujian. Dan sebagai peserta yang telah menyelesaikan tanggungjawabnya, lega ya tentu saja. Aku sudah melaksanakan tanggung jawabku untuk melakukan yang terbaik dala

Tak Perlu Dibedah, Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur Tawarkan Cara Singkat untuk Penanganan Penyakit Kardiovaskular

Dokter pemateri dan MC | Foto: Dokumen Pribadi Petang tadi, usai menghadiri sebuah acara dibilangan Alam Sutera, tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang Bapak paruh baya. Wajahnya sangat pucat dengan pergerakan sangat lambat. Saat itu kami sedang berada di kereta Commuter Line ke arah stasiun tanah abang. Bedanya, Beliau duduk, sementara saya dan penumpang lain berdiri. Sesaat sebelum turun, seorang Ibu yang berada persis di sisinya menuntun Beliau berdiri. “Tolong dikasih jalan ya Mas, Mba. Maaf, sakit jantung soalnya.” Tanpa perlu diminta, penumpang yang berdiri membentuk lorong kecil untuk Beliau berjalan tanpa halangan. Mungkin Beliau baru mendapatkan perawatan atau mungkin pasang ring jantung. Memang, tiap kali dihadapkan dengan penyakit yang terdengar sangat berbahaya ini, panik, hati-hati, ketakutan, cemas adalah sederet perasaan yang tak bisa dipisahkan. Dan itu wajar karena penderita penyakit jantung konon kapan saja bisa “lewat”. Tidak ada hati yang siap unt