7 Rekomendasi Oleh-oleh Makanan dari Medan

Sumber Foto: Dokumen Pribadi

Yuhuuu, liburan usai sudah. Saatnya kembali ke realita. Pelajar dengan sekolah atau kuliahnya, pekerja dengan pekerjaannya yang menumpuk untuk segera dieksekusi.. 

Buat perantau, ini lagi-lagi berat. Sempat nyaman di hadapan orang tua lalu dihadapkan dengan realita untuk kembali berpisah itu berat. Dilan saja mungkin tak akan kuat. 

Bila banyak cerita yang diukirkan semasa liburan, jangan terlalu terlena. Ayo semangat kembali memenuhi tabungan untuk nanti digunakan membahagiakan orang-orang tersayang lagi.

Ngomong-ngomong tentang usainya liburan dan kembali. Bila kebetulan kamu sedang berada di Sumatera Utara ini dan berniat untuk kembali ke perantauan atau tempat di mana kini kamu tinggal, setidaknya berikut adalah beberapa rekomendasi makanan yang pantang rasanya untuk tidak dibawa serta ke perantauanmu. 

1. Ikan Teri Medan

Sumber Foto: Dokumen Pribadi

Ukuran ikan teri ini tergolong kecil dan kurus. Warnanya putih gading, ada juga yang putih kecoklatan. Jika dimakan, sama sekali tidak ada tulang atau duri. Jadi aman banget buat dimakan.

Wah yang satu ini nikmat banget sih. Sampe bingung jelasinnya. Kalau favoriteku, ikan teri medan terlebih dahulu dicuci agar tak terlalu asin. Kemudian digoreng lalu disambel sedikit pedas atau sesuai selera. Jangan lupa dikasih pelengkap daun ubi tumbuk. Beh, makannya sampe tambu tambu!

Cobain aja!

2. Bolu Meranti


Sumber foto: bolumeranti.co.id
Yang satu ini juga jadi primadona di tengah-tengah kaum "titip oleh-oleh" ke teman atau kenalannya yang lagi ke Medan. Kian kemarin, Bolu Meranti kian populer.

Emang enak sih, lembut dan terdiri dari beberapa varian seperti moka, coklat dan keju. Setidaknya tiga rasa ini paling banyak diminati oleh masyarakat.

Tapi untuk mendapatkan bolu Meranti ngga gampang lho. Ya ngga susah susah amat juga sih.

Bolu Meranti hanya dijual di 2 toko saja dan letaknya di Medan. Btw, aku ijin sampaikan lagi ya teman-teman, bahwa Medan itu luas. Jika domisili temanmu di Pematangsiantar dan ingin ke Medan cuma buat beli titipanmu repot juga. Kecuali kalau memang lagi ada perjalanan dinas ke sana mungkin bisa lah dititipin. Dan sebisa mungkin, hindarilah untuk "menitip paksa" jika jarak tempat tinggal temanmu dengan store bolu meranti memang jauh.

Eh, tapi ada opsi lain sih. Semua pengunjung yang datang ke Medan dan akan kembali lewat penerbangan udara, memiliki kesempatan untuk membawa pulang bolu meranti sebagai oleh-oleh. Kamu bisa mendapatkannya di store yang terletak di sisi kanan pintu masuk bandara international Kuala Namu, Deli Serdang.

Tapi itu, namanya lokasinya sudah beda, tentu harganya juga berbeda. Selisih 20.000 an lebih tinggi dari harga asli jika berbelanja di bandara. Kalau kamu ngebet dan siap bayar sedikit lebih mahal, ya harusnya sih ngga masalah ya nitip nitip ya. Heheh.

3. Bika Ambon
Sumber foto: Okezone Lifestyle
Seperti cinta pertama seorang perempuan - baca; Bapaknya! Nama Bika Ambon tak pernah tergerus dari masa ke masa.

Sejak aku kecil, nama ini sudah turut menghiasi daftar nama rekomendasi makanan dari Medan. Namun, dulu aku tak begitu menyukai makanan ini karena tesktur dan bentuknya yang sedikit aneh menurutku kala itu.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai menyukai makanan berwarna kuning dan berongga ini. Selain lembut, rasa manisnya juga tidak terlalu berlebih sehingga tidak bikin eneg saat dikonsumsi.  Bisa dikonsumsi di suhu normal, nikmat juga jika dikonsumsi dalam kondisi dingin.

Harganya tidak terlalu mahal kalau beli ukuran sedang dan dalam kuantiti yang tak banyak.

4. Selai/kue "Ganda"
Sumber foto: Wego.co.id

Sama halnya dengan bika Ambon, nama Ganda dari dulu juga sudah bersinar setidaknya di sekitaran Medan. Bahkan sekarang produk ini telah diperjualbelikan lewat e commerce.

Jika kamu datang ke wilayah Pematangsiantar saat moment Natal dan tahun baru, kamu akan dihadapkan dengan pemandangan bahwa 7 dari 10 orang yang lalu lalang di Pajak Horas - baca: Pasar Horas - memegang kotak bertuliskan Ganda yang isinya adalah cake untuk dimakan bersama di malam pergantian tahun.

Mari kita bahas satu per satu. Ini favoriteku semasa kecil juga. Selai srikaya Ganda ini, kalau kebetulan mamak beli, aku lebih memilih untuk memakannya sendiri tanpa campuran apapun dibandingkan jika harus mengonsumsinya sebagai toping atau isian roti-rotian. Enak banget, wangi lembut tidak menyengat harganya pun cukup terjangkau.

Selain selai, ada juga roti ganda. Mirip bantal gitu. Tapi sebetulnya makanan ini adalah roti tawar berukuran cukup besar yang kemudian akan diiris lalu diisi dengan cream dan ceres dalam jumlah yang banyak. Kalau yang ini, favorite adekku banget!

5. Kue ketawa

Sedari tadi sudah bahas tentang makanan basah, kita bergeser sedikit ke kue kering yuk.

Di Medan, ada juga lho makanan khas dalam tampilan kue kering dan bisa dijadikan oleh-oleh. Namanya kue ketawa.

Ukuran makanan ini ada dua jenis, kecil dan besar. Berbeda dengan kue kering lainnya yang bisa berbentuk bulat menyatu, bentuk akhir kue ini seperti terbelah, terbuka dan tidak menempel di beberapa sisinya.

Bentuk belahan kue tersebut seperti sedang tertawa. Konon, itulah yang membuat masyarakat Sumatera Utara menyebutnya Kue Ketawa.

Untuk kue ketawa yang berukuran besar, panganan ini sedikit keras sehingga tidak tepat jika akan dijadikan oleh-oleh untuk orang tua. Sebaliknya. jika ingin diberikan kepada orang tua, bawalah kue ketawa yang berukuran kecil sehingga tidak menyulitkan orang tua saat dikonsumsi.

6. Mie Lidi
Sumber Foto: Dokumen Pribadi
Pernahkah kamu mendengar istilah Spageti Batak? Konotasi ini disematkan pada mie lidi yang jika sudah diolah bentuknya menyerupai Spageti. Makanan ini lebih dikenal dengan nama Mie Gomak.

Bedanya, diameter mie lidi lebih besar dibandingkan Spageti. Campurannya pun berbeda. Jika spageti dikonsumsi dengan daging dan saus bolognese, maka mie lidi dikonsumsi dengan kuah dengan berbagai ramuan termasuk kunyit juga telah berisi irisan wortel, labu, tahu, tempe dan diberi santan.

Menyantap makanan ini saat hari sedang hujan pas makanan lagi panas-panasnya, duhhhh, nikmat pokoknya!

7. Andaliman

Sumber foto: Dokumen Pribadi

Yang terakhir Andaliman!

Ini bukan makanan yang bisa langsung dimakan begitu saja. Andaliman adalah oleh-oleh khas Medan yang banyak ditunggu-tunggu orang terutama perantau yang tak pulang namun rindu dengan kampung halaman.

Andalaiman adalah salah satu bumbu andalan dari kota Medan untuk semua masakan. Meski pedas, Andaliman tidak pernah sama dengan cabai. Jika cabai pedas sampai ke perut, maka Andaliman berperan untuk memberikan pedas getir di lidah dari tiap masakan yang diolah dengan andaliman di dalamnya.

Jika kamu punya teman orang Batak, sesekali cobalah untuk memintanya membuat ayam bakar dengan bumbu tombur. Jangan lupa minta temanmu untuk memasukkan andaliman kedalam campuran bumbu.

Sebaiknya jangan kemana-mana, tunggu sampai temanmu selesai dengan masakannya dan nikmati seperti apa rasanya getir yang nikmat. Jadi bukan hidup doang yang getir, andaliman juga bikin getir yang enak luar biasa!

Kamu harus coba!

Comments

Post a Comment