Melegenda Melewati Masa Lewat Kuliner Sederhana

Dodol Picnic yang berasal dari Garut | Foto: Adira
Garut.

Apa yang terlintas dalam benakmu saat mendengar kata ini?

Bicara tentang Garut, pikiranku berjalan kembali menyusuri cerita masa lalu. Tentang 3 orang anak yang berebut sebuah kotak persegi panjang. Bagian atas kemasan berwarna dominasi merah muda dengan alasnya berwarna putih.

Di dalamnya tersusun panganan bertekstur kenyal dan lembut yang begitu manis dan memiliki 2 warna. Abu-abu sedikit kecoklatan, juga coklat menuju hitam. Aromanya wangi tapi tak menyengat.

Makanan tersebut dibungkus dalam helaian kertas minyak tipis dengan perpaduan warna biru dan abu-abu. Menjaga higenis makanan selama proses distribusi hingga tiba ke tangan konsumen.

3 anak yang berebut itu mengenal makanan tersebut dengan sebutan Dodol Garut. 3 dari antara mereka adalah aku. Salah satu penikmat panganan lezat yang berasal dari daerah sesuai namanya, Garut, Jawa Barat. Kesukaan ini berlangsung sejak kecil hingga saat ini.

Mengenal Dodol Garut
Dodol Garut adalah camilan khas Sunda dari kota Garut yang memiliki banyak jenis seperti Dodol Wijen, dodol kacang, aneka dodol buah, chocodot (coklat isi dodol pertama di dunia), dodol Picnic yang merupakan dodol paling populer dan menjadi salah satu ikon kota Garut.

Selain dodol Picnic, pada umumnya dodol varian lain yang diproduksi dibungkus dengan daun jagung. Metode pengemasan ini jugalah yang membuat Dodol dari Garut dipercaya berbeda dengan dodol dodol lain yang berasal dari daerah berbeda. Selain menghadirkan varian rasa yang beragam, produsen juga mampu menghadirkan metode kemasan yang inovatis sekali unik.

Ragam jenis Dodol Garut yang dibungkus dengan daun jagung | Foto: sonofmountmalang.com
Bicara tentang dodol, dulu aku hanya mengenal dodol yang aku ceritakan di atas. Manis, di bagian dalamnya lembut sedangkan di permukaannya sedikit tebal sehingga menghasilkan crack atau pecah saat digigit.

Meski terdengar sedikit aneh, namun perbedaan tekstur dari satu produk yang sama ini justeru memberikan sensasi makan yang seru.

Dulu, aku jadi mengonsumsi dodol favoriteku ini dengan cara yang berbeda. Pecahan bagian kerasnya kumakan terpisah, lalu diikuti bagian lembut dodol yang kumakan setelahnya. Hihihi.

Masih tentang dulu, bagiku dodol yang sebetulnya adalah dodol yang berada dalam kotak rebutanku saat kecil, sampai setelah dewasa dan menjelajah berbagai tempat, aku sadar bahwa dodol memiliki jenis rupa.

Termasuk dodol dari Garut di atas. Betul semua dodol rasanya manis, namun bagi dodol yang diberi rasa buah tertentu, biasanya akan terasa lebih nikmat lagi. Pada produk yang diberi tambahan buah pada umumnya aroma yang dimunculkan dari makanan terasa lebih nikmat karena adanya kontribusi tambahan aroma dari buah tersebut. Rasanya pun tentu akan ikut terpengaruh oleh tambahan rasa buah meski tidak begitu mendominasi.

Dan tentang dodol favoriteku itu, di kemudian hari, aku juga baru tahu bahwa itu adalah panganan khas Garut yang diberi nama Dodol Picnic.

Tidak ada Nama yang Menyangkut di Dodol Garut
Seperti kata pepatah "Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama" mari kita lihat perbedaan dari dua perintis usaha di bawah ini.

Kenalkah kamu dengan Jack Ma? Pebisnis yang berasal dari Tiongkok yang menjadi Chairman dan pendiri dari Alibaba Group? Jack Ma adalah warga Cina Daratan pertama yang pernah muncul di majalah Forbes dan terdaftar sebagai Billioner dunia.

Jika dulu dirinya tak ingin mengangkat namanya saat merintis bisnisnya yang sekarang mendunia, orang-orang mungkin tidak akan pernah mengenal dan mengetahuinya. Orang-orang mungkin tidak akan pernah bisa mendengar quotes-qoutes ringan namun dalam di setiap seminar yang diselenggarakannya.

Berbeda dengan Jack Ma, pemilik resep dan SOP (Standard Operasional Prosedur) pengolahan dodol Garut tidak meninggalkan namanya di resep tersebut. Atau mungkin menyampaikan kepada anak cucunya tentang resep yang dimilikinya.

Sayang sekali kenikmatan resepnya kini dimiliki oleh banyak orang tanpa namanya bersemanyam di sana. Padahal, saat duduk di bangku kuliah, salah satu informasi penting dari Teknologi Pangan adalah seorang pemilik resep dan SOP pengolahan sebuah produk (baik makanan ataupun benda) pada umumnya akan dibayar mahal. Mungkin dari sisi resepnya, mungkin dari sisi prosedur pengolahan dengan bahan baku yang dimodifikasi, atau mungkin dari sisi SDM, yakni si pemilik resep dan SOP itu sendiri.

Berdasarkan beberapa referensi artikel, tidak ada yang mengetahui siapa tepatnya yang meracik resep untuk dodol Garut termasuk Dodol Picnic ini. Tidak ada nama yang spesial didengungkan sebagai pencetus hadirnya dodol di wilayah Garut.

Ketidakadaan nama ini tentu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Salah satu hal yang bisa timbul akibat ketidakadaan nama ini adalah kemungkinan spekulasi dari orang-orang bahwa kehadiran dodol Garut bisa saja karena resep bersama warga sekitar bukan milik pribadi.

Jika hal tersebut benar, ya tentu tidak masalah. Namun jika ternyata di era 80an tersebut ada satu atau dua orang yang melakukan berbagai percobaan untuk menghasilkan rasa yang paling tepat di lidah warga Garut, maka spekulasi itu tentu sangat merugikan meski mungkin si pemilik resep dan SOP mungkin telah tiada mengingat waktu yang telah berputar cukup lama.

Sebagai sedikit tambahan informasi, untuk mendapatkan satu resep yang tepat di lidah banyak orang bukanlah hal yang mudah. Perlu beberapa kali percobaan, perlu beberapa orang untuk mencicipi semua hasil percobaan sampai ditemukan formula yang paling tepat.

Ini jugalah yang menjadi alasan mengapa sangat disayangkan tidak ada nama yang "menyangkut" di dodol Garut.

Yang jelas, pada tahun 1800-a dodol Garut diproduksi secara rumahan atau kecil-kecilan untuk pertama kali. Di jaman penjajahan Belanda, produk ini telah terkenal luas di kalangan para Mener dan Noni Belanda. Bahkan para Noni Belanda disebut-sebut fasih sekali dalam pengolahan dodol Garut ini.

Dodol Garut dan Rahasia Di balik Kenikmatan
Siapa yang tak mengenal dodol?

Di masa sekarang, masing-masing daerah pada umumnya memiliki dodol khas daerahnya masing-masing, meski demikian, pada umumnya cita rasa yang ditawarkan berbeda-beda tanpa menghilangkan "Wajah" dodol itu sendiri.

"Wajah" yang kumaksud adalah teksur, aroma dan rasa manisnya. Perbedaan paling significant biasanya terjadi di kemasan, dan nama pengolah serta kreativitas pengolah untuk menghadirkan dodol dengan rasa manis dan tambahan rasa dan aroma lain yang menambah kenikmatan.

Bahan utama dodol adalah santan kelapa, tepung ketan, gula pasir, gula merah. Untuk variasi, pada umumnya ditambahkan rasa lain pada dodol tanpa merusak estetika dodol itu sendiri.

Untuk proses pembuatan cukup mudah hanya saja membutuhkan SDM yang banyak, sabar dan kuat, panas yang konsisten, dan wadah masak yang juga kuat dan dapat menampung banyak bahan sekaligus.

Adapun proses pembuatannya adalah seluruh bahan dicampur di dalam wadah masak yang berukuran besar lalu dimasak di atas api sedang dan harus terus diaduk. Pengadukan ini dilakukan selama 4 jam tanpa berhenti.

Proses pengadukan dodol yang terhenti akan mengakibatkan bagian bawah adonan menjadi kering dan gosong. Jika ini terjadi, maka estetika dodol akan berkurang, selain itu pengadukan akan semakin sulit dan tentu berdampak pula pada kerugian produsen.

Proses pengolahan dodol dapat dikatakan bukan hal yang mudah, apalagi kuantitas pengolahannya tergolong banyak. Kesulitan pengolahan ada dibagian pengadukan. 2 jam setelah pengadukan, biasanya warna dodol aka berubah kecoklatan, timbul gelembung dan teksturnya sedikit demi sedikit akan mulai mengental.

Ilustrasi pembuatan dodol | Foto Republika
Jika pengentalan sudah terjadi, maka  petugas akan mulai kesulian mengaduk namun harus terus dilakukan untuk menghindari dampak seperti hal-hal yang telah disampaikan di atas.

Masa Simpan
Salah satu bahan pengawet alami makanan adalah gula, dan ini masuk dalam kategori bahan utama dalam proses pembuatan dodol Garut dengan jumlah yang cukup besar.

Sebagai panganan yang bersifatsemi basah, dodol memiliki kadar air hingga 20%, namun bersamaan dengan adanya pengawet alami makanan di dalamnya dikombinasi dengan modifikasi kemasan, maka masa simpan dodol cukup lama, yakni 10-12 bulan.

Dodol yang sudah jadi didistribusikan ke berbagai lokasi di Garut, sehingga siapa saja yang sedang berkunjung ke Garut tidak akan pernah kesulitan untuk mendapatkan makanan khas dari Garut ini. Baik yang Dodol Garut dibungkus kulit jagung atapun Dodol Picnic dengan kemasan yang lebih ciamik.

Seiring dengan berjalannya waktu dan munculnya berbagai E Commerce, dodol mencuri perhatian dengan hadir dalam penjualan online. Untuk itu, saat ini konsumen yang sedang dilanda rindu mencicipi makanan ini tak perlu jauh-jauh pergi ke Garut karena sudah bisa dipesan lewat online. Meski begitu, berburu kuliner legend ini tentu lebih seru jika langsung ke daerahnya ya.

Makanan Sederhana, Melanglangbuana Hingga Africa
Di balik tampilan dodol Garut yang begitu sederhana, ternyata ada hal menarik untuk diulas juga. Tahun 2010 lalu, makanan ini berhasil menembus pangsa pasar Africa, termasuk Sudan. Pada saat itu, Kedubes RI di Khartoum bahkan turut membantu mempromosikan makanan etnik Garut ini.

Ada Cinta Dalam Dodol Garut
Sejak kecil, aku selalu percaya bahwa cinta juga bisa hadir dari sebuah makanan. Maka sejak kecil pula aku jatuh cinta dengan Ibuku yang memiliki keahlian memasak di atas rata-rata. Apapun yang dimasaknya selalu enak, makanan apapun yang kami minta, Beliau selalu berhasil buat.

Bukan hanya aku, salah satu alasan Bapakku mempersuntingnya pun adalah karena keahliannya dalam memasak. Kecintaan itu berlangsung hingga sekarang, Beliau adalah alasan mengapa aku ingin terus belajar memasak. Meski tak kunjung fasih di berbagai resep, setidaknya satu dua masakan Beliau bisa kujiplak walau dengan rasa yang belum sama. Hehehe.

Tak hanya masakan Ibuku, setiap makanan yang dibuat dengan cinta akan selalu menghasilkan cinta. Banyak alasan orang dalam menghasilkan makanan:
  1. Melengkapi kebutuhan keluarga
  2. Hobby
  3. Belajar
  4. Bisnis
  5. Sumber rejeki untuk kelurga
Untuk urusan dodol Garut ini, salah satu alasan bagi si pengolah mungkin adalah sumber rejeki untuk keluarga. Mereka menjadi seorang staff di pabrik pengolahan dodol. Terlepas bagaimana letihnya mengaduk makanan yang super kental selama 4 jam nonstop, mereka menggantungkan harapan untuk bertahan hidup. 

Ada mimpi untuk sekolah anak-anak, biaya pengobatan untuk yang sedang sakit, dan berbagai hal lain yang membutuhkan dana. Untuk itu, bisa dipastikan, SDM melakukan pekerjaannya dengan cinta. Tidak heran, hal yang sama juga yang akan diterima oleh konsumennya. 


Melegenda Melewati Masa, Dodol Garut tetap Primadona
Dari tahun 1980 an hingga kini, dodol Garut tetap menjadi primadona, dicari setiap kali ke Garut, dan namanya tetap disebut-sebut.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Dodol_Garut
https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Garut
https://id.wikipedia.org/wiki/Dodol
https://tekno.kompas.com/read/2010/02/14/10334029/uhui.dodol.garut.melanglang.afrika
https://id.wikipedia.org/wiki/Jack_Ma
http://soloevent.id/kisah-dodol-garut/

Komentar

  1. Dodol ini legend bgt ya.

    Dari dulu sampai skrg rasanya tetap enak..

    Dan, klo bicara garut ingetnya ya dodol

    BalasHapus
  2. Panganan dodol memang memiliki cita rasa tersendiri ya,
    Karena rasa yang khas,tak heran selalu diborong untuk oleh-oleh.
    Didaerah saya juga ada tetapi penyebutan nama nya yang berbeda, yaitu gelamai

    BalasHapus
  3. Dodol legend nih selalu jadi oleh-oleh heboh pada masanya :) aku ngga begitu doyan dodol karena suka ketinggalan di gigi hehehe

    BalasHapus
  4. Jadi ingat pas dlu di Surabaya aja sering banget nemu dodol Garut ini. Rasanya juga khas ya mba. Manis dan lezat :)

    BalasHapus
  5. pernah ke toko ug jual dodol garut. eh macamnya banyak loh. rasanya macam2 pula. bingung milihnya...

    BalasHapus
  6. Dodol yang sangat terkenal enak bngt nih moms rasanya ada bberapa varian rasa juga aku sering coba beli buat oleh2

    BalasHapus
  7. waw, keren , baru tau dodol Garut sudah go internastional :))

    BalasHapus
  8. Waw..ini mah dodol jadoel kesukaanku :) Enak rasanya ga bosenin deh. Meskipun di zaman sekarang makin banyak variasi dodol, tapi dodol Garut masih ada di hati dong.

    BalasHapus
  9. Aaahh. Aku juga sukak. Sebelas dua belas rasanya sama jenang kudus. Tapi kalo anak-anak generasi di bawah kita mungkin udah mulai gak seberapa sukak jajanan gini ya. Jadi perlu ada inovasi buat anak-anak milenial.

    BalasHapus
  10. suamiku dan keluarganya doyan banget sama dodol dari Garut ini, rasanya gurih, manisnya pas, enak banget katanya

    BalasHapus
  11. untuk menemukan rasa yang pas memang tidak mudah. kisah panjang dodol garut yang tetap hits sampai saat ini berasal dari perjuangan yang hebat. kalau inget dodol ya inget garut.

    BalasHapus
  12. Dodol yg melegenda ya ini. Saya juga sukaaa banget dodol ini, enaaakk, empuk, kenyal. Huhuhuh, udah lama nih gak makannya.

    BalasHapus
  13. dodol ini memang ciri khas indonesia ya, temenku yg diluar negeri serig minta kirimin dodol garut sama keluarganya pas kangen sama indonesia

    BalasHapus
  14. ku juga suka sama dodol garut. rasanya legit dan enak. hmm kapan lagi ya bisa menikmati dodol garut ini

    BalasHapus
  15. Dodol picnic kesukaan aku banget. Rasanya yang tidak terlalu manis, ga nempel di gigi dan ga bikin ngilu gigi membuat dodol picnic ini masih bertahan hingga saat ini,

    BalasHapus
  16. Waaah sampai bke Afrika? Saluuuut. Salut banget sama Dodol Garut, Indonesia emang punya banyak kuliner2 mempesona yaa!

    BalasHapus
  17. Benerah deh Mbak setelah liat postingan ini saya langsung ngidam dodol garut. Udah lama gak makan dodol yang satu ini. Dodol Garut ini memang terkenal banget ya.

    BalasHapus
  18. Sedari kecil masoh teringat kalau ada tamu datang dari perkotaan metropolitan selalu bawa oleh2 melegenda ini dodol garut. Semenjak kuliah di Bandung aku sudah pernah langsung mendatangi pabrik dari dodol garut ini lho.

    BalasHapus
  19. Dodol garut sering dibawain sama tetanggaku kalo dia pulang kampung dan rasanya gurih banget.

    BalasHapus

Posting Komentar