Bikin E Passpor Ngga Pake Lama di Kanim I Khusus Jakarta Barat

Foto: Freepic

Dulu di tahun 2011 sebenernya aku udah punya passpor, eh tapi ngga pernah dipake sampe habis masa berlaku. Hahaha.

Berhubung kerja berurusan sama travel luar negeri, kegoda juga mau travelling ke negara berbeda. Ya biar pernah juga sih. Dan yang penting ada dulu, urusan kapan berangkat ya nanti juga bisa diatur. Rejeki kan ngga pernah ada yang tau.

Sebelum membuat passpor, kamu harus memutuskan jenis passpor yang seperti apa yang kamu inginkan. Ada passpor konvensional ada juga e passpor.

Oh iya, sebelum membahas lebih jauh. Passpor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. 

Jika dulu hanya ada passpor konvensional, maka sejak tahun 2015 pemerintah menghadirkan E passpor. Uji coba e passpor ini juga sebetulnya sudah dilakukan sejak 2011. Hingga kini, masyarakat kebanyakan lebih memilih untuk menggunakan e passpor karena berbagai kemudahan yang ditawarkan. 

Apa aja sih perbedaan passpor biasa dan e passpor?

Dalam passpor biasa, data yang tertera hanya mencakup seputar pemegang passpor saja. Di dalam e passpor, data pemilik lebih lengkap dan akurat. yakni data biometrik yang terdiri dari sidik jari dan data hasil pemindaian bentuk wajah.

Di dalam e passpor juga terdapat chip yang membuatnya sulit untuk dipalsukan. Dannnn ini yang paling menyenangkan, e passpor membuat pemiliknya bebas visa jika ingin ke Jepang. Meski dengan sederet kemudahan yang ditawarkan oleh e passpor, namun ada perbedaan yang cukup significant dari segi harga.

Pembuatan e passpor sendiri mencapai harga Rp 650.000 sedangkan passpor biasa hanya setengah harganya saja.

Pembuatan e passpor sendiri belum dapat dilakukan di semua kantor imigrasi, hanya bisa dilakukan di Jakarta, Batam dan Surabaya. Itupun tak semua Kanim (Kantor Imigrasi) yang telah difasilitasi. Pembuatan e passpor hanya bisa dilakukan di:

  1. Kanim Kelas I Jakarta Pusat
  2. Kanim Kelas I Jakarta Utara
  3. Kanim Kelas I Tanjung Prio
  4. Kanim Kelas I khusus Jakarta Barat
  5. Kanim Kelas I Khusus Bandara Soetta
  6. Kanim Kelas I Khusus Surabaya
  7. Kanim Kelas I Khusus Batam
Prosedur Membuat E Passpor

1. Mendaftarkan diri
Berhubung aku tinggal di Depok dan bukan orang yang mau ribet, aku milih Kanim kelas I Khusus Jakarta Barat. Karena dua alasan. Pertama aku bisa tinggal naik KRL dari stasiun Pondok Cina arah Jakarta Kota. Turun di stasiun Jakarta kota dan keluar ke pintu 1 atau pintu yang tepat berhadapan dengan BNI. Berjalan ke arah Kota Tua, dan tadda, sampe deh. Kedua tempat ini juga cukup dekat dari kantor dimana aku bekerja.

Prosedur pendaftaran diri bisa dilakukan dengan 3 cara.
  1. Mendaftarkan diri lewat aplikasi layanan passpor online
  2. Mendaftarkan diri lewat website antrian.imigrasi.go.id
  3. Mendaftarkan diri langsung ke Kanim yang diinginkan untuk pembuatan e passpor. 
Sebetulnya ketiganya sama. Sama-sama berfungsi untuk mendapatkan tanggal pengurusan passpor. Namun karena pendaftaran online menurutku lebih efisien, cepat dan bisa menghemat waktu, aku memilih mendaftarkan diri dengan cara yang kedua.

Bukti pendaftaran antrian passpor online | Foto: Tangkap Layar DirJen Imigrasi 
Pada saat pendaftaran online, kamu akan diminta untuk mengisi beberapa informasi terkait data diri, kemudian diikuti tanggal kehadiran yang sesuai dengan waktu kosong dan jam kehadiran yang kamu inginkan. Jam yang tersedia ada dua. Pagi dan siang. Aku pilihnya yang siang, jam 14.00-15.00 WIB.

2. Datang ke Kanim Sesuai Jadwal
Setelah mengisi form pendaftaran, kamu akan mendapatkan bukti pendaftaran antrian passpor online serta sebuah barcode di dalamnya. Jangan lupa untuk diprint dan dibawa. Kalau kamu mendaftarkan diri lewat aplikasi passpor online, kamu tidak perlu print. Cukup tunjukkan barcode saja. 

Selain bukti pendaftaran di atas, kamu juga perlu mempersiapkan dokumen membuat passpor seperti:
  1. E KTP asli dan fotocopy
  2. Akta kelahiran atau Ijazah asli dan fotocopy
  3. Kartu Keluarga asli dan fotocopy
  4. Surat rekomendasi jika alamat domisili dan KTP mu berbeda
  5. Materai
Baca juga: Mengurus Surat Domisili Ke Kelurahan Setempat

Pastikan untuk membawa seluruh fotocopyannya juga ya. Masing-masing cukup 1 lembar aja, untuk surat rekomendasi pembuatan e passpor, kamu bisa ajukan ke perusahaan (jika bekerja) atau surat domisili dari pemerintahan tempatmu tinggal (jika belum bekerja).

Surat rekomendasi dibutuhkannya yang asli, tidak perlu difotocopy.

Contoh Surat Rekomendasi Pendaftaran E Passpor | Foto: Tangkap Layar
Bawa juga pulpen berwarna hitam. Karena seluruh formulir diwajibkan diisi dengan pulpen bertinta hitam. Ini wajib karena di sana kamu tidak akan punya pulpen untuk dipinjam. Masing-masing juga sibuk mengisi data mereka. Ke petugas juga tidak bisa, karena biasanya petugas juga menggunakan pulpennya untuk urusan masing-masing. 

Materai sendiri bersifat tentatif. Aku ngga tau sih kapan itu dibutuhkan, kebetulan kemarin materai milikku tidak diminta ya jadi kubawa pulang. Heheh.

Datanglah tepat waktu, kalau bisa setengah jam sebelum jam yang telah kamu pilih lalu pergilah menghadap CS. 

Oh iya, semua petugas di sana sangat profesional. Kamu akan dibantu dan dituntun dalam pembuatan passpor ini. Jika tidak tahu dimana letak CS, kamu boleh bertanya kepada petugas, pasti diarahin. 

Di CS, kamu akan diminta untuk menunjukkan bukti pendaftaran antrian passpor online. Silahkan untuk mengisi sesuai yang diminta. Huruf kapital dengan tinta berwarna hitam.

Memilih E Passpor atau Passpor Biasa
Jika sudah, CS akan mengarahkan kamu ke petugas yang berada tepat di depan CS. Aku kurang tau juga sih apa namanya. Yang pasti, jika dua kursi biru di depan petugas itu kosong, kamu bisa langsung duduk di sana (Jika tidak ada antrian) untuk menyerahkan dokumen yang kamu siapkan. 

Di sana juga semua dokumen yang kamu bawa akan diperiksa. Dicek satu per satu termasuk fotocopyan dokumennya. Jika sempat memiliki passpor, passpormu akan diminta dan diselipkan pada amplop yang diberikannya. 

Petugas juga akan menanyakan passpor jenis apa yang akan kamu buat. E passpor kah? Atau passpor biasa. Karena pada saat pendaftaran online memang tidak tersedia kolom yang menunjukkan jenis passpor yang kamu minta. 

Jika data sudah lengkap dan sesuai dengan yang diminta, kamu tidak akan membutuhkan waktu berlama-lama di sana. Aku sih kemarin hanya sekitar 3-5 menit ya. Lalu petugas akan menyerahkan semacam amplop yang disertai nomor antrian di sana.

Kuisioner yang harus diisi | Foto: Dokumen Pribadi

Di dalam amplop tersebut juga terdapat kuisioner Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik Terhadap Passpor Melalui Sistem One Stop Service. Kamu boleh melengkapi kuisioner tersebut karena akan diminta saat nomor antriamu dipanggil.

Perhatikan nomor antrian yang dipanggil dan ditampilkan di layar | Foto: DokPri

Interview Singkat

Jika nomor antrianmu sudah dipanggil, dengarkan dengan baik di loket mana kamu dipanggil. Datanglah ke loket tersebut dan ikuti arahan dari petugas.

Loket 6-10 ada di sisi kiri kantor | Foto: DokPri

Kemarin sih, seluruh dokumen yang sudah disiapkan, termasuk kuisioner, diminta oleh petugas tersebut. Terutama yang surat rekomendasi dari kantor karena memang alamat yang tertera pada KTP ku itu di Lampung.

Yang ditanyakan pun sederhana, hanya seputar pekerjaan dan alasan mengapa ingin membuat e passpor tersebut. Hanya sekitar 5-7 menit di sini.

Seluruh data akan diambil oleh petugas. Dan kamu bisa kembali menunggu untuk sidik jari dan ambil foto. 10 jari tangan akan discan lalu kamu akan difoto. Eh, ngga pake kelihata gigi ya. Hehehe.

Tadaa, selesai deh. Kamu akan diberikan bukti pengantar pembayaran e passpor. Total yang perlu dibayarkan adalah Rp 650.000 untuk e passpor 48 halaman. Pembayaran dapat dilakukan di kantor Kanim 1 Khusus Jakarta Barat, bisa juga ditransfer buat kamu yang sudah menerapkan hidup cashless.


Petunjuk pembayaran via transfer | Foto: Dokumen Pribadi

Jika sudah bayar, simpan bukti bayar dan bukti pengantar pembayaran e passpor. Keduanya akan dibutuhkan pada saat pengambilan e passpor.

Jika passpor sudah jadi dan sudah selesai, pihak Kanim 1 Khusus Jakarta Barat akan menyampaikannya lewat SMS agar kamu bisa segera mengambil passpormu. Biasanya selesainya 3 minggu hari kerja sih kata petugasnya. Tapi karena ngga buru-buru juga, ya sudahlah. Ngga apa-apa. Aku tunggu saja.

Prosesnya itu kalau ditotal paling hanya 30 menit beres deh (Kecuali menunggu jadinya passpor ya). Super gampang, super terbantu sama seluruh petugas Kanim I Khusus Jakarta Barat. Transparant, cepat, tepat dan seluruh petugas profesional.

Ada space untuk anak-anak bermain juga lho | Foto: Dokpri


Komentar

  1. Saya bikin e passpor di jakarta timur. Skr ga bisa lagi ya? Kalau perpanjang syaratnya samakah dgn bikin baru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, terimakasih sudah berkunjung ke artikelku.
      Setauku sama Mba Eka. Jangan lupa passpor lamanya dibawa ya.

      Ke Kanim Jaktim bisa Mba Eka. Tapi ngga bisa untuk yang e passpor. Setauku yang udah cover e passpor hanya kanim yang aku list di atas. Cmiiw

      Hapus
  2. Informatif sekali. Detail.
    Mudah-mudahan kesampaian juga saya bisa ke luar negeri dan punya paspor.
    Terima kasih informasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, terimakasih sudah berkunjung ke artikelku.
      Aminnn, aminnn. Semoga yaaa. Tetap semangat. Semoga doanya segera terwujud 🙏

      Hapus
  3. Untuk akte kelahiran bisa tidak di ganti dengan surat kenal lahir? Krn nama di ijazah dengan nama di e KTP kurang satu huruf.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, terimakasih sudah berkunjung ke artikelku.
      Terkait pertanyaannya, sejujurnya aku kurang tau sih. Heheh. Tapi setauku bisa pilih salah satu. Akte lahir boleh, ijazah juga boleh. Yang penting mencantumkan nama orang tua. Semoga membantu ☺️

      Hapus
  4. Catet ah... Tahun depan paspor habis jadi mau ganti dengan e-Paspor. Terima kasih sudah bikin tulisan yang lengkap begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, terimakasih sudah berkunjung ke artikelku. Sama2. Semoga membantu yaaa ☺️

      Hapus
  5. Mbak, point yg Nomor 3 itu: Mendaftarkan diri langsung ke Kanim yang diinginkan, kayaknya gak bisa deh. Kan semua harus lewat online dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, makasih sudah berkunjung ke artikelku.
      Terkait pertanyaannya, bisa kok kalau lewat web. Aku daftar ke Kanim I khusus JakBar lewat web. Kalau lewat app, iya ngga bisa. Soalnya Kanim yang tersedia biasanya disesuaikan dengan domisili ☺️

      Hapus
    2. Eh, ya ampun. Aku baru nyambung. Hahha.
      Sorry sorry
      Bisa kok Mba. Kemarin aku lihat langsung ada sepasang orang tua (Kakek nenek) yang ke sana. Kayaknya kebingungan terkait prosedur pendaftaran. Mereka minta tolong ke CS, dan CS nya nanya kapan mau dijadwalin. Begitu. Karena dengar itu, aku asumsikan bisa untuk daftar langsung ke sana Mba

      Hapus
  6. Makasih sahringnya mbak, kemarin abis cerita-cerita ma paksu mau buat paspor. Emm.. mudah-mudahan bisa buat di sini gampang juga kayak pengalaman mbak. ^^

    BalasHapus
  7. Aku syedih bikin epaspor nggak bisa karna petugasnya bilang masa berlaku paspor aku masih lama padahal kurang dari setahun. Dan nggak semua halaman aku penuh, hanya kepake 15 halaman saja :(

    BalasHapus
  8. informasi bikin e-passpor nih ... penting banget untuk dibaca dan disebarluaskan agar masyarakat lebih memahaminya. thank you kakak informasinya

    BalasHapus
  9. iya mba, sekarang ngurus dokumen penting emang gak ribet dan gak pake lama. bisa urus sendiri pulak gak perlu calo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku Juga udah mba buat passport lumayan mudah sekarang ya dah gitu cepet bngt praktis,, tapi Blum d stempel nih,,, nunggu yg ngajak jalan

      Hapus
  10. Saya masih pakai yang biasa. Nanti kalau udah habis, pengen juga pakai yang e-pssport. abis kayaknya enak banget waktu ke LN sama keluarga, papah dan mamah saya antreannya lebih lancar karena pakai e-passport :D

    BalasHapus
  11. Dapet informasi baru nih,
    Ternyata sekarang pasport ada chip nya ya agar nggak gampang dipalsukan sama pihak yang tak bertanggung jawab.
    Terimakasih sudah share informasinya mba

    BalasHapus
  12. aku baru tau deh passpor itu ada yang paperless gini bagus juga ya sistemnya. masa berlaku passpor memangnya berapa lama sih kak? aku belum pernah punya soalnya..

    BalasHapus
  13. Daku pernah menemani temanku bikin pasport, menurut daku memang jaman now ini makin mudah ya. Soalnya nggak perlu ada yang diributkan sih kalau semua dokumennya dilengkapi

    BalasHapus
  14. Nanti ah kalau paspor ku habis masa berlakunya mau perpanjang pakai e-paspor bisa kali ya.

    BalasHapus
  15. Sayangnya nggak di semua kanim ya, Mbak? Padahal aku lagi mau bikin paspor, kok jadi kepengen bikin e-paspor juga nih.

    BalasHapus
  16. Aku baca pelan2 nih secara memang ada rencana mau bkin paspor siapa tau ada tiket murah bisa plesiran k luar negeri nih

    BalasHapus
  17. Meskipun harganya lebih mahal, tapi prosesnya lebih cepat ya mbak..

    Makasih informasinya...
    Lengkap dan detail

    BalasHapus
  18. aku baru tahu nih ternyata ada 2 jenis paspor. pernah bikin udah lama banget dan udah mati paspornya. semoga nanti ada rezeki buat bikin paspor baru lagi

    BalasHapus
  19. Terima kasih infonya mbak, saya blm punya epaspor, di Bogor pas bikin blum ada, moga ada kesempatan jalan ke negara yang pakai visa nanti mau coba urus juga kalau ada rezekinya hehe :D

    BalasHapus
  20. Baru tahu perbedaan anatar paspor dan e paspor. Tentunya informasi tentang pembuatan e paspornya ini bermanfaat sekali Mbak, terutama bagi yang tinggal di sekitaran Jakarta. Mungkin prosedurnya di tempat lain juga gak terlalu beda jauh kali ya.

    BalasHapus
  21. Pas perpaniangan paspor pgn langsung buat epaspor tapi jadinya lama sedangkan aq butuh passport cpt pas mau ke Malaysia. Alhamdulillah untungnya pas ke Jepang buat visanya ga ribet pake passport biasa

    BalasHapus

Posting Komentar