Hari Pertama Di Jogjakarta

Berada di tulisan PRAMBANAN | Foto: Dokumen Pribadi

Perjalanan ke Jogjakarta
Kami memilih perjalanan malam menuju Jogjakarta dengan kereta api dari stasiun Pasar Senen. Kurang lebih 8 jam hingga tiba di stasiun lempuyangan. Ada banyak stasiun di Jogjakarta, kamu bisa memilih yang terdekat dengan destinasi yang akan kamu tuju. Jika belum ada rencana alias memilih let's Get lost, sebaiknya pilihlah stasiun Jogjakarta, atau stasiun Lempuyangan karena dekat dengan pusat kota.

Total tiket kereta api untuk 3 penumpang dewasa sebesar Rp 727.500 sudah termasuk diskon Rp 30.000.

Karena perjalanan malam, dan kondisi di kereta cukup dingin, ini sudah diwanti-wanti dari jauh-jauh hari. Mengenakan pakaian hangat dan memastikan kondisi tubuh fit.

Keputusan Memilih Transportasi
Kami memutuskan menyewa 2 buah sepeda motor dengan harga Rp 70.000 per hari. Keputusan ini kami buat untuk memudahkan mobilitas dan lebih privat.

Maksudku dibandingkan menyewa travel dengan harga Rp 400.000 per hari, kami harus menjaga sikap di depan pengemudi karena bagaimanapun kami tengah menumpangi kendaraan milik orang lain.  Akan ada batasan juga saat kami berburu kuliner karena harus menjaga pilihan makanan kami tak sesuai dengan selera pengemudi. Pertimbangan lainnya adalah kekhawatiran kami akan macet di jalanan. Kami bisa saja menargetkan 5 tempat misalnya, namun bila macet, mungkin hanya 2 atau 3 tempat saja yang berhasil dikunjungi.

Tentu tak bisa menyalahkan pengemudi, karena kondisi jalanan adalah sesuatu yang terjadi di luar kendali. Kalau sudah begini, sayangkan uangnya?

Kembali tentang urusan sewa menyewa motor.

Catatan untuk kamu yang mungkin berencana memilih transportasi rekomendasiku lewat tulisan ini. Penyewaan motor dihitung 1*24 jam. Jika menyewa pagi pukul 08.00 WIB selama 2 hari, maka kamu juga harus memastikan  motor telah kembali pukul 08.00 WIB dua hari kemudian demi menghindari terkena denda keterlambatan pengembalian sebesar Rp 10.000 per jam per kendaraan.

Syarat penyewaan mudah.  Kamu cukup menyiapkan KTP asli penyewa dan beberapa data lain. Maksimal 3. Jika motor yg disewa 2, maka pemilik motor akan meminta 2 KTP asli. Pastikan  bahwa KTP yang kamu berikan bukan KTP yang digunakan untuk check in di hotel ya.
Semua sudah lengkap, its time to get lost in other city!

Day 1 - Candi Prambanan
Check in di hotel start dari pukul 14.00 WIB. Karena saat itu kami tiba di stasiun Lempuyangan pukul 07.00 WIB, kami memutuskan untuk bebersih sekenanya di toilet, lalu menikmati sarapan tepat di samping penyewaan motor.

Pukul 09.00 WIB lewat, kami memilih eksekusi pertama. Candi Prambanan.
Tak memakan waktu lama, hanya berselang kurang lebih 30 menit dari stasiun Lempuyangan, kami tiba di tujuan. 

Usai memarkirkan motor, kami berjalan ke arah loket. Ada beberapa pilihan yang ditawarkan. Kamu bisa memilih paket yang langsung mengitari 3 candi sekaligus dengan paket guidenya, tapi karena bagi kami bertiga kebetulan Candi Prambanan tetap menjadi primadona, kami memutuskan hanya memesan tiket untuk 1 candi saja. Candi Prambanan. Btw, kalau ngambil yang paket 3 candi berikut guide harganya lebih mahal ya.

1 tiket untuk 1 candi dan hanya berlaku untuk satu orang dengan biaya Rp 45.000 per tiketnya. 

Candi Prambanan dan Kemegahannya
Candi ini termasuk salah satu situs warisan dunia UNESCO. Tidak berlebihan jika aku menyebut candi ini memang menakjubkan, mewah, cantik dan memukau. Megah bahkan dari kejauhan.

Kami bisa melihat ujung candi menjulang tinggi sebagai pertanda posisi kami dan lokasi destinasi wisata ini kian dekat.

Benar saja. Tidak berapa lama, petunjuk masuk ke parkiran candi tampak di depan sana.

Bahkan baru memasuki gerbang masuk ke lokasi candi saja sudah adem sekali. Ada perasaan tenang saat berada di sana.

Kami mulai mengitarinya. Tulisan PRAMBANAN menjadi penyambutan seluruh pengunjung. Tulisan itu tepat berada di barisan candi sehingga setiap pengunjung yang berfoto akan terlihat seperti lukisan hidup. Bagussss sekali. Tidak apa-apa kamu bilang aku norak, aku memang suka sekali dengan foto pertamaku di sana. Hehe.

Sudut demi sudut kami telusuri, Lagi-lagi, Prambanan memang sangat memukau. Aku mengatakannya berkali-kali. Aku harap kamu - pembaca - bisa merasakan keindahan yang coba kusampaikan.

Ada 5 candi yang tertinggi di sana. Didirikan  seperti membentuk sebuah lingkaran. Sebelum memasuki lingkaran tersebut, kamu akan berkesempatan melihat langsung reruntuhan bebatuan candi dengan ukuran yang cukup besar. Dan entah kenapa, justeru pemandangan ini malah membuatku seperti ditarik ke kehidupan lampau, membuat bayangan tersendiri bagaimana manusia bisa membuat bangunan seindah ini dengan batu sebesar itu.

Sebetulnya bila kamu pintar membaca lapangan, reruntuhan batu itu akan memberikan satu spot untuk mengabadikan kenangan dengan tampilan apik seperti di bawah ini.

Berada di antara reruntuhan batu Candi | Foto: Dokumen Pribadi


Oh ya, suhu di sekitar Candi Prambanan cukup panas, untuk itu, datanglah pagi atau tidak masalah datang siangan sedikit namun jangan lupa mengenakan pelindung kepala dan sunblock.

Usai menikmati reruntuhan di luar lingkaran Candi, kami masuk ke space yang terbentuk dari penempatan bangunan Candi. Menyerupai sebuah lingkaran dimana banyak pengunjung menikmati masing-masing keindahan Candi, berfoto, berteduh, sekedar duduk-duduk dan menatap jauh ke puncak Candi, bermain pasir, macam-macam. Di sanalah pusat berkumpulnya penumpang sebelum memasuki satu per satu Candi.

Di dalam Candi secara keseluruhan sama. Pengunjung bisa menaiki anak tangga untuk melihatnya. Isinya gelap, semacam tempat untuk berdoa. Pengunjung yang menaikinya hanya sekedar melihat sesaat lalu kembali menuruni tangga dan beralih ke Candi lainnya.

Foto di tengah-tengah Candi juga apik, lho. | Foto: Dokumen Pribadi


Jika kamu pecinta sejarah dan ilmu pengetahuan, ada banyak sekali guide yang bersedia membawamu berkeliling sembari bercerita tentang Candi dan tentang apa saja yang ingin kamu ketahui tentang Candi tersebut. Namun jika kehadiranmu sama seperti aku, penikmat keindahan dan penimbunan kenangan, berdiam diri di salah satu sudut Candi dan menikmati keindahannya adalah salah satu hal yang tak bisa dilewatkan lalu berterimakasih pada Jogjakarta yang telah menerimamu hari itu. Berterimakasih pada setiap elemen kehidupan yang memberimu kesempatan untuk menikmati keindahan itu. Berterimakasih pada Tuhan yang mengijinkan hadirnya sebuah keindahan yang sulit diungkapkan.

Puas mengitari Candi Prambanan sekitar 3-4 jam, kami menuju pintu keluar. Sekali lagi kami mengabadikan foto di sana. Aku memilih memotret daripada dipotret. Kurasa hasil jepretan ku akan lebih sepadan ditayangkan di blog ini dibanding hasil jepretan 2 sahabatku. Hehe. Bukan karena hasil jepretan mereka tidak bagus, hanya kepuasan tersendiri saja jika artikel dan foto yang ku tayangkan adalah karyaku sendiri.

Berada di Tangga Pintu Keluar Candi Prambanan | Foto: Dokumen Pribadi


Kami meninggalkan Candi sekitar setengah 1 siang. Bersiap mencari makan siang di Jogjakarta dan menuju Hotel untuk check in diwaktu yang telah ditentukan. Jam 2 siang.

Perjalanan memukau hari pertama liburan usai. Malamnya kami hanya mengitari Malioboro. Mencari tulisan "Jl.Malioboro" Di mana pengunjung biasa berfoto lalu bersantap malam di sana.

Dan ya, hari pertama di Jogjakarta selesai dengan memuaskan. 

Komentar

  1. Keren banget, baru sampai sudah main jauh ke Prambanan. Kalau saya tipe yang maunya istirahat dulu, jadi lebih memilih naik kereta siang dari Pasar Senen. Untuk kendaraan memang lebih baik sewa motor sih. Kalaupun mobil yaaa ... jumlah rombongan diperbanyak alias makin rame makin murah.

    BalasHapus
  2. Ah, jogya selalu ngangenin..
    Baca artikel ini jadi pengen ke jogya lagi..
    Prambanan bagus , cuma harus kuat..
    Menaikki anak2 tangga untuk masuk2 candi, haha

    BalasHapus
  3. Belum pernah kesini padahal cukup dekat cuma 3 jam-an. Ah pasti megah dan keren banget ya bangunannya

    BalasHapus
  4. Selamat datang di Jogjakarta. :D

    BalasHapus
  5. Prambanan dan borobudur itu selalu mempesona ya kak. Stasiun terdekat dari prambanan itu lempuyangan ya kak? Aku belum pernah naik kereta. Untuk sewa motor rekomendasi dimana kak?

    BalasHapus

Posting Komentar