Tentang Legian yang Tak Kalah Apik dari Kuta

Pantai Legian | Foto: S. Butar butar

Masih tentang cerita liburan keluarga di Bali Agustus 2018 lalu. Usai dari Uluwatu, destinasi selanjutnya adalah pantai. Tau dong kalau pantai di Bali itu begitu terkenal dengan keindahannya?

Salah satu destinasi yang diinginkan adalah pantai. Pinginnya sih ke Kuta, namun karena penginapan yang telah terlanjur dipesan berjarak cukup jauh dari Kuta, akhirnya kami memutuskan mengunjungi pantai lain yang lokasinya berdekatan dengan hotel tempat kami menginap, yakni pantai Legian.

Hanya berjarak beberapa meter saja dari hotel, pantai Legian dapat ditempuh hanya sekitar kurang lebih 7 menit dengan berjalan kaki. Bahkan dari kejauhan, sebenarnya gemuruh ombak sudah terdengar. Sudah cukup sebagai indikator bahwa lokasi kita dengan pantai kian dekat.

Sempat googling sih, gimana Legian itu. Khawatirnya ngecewain, kalau memang tak begitu bagus, kita bisa bermanuver mencari destinasi lain yang lebih memukau. Bermodal hasil googling yang tenyata cukup apik untuk dinikmati, maka kita memutuskan ke sana.

Legian, Ombak dan Wisatawan Mancanegara | Foto: Ana Butar butar
Tadaaa, jauh dari ekspektasi!
Sebagaimana manusia, pantai dan seluruh rangkaiannya pun memiliki keunikan masing-masing yang tak akan pernah bisa disamakan. Bisa dikatakan, Legian juga demikian. Bagi banyak orang, Kuta mungkin telah menempati hati karena lebih banyak didengungkan, namun Legian juga tak kalah cantik.

Dengan air biru yang membentang tak berujung, Legian hadir dengan debur ombak bergulung. Di beberapa titik kadang ombak hilang, di titik sana bergulung menantang. Semakin tinggi ombak yang datang, semakin seru pula rasanya suara air yang membahana di sisi pantai. Tak ketinggalan hal yang paling menakjubkan, semakin tinggi ombak, semakin dia diserbu oleh wisatawan mancanegara yang ingin mengeksplore kemampuan surfing atau berselancar mereka.

Tak peduli tua atau muda, semua berlomba untuk mencoba menantang hantaman ombak. Semakin deras ombak, semakin garang mereka menyerang. Enteng saja tertawa saat mereka terjatuh dari papan surfingnya dan berteriak saat berhasil menaklukkan ombak.

Sebelum terjun ke air, masing-masing pelancong yang ingin mencoba surfing diberi arahan terlebih dahulu oleh pelatih di sana. Pelatih itupun hadir biasanya atas permintaan pemilik papan selancar. Sebagian besar bekerja untuk si pemilik papan selancar dan menjadi mentor bagi wisatawan yang ingin menyewa papan mereka.

Pemandangan ini memang sudah cukup sering terlihat di televisi, namun karena ini adalah pengalaman pertama kali melihatnya langsung, hehe, rasanya gemes juga. Pingin nyoba tapi udah keder duluan ngeliat gulungan ombak. Boro-boro mau nyerang ombak ke tengah laut sana, kena sambaran sisaan ombak di bibir pantai saja sudah pusing karena takut kebawa ombak. Hahahaha.

Kembali tentang betapa menakjubkannya pantai Legian, Bali. Pasir yang begitu lembut di sepanjang bibir pantai turut menjadi daya tarik. Berjalan dengan kaki telanjangpun sepatutnya aman-aman saja. Tapi sebaiknya tetap dipakai, karena di beberapa titik, sering ada gumpalan-gumpalan hitam yang awalnya tampak misterius. Ternyata setelah kita lihat lebih dekat, adalah kotoran kuda. Hehehe.

Menikmati keindahan pantai Legian tidak perlu berbayar. Alias, ngga pakai tiket-tiketan segala. Dari hotel tempat kami menginap, Hotel Amaris Legian, kami berjalan beberapa menit saja lalu dengan santai menyusuri pantai begitu saja. Masuk dengan lempeng dan sibuk terpesona. Sayang, kemarin tiba di sana, matahari tak lagi malu-malu.

Ya lelah-lelah sedikit wajarlah, apalagi kalau sudah berjalan dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Nah, kalau untuk yang satu ini, pengunjung bolehlah mengeluarkan beberapa lembar Rupiah untuk bisa merenggangkan kaki barang sebentar.

Menikmati kelapa muda di pinggir pantai Legian | Foto: Ana Butar butar
Di sana banyak disewakan tempat-tempat peristirahatan pengunjung. Harga per jamnya pun berbeda-beda. Kalau kemarin, kami mengeluarkan kurang lebih Rp 200.000 untuk dua jam dan 6 buah kelapa muda. Cukup bersahabat ya harganya. Kalau mau yang lebih mahal sih, ya banyak.

Di sana, kamu bisa sekaligus menikmati keindahan pantai sembari menyeruput segarnya kelapa muda, memandang lalu lalang wisatawan mancanegara, dan permainan selancar baik oleh mereka yang pemula ataupun yang telah pro.

Puas bersantai di sana, sekitar jam setengah 12, ketika matahari mulai terik dan tubuh tak sekuat wisatawan mancanegara yang sengaja berjemur untuk mendapatkan kulit cokelat, kami memutuskan pulang. Meninggalkan Legian yang apik dan memukau. Membawanya bersama dengan kenangan dan sebuah cerita. Si perempuan kampung kini telah berhasil mewujudkan satu dari sekian impian. Membawa orang tua berlibur ke Bali dan pulang bersama sekelumit memori dari Bali yang dulu disebut-sebut semua orang bahwa Bali adalah tempat yang sulit untuk kami yang dari kampung sana dapat kunjungi.

Si perempuan kampung dan mimpi yang terwujud | Foto: Ana Butar butar
See? Tidak ada yang tidak mungkinkan? Terima kasih Bali. Terima kasih telah ramah menyambutku dan seluruh keluarga. Kelak aku akan kembali.

Komentar

  1. Ahhh jadi rindu liburan ke Bali. Sungguh terakhir itu tahun 2009 kalo gak salah. Udah lama banget emang. Huhu

    BalasHapus
  2. Senengnya lihat penampakan Legian lagi.
    Saya di Bali 8 tahun, Mbak..kuliah lanjut kerja.
    Dan sempat kerja di dekat Pantai Legian selama 1 tahun. Ah jadi kangen dengan pantainya...

    BalasHapus
  3. pantai legian bisa jadi pilihan nih saat berkunjung ke Bali. Beberapa pulau pernah dikunjungi tetapi ke Bali malah belum pernah. Tempat istirahatnya lumayan ya 200 ribu dapet kelapa juga. tambah enak pantainya gratis juga.

    BalasHapus
  4. Wah asiknya, hotelnya dekat pantai ya mbaa. Jd bisa ke pantai tiap hr dong

    BalasHapus
  5. aku ke bali? baru cuma numpang mikir keras gegara kerjaan. Duub hrus segera ini. terutama legian ya kak.

    Btw, makasii ceritanyaa

    BalasHapus
  6. Legian, tempat yang patut didatangi bila kebali nanti. Pantainya bagus banget, senang lihat foto-fotonya😍

    BalasHapus
  7. liat indahnya foto diatas, jadi ingin berselancar, sayangnya saya belum ada keberanian dan ilmunya.
    saya pernah berbincang dengan seseorang dari eropa timur, dia bilang, negera kalian lautnya sebagus ini tapi penduduknya ngga banyak yg bisa berenang, surfing, diving. Ironis tapi itu nyata, saya pun salah satu yang tidak bisa

    BalasHapus
  8. Pantai Legian ini termasuk pantai yang hits di Bali ya, penasaran sih pengen kesana juga. Mudah-mudahan suatu hari nanti juga bisa ke Bali :D

    BalasHapus
  9. Legian menurutku fenomenal banget sejak terjadinya kasus Bom Bali. Btw aku baru tauaada pantai Legian, hehe.

    BalasHapus
  10. Saya udah lama banget gak ke Bali. Itu pun dulu tiap kali ke Bali karena urusan kerjaan. Tetapi, menginapnya selalu di Kuta atau Legian. Mudah-mudahan bisa beneran liburan di Bali. Termasuk main ke Legian

    BalasHapus
  11. Dulu ke Bali pas lagi field trip kuliah sama honeymoon. Memang Pantai di Bali keren-keren. Legian juga kayaknya pernah ke sini. Jadi pengen ke Bali lagi

    BalasHapus
  12. Di bayanganku, Semua tempat di Bali memang indah dan menakjubkan. Kuta, Legian, gunung-gunungnya, pantainya, lautnya, budayanya, dan semuanya sangat menakjubkan. Gak heran deh kalo disebut sebagai Pulau Dewata. Salah satu syurganya dunia.

    BalasHapus
  13. Wah serunya jalan-jalan ke Bali. Oiya Legian ini Deket kan ya dari Kuta?

    Ah jadi kangen pengen jalan-jalan kesana lagi. Terakhir kesana tahun 2013 haha

    BalasHapus
  14. Aku juga takut sik sama ombak.. pernah ke bali malah blass nggak ke pantainya.. aku malah blusukan cari kopi sama jalan ke sawah

    BalasHapus
  15. Buatku semua pantai di Bali baguuuuss hahaha apalagi pantai Padang2 yang menuju kesana aja mesti berjuang

    BalasHapus
  16. Baca blogpost ini jadi makin mupeng mba untuk singgah ke Bali. Next time, mesti kunjungi pantai Legian nih.

    BalasHapus
  17. Kalau inget kata Legian keinget bom dulu itu :(
    Alhamdulillah skrng makin aman dan nyaman ya , wisatawan jg gak kapok ke sana. Pantainya emang bagus makanya banyak wisatawan ke sana. Duh aku jd kepengen mantai nih mbak :D

    BalasHapus
  18. Ak jg rajin explore kalo k Bali gamau k pantai Kuta aja mbaa. Nah Legian belum pernah nih

    BalasHapus
  19. Cantuknya ya pantai Legian, pengen deh kesana, cantiknya Indonesiaku

    BalasHapus

Posting Komentar