Sedikit Cerita di Balik Lahirnya Blog "Perjalanan Pertama"

Di kedatangan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II | Foto: Ana Butar butar

Semua orang tentu pernah mendengar istilah bahwa "kemampuan yang luar biasa, dimulai dari sebuah langkah sederhana".

Aku sepakat dengan pendapat di atas. Dan jika bisa berbicara jujur, pernyataan di atas juga lah yang menjadi alasan hadirnya blogku dengan judul "Perjalanan Pertama"

Berangkat dari sebuah desa terpencil yang tidak banyak orang mengenali, aku mengalami berbagai hal yang sangat baru yang sebelumnya tak terpikirkan untuk kulakukan. Mulai dari berbicara bahasa Indonesia yang fasih dengan pelafalan yang jelas, bagaimana makan di restoran, bagaimana memesan tiket pesawat, bagaimana cara check in di hotel, sampai ke persiapan yang harus dilakukan saat akan melakukan sebuah perjalanan.

Bukan hanya itu sebetulnya,  ada banyak hal yang mau tak mau kukupelajari sendiri dan cukup membingungkan jika tidak ada yang mengajari.

Masih untung saat di transportasi umum ada petugas yang bisa ditanya, jika tidak, mungkin aku mirip orang yang tersesat planga plongo kebingungan tidak tau harus melakukan apa. Sedikit was-was jika harus bertanya pada orang-orang di sekitar, khawatir orang yang kutanya kebetulan adalah orang yang kurang baik dan saat mengetahui kondisi ketidak pahaman ku malah membuatnya berniat tidak baik.

Lalu mengapa bahasannya ke sana? Kembali lagi, karena aku memang fokus untuk berbagi cerita tentang sebuah perjalanan, dan kuliner yang telah kujalani.

Berbekal ketidaktahuanku, setiap perjalanan pertama yang akan kulakukan, aku mencoba mencari tahu sedetail mungkin apa yang harus aku lakukan, bagaimana aku di setiap tahapannya, apa peraturan yang berlaku di tempat yang akan ku kunjungi. Informasi ini tentu akan lebih membantu eksekusi di lapangan.

Oh ya, satu hal yang juga sangat membantu saat kebingungan di perjalanan adalah petunjuk arah.

Pengalaman akan Pentingnya Petunjuk Bagi Pengunjung di Tempat Umum

Masih ingat jelas saat pertama kali datang ke Jakarta dari Sumatera Utara dengan menggunakan pesawat. Seru sih, tapi karena itu adalah perjalanan pertama menggunakan transportasi udara, rada deg deg ser juga.

Saat itu pula aku benar-benar merasakan betapa petunjuk arah di tempat umum sangat dibutuhkan.

Bandara international Kuala Namu Medan Sumatera Utara adalah salah satu bandara yang tergolong besar. Bagi mereka yang pertama kali menggunakan pesawat saat bepergian, bandara sebesar itu tentu akan sangat membingungkan pengunjung darimana langkah akan dimulai.

Satu yang pasti adalah, perjalanan dimulai dari titik dimana kamu turun dari kendaraan. Hehhe.

Bermodal tiket yang kumiliki, aku masuk ke dalam bandara, ruang tunggu sekaligus tempat check in penumpang.

Yang pertama kali ke sana, pasti sibuk foto-foto. Heheheh.

Perhatikan maskapai yang akan ditumpangi, lalu menunggu hingga waktu check in dibuka. Kemudian tahapan selanjutnya berjalan secara natural. Tanpa diajari. Percaya saja, meski kamu bingung, jika sudah mempersiapkan informasi di benak, insting akan berperan apa yang harus dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan di perjalanan.

Usai meninggalkan ruang check in,  petunjuk - petunjuk di area bandara adalah satu satunya senjata yang kupunya untuk bisa tiba di ruang tunggu.

Belum sampai di sana, ada tahapan selanjutnya yang juga harus diperhatikan sampai diri ini bisa duduk manis di pesawat dan tiba di Jakarta dalam keadaan sehat.

Takut?  Iya, sedikit. Itu manusiawi untuk pertama kali. Apalagi sendiri.

Namun, perjalanan pertama ini jugalah yang menjadi modal awal pengetahuanku saat bepergian dengan pesawat di waktu - waktu berikutnya.

Cari tau bagaimana tahapan bepergian dengan menggunakan pesawat di artikel ini:

Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Bepergian Pertama Kali dengan Pesawat

Masih takut?

Iya, kalau ada turbulensi!  Hahahaha.

Petunjuk, Pengetahuan yang Kerap Diabaikan.

Meski kadang disepelekan bahkan terabaikan, disadari atau tidak, petunjuk arah sangat membantu kita untuk sampai ke tujuan. Untuk itu, di sebuah tempat yang baru saja dikunjungi, minimalkan penggunaan smartphone dan perhatikan detail 

kondisi sekitar termasuk petunjuk arah dan posisi petugas untuk mempermudah kamu bertanya saat kebingungan mencari arah.

Ribet amat! Ada Google maps kali!

Iya betul. Tapi pernah ngga sih, saat 100% memberikan kepercayaan pada google maps dalam sebuah perjalanan, eh, tau tau malah sampai di tempat yang tidak dikenali atau bahkan bukan tempat yang seharusnya.

Hal lain yang dikhawatirkan jika betul-betul mengandalkan google maps saat bepergian adalah hilangnya sinyal di tengah jalan, ataupun baterai yang habis. Apesnya lagi, gadget yang kita andalkan untuk mencari jalan lewat google maps malah berakhir raib tak berbekas.

Wanti-wanti hal tersebut terjadi, akan lebih baik jika mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan. Termasuk informasi seputar tempat yang akan dituju.

Setuju denganku?

Komentar

  1. iya bener kakak, memang kadang - kadang kita selalu mengandalkan google map, eh ditengah perjalanan hp lowbatery, ini pengaamanku pernah terjadi. jadi pontang panting cari charges dulu baru bisa pulang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw. Syukurlah bisa pulang dengan selamat lagi ya Bun

      Hapus
  2. Welcome to the journey, kak Efa. Akan banyak perjalanan me depannya Yang Akan dilalui, hehe. Btw iyaa setuju banget mencari informasi tempat Yang Akan ditujukan supaya GA buta buta banget hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih. Betul, setidaknya ada sedikit yang harus diketahui saat berada di tempat baru agar lebih mudah beradaptasi yaa.

      Hapus
  3. Setuju, mengandalkan google tidak sepenuhnya benar, bisa saja rute yang diberikan salah. Atau google ganti rute tiba2. Bingung deh jadinya. Memang harus disiapkan ya kak segala sesuatunya untuk melakukan perjalanan. Meminimalkan tersesat. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu juga salah satu alasan kenapa blog ini hadir :)

      Hapus
  4. Betul banget, jika ingin melakukan perjalanan, harus sudah tahu informasi mengenai tujuan perjalanan

    BalasHapus
  5. Terus berbagi cerita pengalamannya ya ka karena informasi melalui platform digital kayak gini pasti sangat membantu kami para pencari informasi. Bisa bermanfaat terus ka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Berbagi ilmu dengan bercerita untuk dibaca tanpa batasan waktu dan tempat Mba

      Hapus
  6. Halo Mba salam kenal ya. Berbicara soal perjalanan sama dengan hidup ini ya bahwa kita sedang melakukan perjalanan dalam kehidupan kita dengan peran-peran kita. Kalau di dunia kita bisa mengandalkan google maps walau terkadang nggak semua bener ya yang google map bilang. Tapi kalau dalam perjalanan kehidupan yang sebenarnya kita mengandalkan kitab suci kita sebagai petunjuk agar tak salah jalan dan tahu jalan pulang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, Mba. Salam kenal kembali. Betul, semoga tiap perjalanan kita di dunia ini menjadi pelajaran juga untuk meluruskan langkah menuju perjalanan yang sesungguhnya yaa. Terimakasih sudah diingatkan Mba

      Hapus
  7. Setiap saat selalu menemukan pengalaman perjalanan pertama, ya. Mengenai Google Maps.saya pernah nyasar saat motor masuk ke gang-gang. Kayaknya Google maps juga bingung mengarahkannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw. Untung Google Maps. Kalau yang ngarahin orang udah habis kali ya kena omelan mak

      Hapus
  8. Memakai goggle map bkin saya nyasar saat saya mudik dua tahun lalu sampai masuk ke hutan2 kalau saya jika masih ada ksmpatanan nanya sma orang mnding nanya daripada nyasar apalagi kalo malam2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu ada plus minus dalam tiap keputusan ya Mba. Maps yang tak akurat, atau penduduk lokal yang kadang malah isengin orang dengan memberikan arah yang salah. Hehhe

      Hapus
  9. Baca ini jadi ingat perjalanan pertama saya waktu berangkat naik pesawat, sendiri pula. Hanya mengikuti petunjuk yang ada di sana, dari check ini, masuk ruang tunggu sampai akhirnya bisa duduk di atas pesawat dengan perasaan ketar-ketir hehe.

    Setiap perjalanan pastinya bisa memberikan kita pelajaran yang berharga ya Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, aku juga begitu. Muka sok santai biar ngga keliatan lagi ngga ngerti dan lagi bingung. Padahal mah hati gedebuk gedebuk

      Hapus
  10. Buatku pelanggan tetap mbah google, salah satu fitur yang sangat membantu sekali yaa...si google maps ini.
    Kemana-mana kalau ada tamu yang berkunjung ke Bandung dan pengin minta aku jadi guide nya...langsung tarraaa~
    Kluarin HP dan akses google maps.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess, untungnya lokasi Bandung masih ramah sinyal ya Mba. Heheh

      Hapus
  11. Selamat menemulan perjalanan dan akan selalu gabisa dilupakan ya kak. Ak suka deh dengan penuturan d blog kaka ini deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh, terimakasih yaaa. Aku tersanjung. Tanpa bersambung. Hehehe

      Hapus
  12. Kami pernah salah jalan pas pake Google Maps. Akhirnya mengandalkan bertanya sama penduduk lokal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bun, penduduk lokal emang selalu jadi cara paling efektif untuk tiba di tujuan saat maps bermasalah yaa

      Hapus
  13. Daku perjalan jauh pertama kali, ke Labuan Bajo. Mana pertama kali pula naik pesawat,deg degannya bikin banyak baca doa.. Nggak inget buat baca komik, padahal bawa komik wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wihhh, udah pernah ke Bajo toh? Doain biar aku bisa ke sana sebelum nikah.

      Hapus
  14. Setuju banget, Mbak. Apapun itu kita memang harus memiliki persiapan yang baik. Ngomong-ngomong soal perjalanan pakai pesawat, aku sih pertama kali pesawat pas setelah nikah maklum jodohku nggak pake zonasi hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah. Dapet predikat komentar terkocak sih ini Mba

      Hapus
  15. Senang sekali membaca tulisan kakak, mengingatkan aku saat masih lajang dulu, juga suka bepergian sendiri kemanapun dan sering ke area area baru juga aku mengandalkan orang di tempat tersebut untuk bertanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu juga sebetulnya yang perlu digarisbawahi. Masih lajang. Hahahha. Soalnya nanti kalau udah nikah ngga bisa sembarangan pergi lagi. Ada laki yang harus dijaga dan dimintain ijinnya. Hahaha

      Hapus
  16. Pake google kadang menyesatkan kadang bener, soalnya aq pernah punya pengalaman pas ke Jepang sama teman2 ke suatu tempat pake google maps di ajak muter2 sama google map

    BalasHapus
  17. Aku pernah mengandalkan Google map tp kayaknya alamat yg dituju kurang akurat, jadi deh nyasar. Jadi ngandelin nanya2 ke orang, hehehe. Seru yah perjalanan pertamanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa. Heheheheh. Untung ada orang buat ditanya. Kira kira kalau kanan kirinya sawah gimana ya?

      Hapus
  18. Aku juga pernah salah jalan karena Google mapsnya salah wkwk.. akhirnya ya tanya warga di sekitar.

    BalasHapus
  19. Perjalanan pertama memang sealu mengesankan ya mbak. Degdegannya, serunya, ribetnya, semua dinikmati dengan enjoy. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba. Dan setiap perjalanan pertama akan selalu jadi pengetahuan di perjalan-perjalanan berikutnya

      Hapus

Posting Komentar