Sambangi Uluwatu Pertama Kali, Berikut 7 Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Uluwatu dari salah satu tebing | Foto: Ana Butar butar

Bicara tentang Bali, aku pikir setiap orang setuju kalau percakapan tak akan usai. Dalam diamnya, Bali berbicara tentang keindahan, tentang perbedaan, tentang kerukunan, juga tentang adat yang dijunjung tinggi. Tidak akan ada habisnya.

Beberapa waktu lalu misalnya, dalam perjalanan pertama ke Bali bersama keluarga, kami mendapatkan sedikit pengetahuan dalam perjalanan menuju hotel.

Jika dibandingkan dengan ibukota, Bali nyaris tak memiliki gedung-gedung pencakar langit meski sepintas hal tersebut sangatlah mungkin untuk dilakukan. Namun ada alasan mengapa hal tersebut tidak kita temukan di sana. Menurut sang supir yang memang tumbuh besar di Bali, bahwa tidak ada satu gedung atau bangunan pun yang dapat berdiri dengan tinggi melebihi tingginya gunung agung. Hal tersebut adalah pantangan yang harus dipatuhi, tak peduli seberapa hormat dan tingginya derajat seseorang baik yang bermukim di sana, ataupun pendatang.

Terlepas dari benar tidaknya alasan yang disampaikan oleh supir tersebut, atau ada alasan lain yang menjadi alasan utama sebenarnya dari larangan tersebut, topik ini buatku cukup menarik untuk didengar. Seperti sedang mendengar legenda dari daerah-daerah lain yang tak pernah gagal menarik perhatian pendengarnya.

Itu satu sisi menarik yang membuka perjalanan kami setibanya di Bali. Namun, bukan itu persisnya yang ingin saya ceritakan dalam tulisan ini. Lebih tepatnya, tulisan ini berisi tentang Uluwatu. Tempat yang memulangkan pengunjung dengan rasa syukur dan bahagia tak berujung.

Dan dari perjalanan ini, makaaa untuk kamu yang akan berkunjung ke uluwatu, Bali, pertama kali, berikut adalah 5 hal yang perlu kamu ketahui:

  1. Bersiaplah mengitari uluwatu tanpa aksesoris
Setibanya di sana, kalimat pertama yang didengungkan adalah anjuran agar setiap pengunjung sebaiknya menyimpan seluruh aksesoris ke dalam tas.
Uluwatu menjadi rumah yang ramah bagi monyet-monyet berkembang biak. Tak hanya satu dua ekor, di sana ada ratusan monyet yang siap ngisengin kamu. Mulai dari menghampiri posisimu, sampai mengambil apaaa saja yang melekat di tubuhmu yang kebetulan dapat mereka gapai.

Salah satu contoh keisengan monyet terjadap pengunjung | Foto:  Ana Butar butar

Antara takut, gemes dan kesal. Monyet-monyet tersebut akan beraksi tanpa permisi. Tak sedikit yang marah karena barangnya diambil dan tak dikembalikan oleh si monyet. Namun, pengunjung diharuskan untuk tidak marah, apalagi mengganggu monyet tersebut.

Masih ada cara lain kok agar barang yang diambil oleh monyet kembali ke tanganmu, yakni dengan memanggil petugas setempat.

Biasanya petugas akan membantu mengambilkan barang yang diambil oleh monyet tersebut. Caranya gimana? Ini unik sih, soalnya kurang lebih seperti sedang membujuk anak kecil yang sedang ngambek. Heheh. Si monyet diberi makanan oleh petugas, dan imbalannya, barang curian akan dikembalikan. Makanan yang diberikan pun cukup beragam, mulai dari kacang hingga telur rebus.
  1. Tahan diri, dan berkontribusilah menjaga satwa
Sebenarnya, di sana sudah tertera larangan untuk tidak memberi makan satwa. Dikhawatirkan, akan ada tangan-tangan jahil yang memberi makanan yang tak seharusnya dikonsumsi oleh satwa seperti monyet.

Namun, berhubung tidak semua tempat di Uluwatu yang dijaga oleh petugas, sebagai pengunjung, sebaiknya setiap pendatang ikut berkontribusi dengan menahan diri mengikuti aturan yang telah ditetapkan sehingga tak ada satupun yang dirugikan. Baik satwa yang berkeliaran, juga nama baik sendiri. Tahu kan, kalau sekarang banyak kamera yang siap menyorot berbagai hal yang terjadi, baik itu berita baik apalagi berita buruk. Segala sesuatu akan lebih mudah viral dan pengunjung yang tak taat aturan bisa saja menjadi bahan bullyan warga net. Ngga mau kan jadi bahan bullyan netizen?
  1. Siap-siap dikagetkan dengan hadirnya monyet dari berbagai arah
Kasus ini cukup banyak terjadi saat kami berada di Uluwatu. Entah datang dari mana, kadang tiba-tiba monyet sudah berada di hadapan kita seolah siap menghadang perjalanan berikutnya.

Bagi mereka yang berani sih ya tidak ada masalah ya, sebaliknya, bagi mereka yang tak berani - terutama kaum hawa nih - sebaiknya mata harus terus awas dan selalu berada di samping seseorang yang berani dan siap mengusir monyet. Jangan juga mudah panik, menjerit lalu kemudian menangis berdiri di tempat! Hahaha. Sebenarnya sih kasihan, tapi banyak pengunjung wanita yang ditemui bereaksi seperti ini saat tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran monyet.

Cobalah menahan diri, pandang lokasi terdekat yang kira-kira aman untuk menghindar dan perlahan pindahlah dari tempat awal kamu berdiri. Jangan berlari atau menjerit kareana hal tersebut hanya akan membuat monyet ikut kaget dan mengira kamu berniat menyerangnya. Kalau lagi ada petugas ya kamu aman, tapi kalau lagi naas tidak ada sama sekali yang bisa diminta tolong, kamu bisa saja jadi target kekagetan si monyet.

Kalau kamu benar-benar takut sama monyet, ya sudah, cari aman saja. Nikmati keindahan laut yang menghampar di tepi tebing Uluwatu dan tidak usah berjalan jauh higga keujung tebing. Tetap berada di lokasi yang ramai pengunjung dan tunggu hingga jam 5 sore agar kamu bisa menikmati tari kecak dari Bali.

4. Persiapkan air minum yang cukup
Tebingnya cukup panjang dan rasanya sayang kalau tidak dinikmati seluruhnya. Jadi, sebaiknya, sebelum berangkat, siapkan cemilan atau minuman yang dapat menghambat sesaat rasa lapar dan haus yang bisa saja menghampirimu saat menikmati keindahan Uluwatu.

5. Sebaiknya kenakan alas kaki yang nyaman
Kenakan alas kaki yang nyaman untuk bergerak, hindari penggunaan high heels | Foto: Ana Butar butar

Ini juga penting. Kenapa? Selain kamu terbantu berjalan dengan nyaman berkeliling Uluwatu, kamu juga dapat bergerak dengan sangat mudah untuk menyelamatkan diri dari keisengan monyet.
  1. Jangan lewatkan indahnya senja di Uluwatu
Bagi mereka yang sudah pernah ke Uluwatu, rasanya pantulan laut yang terhampar di depan tebing Uluwatu yang persis kilauan berlian di kejauhan selalu memanggil untuk kembali. Benar-benar tak cukup satu kali.
Ini belum seberapa, tunggu hingga senja tiba sampai kamu benar-benar jatuh cinta. Tak percaya? Ya sudah, coba saja! Pantulan lembayung senja akan mengantarkanmu pada kenyamanan yang sulit ditemukan di hiruk pikuk ibukota.
  1. Siap-siap takjub dengan pesona tarian kecak Bali
Ini dia yang terakhir, dengan modal Rp 100.000 per tiket, kamu bisa menikmati tari kecak Bali selama beberapa jam.
Oh ya, berhubung tiket menonton tari Kecak terbatas dan pengunjung membludak, kamu bisa minta tolong pada tour guidemu untuk bersiap memburu tiket sesuai jumlah yang kamu butuhkan. Tapi kalau kamu datang tanpa tour guide, sebaiknya sudahi berkeliling Uluwatu tepat pukul 15.30 dan kembali ke depan untuk bersiap-siap mengantri membeli tiketnya.
Itu dia 7 hal penting yang harus diketahui jika pertama kali ke Uluwatu. Jadi, kapan rencananya kamu ke sana?

Komentar