Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Bepergian Pertama Kali dengan Pesawat

Melangkah di bandara | Foto: Freepik
Dalam sebuah fase kehidupan, akan selalu ada “pertama kali” bahkan sejak kita terlahir. Pertama kali tersenyum saat kita bayi, pertama kali melangkah, pertama kali sekolah, pertama kali melakukan sesuatu, pertama kali merantau, pertama kali bepergian sendiri, pertama kali melihat sesuatu. Banyak! Terlalu banyak jika harus dijelaskan satu per satu.

Jika kebetulan kamu merasa Bahasa “pertama kali” di dalam hidupnya terbilang sedikit, mungkin kamu terlalu nyaman di zona yang kamu tempati sekarang. Mau coba berbagai “pertama kali” yang lebih beragam? Keluarlah dari sana! Cari sesuatu yang baru, pengalaman yang kelak bisa kamu ceritakan pada anak cucumu.

Jika itu baik, maka kamu bisa memberikan contoh pada mereka, dan jika “pertama kali”mu buruk, maka ceritakan agar mereka tak terperosok ke tempat yang sama.

Akhirnya Aku Bepergian dengan Pesawat
Salah satu “pertama kali” yang menyenangkan bagiku adalah naik pesawat. Hehhehe.

Masih jelas betul diingatan, dulu waktu masih kecil, di atas tumpukan jerami yang baru saja di panen, aku berhenti sesaat dari mangaleles (membersihkan kembali jerami bekas panen untuk mengambil lagi padi yang mungkin masih tersisa di sana) naik ke puncak jerami, menatap ke langit dan berteriak kencang sekali. 

“Kapaallll, minta uang!”

Iya, dulu di desaku, anak-anak menyebut pesawat dengan sebutan kapal. Karena terbiasa dengan Bahasa tersebut dan tidak ada yang membantu membetulkan. Namanya juga di kampung.

Aku berteriak terus dengan hasil nihil. Hahhaha. Dan sadar bahwa pesawat tidak akan pernah menjatuhkan sepeserpun untuk mu tak peduli betapa keras teriakan yang sudah dikeluarkan. Satu-satunya jalan agar aku punya jajan tambahan adalah dengan itu tadi, mangaleles. Dengan kerja kerasku.

Dengan pengalaman masa kecil ini, bepergian dengan pesawat masuk dalam salah satu list mimpi. Dan akhirnya tercapai juga. Ya ampun, itu antara deg degan, penasaran, seneng, khawatir, semua campur aduk deh. Akhirnya list yang selama ini ingin kuceklist terwujud juga. Hahhaha. 

Kamu mungkin akan beranggapan bahwa cerita ini adalah hal norak, tidak apa-apa. Aku juga tidak bisa memaksakan pikiranmu untuk sependapat denganku. Tapi begini, barangkali kamu memiliki sebuah keinginan yang benar-benar ingin kamu miliki dan setelah puluhan tahun keinginan tersebut kamu upayakan dan bawa terus di dalam doa lalu di suatu waktu terwujud juga. Mungkin kita bisa menyamakan pendapat. Bahwa cerita kita yang terasa norak ini adalah sesuatu yang menakjubkan.

See? Perjalanan pertama itu memang selalu memberi cerita yang mengesankan kan?

Pemesanan Hingga Tiba di Bandara Tujuan
Jadi, bagaimana sih cara agar bisa menumpangi pesawat dan tiba di bandara tujuan dengan selamat?

1. Pesan Tiket
Pemesanan tiket pesawat saat ini mudah sekali. Ada banyak aplikasi yang menawarkan kemudahan termasuk promo yang berlimpah demi mendapatkan customer. Beberapa di antaranya yang kerap aku pakai adalah Traveloka, Tiket.com, dan Pegi-pegi. Sebetulnya masih ada aplikasi lain sebagai pilihan, namun yang paling sering aku pakai adalah 3 aplikasi ini. Kamu juga bisa memesan tiket pesawat dari berbagai perusahaan tour and travel yang kini kian menjamur. Namun, untuk menghindari tour and travel yang abal-abal, pastikan kamu mencari tahu informasi lebih dahulu tentang tour yang akan kamu kunjungi tentang kualitas dan kredibilitasnya. Jangan sampai ketipu.

Pilih bandara keberangkatan dan bandara tujuan. Di satu kota bisa saja memiliki 2 bandara, jadi pastikan kamu sudah memilih bandara tujuan yang tepat.

2. Pemeriksaan Pertama
Sebelum check in, kamu harus melewati pemeriksaan. Tas, koper, ikat pinggang, jam tangan serta HP boleh kamu masukkan ke dalam sebuah keranjang yang telah disiapkan di ujung mesin pemeriksa. Jika sudah, masukkan keranjang yang telah berisi barang-barangmu untuk melewati mesin X-ray. Sedangkan kamu bisa berjalan melewati mesin dengan petugas yang sudah menunggu di arah yang berlawanan.

Pastikan tidak ada barang apalagi yang berbahan logam menempel di tubuh karena akan menyebabkan mesin berbunyi.

Terkadang, bisa saja mesinnya berbunyi saat kamu melewati pintu tersebut, tidak usah panik. Bisa jadi salah satu pakaianmu mengandung logam. Terutama di bagian kancing celana.

Jika berbunyi, petugas biasanya akan memeriksa sesuai gender. Dan jika memang tidak ada masalah, kamu bisa melanjutkan mengambil barang-barangmu dan menuju lokasi check in.

Barang-barangmu sebetulnya sudah bisa dikenakan lagi, hanya saja, masih ada pemeriksaan kedua sebelum masuk ruang tunggu yang harus kamu lalui, sebaiknya tahan saja atau masukkan ke tas agar di pemeriksaan kedua kamu bisa lebih cepat memasukkan barang ke keranjang.

3. Check in dan Pendaftaran Bagasi
Untuk yang pertama kali bepergian dengan pesawat, sebaiknya abaikan check in online. Tapi kalau memang ada yang memandu, silahkan saja.

Caranya mudah saja, buka website maskapai yang akan kamu tumpangi, masukkan nama akhir dan nomor penerbangan. Pilih bangku dan selesai.

Bagi sebagian maskapai, memilih bangku saat check in online boleh boleh saja. Gratis pula, maskapai lain ada yang bayar, jadi teliti sebelum memilih tempat duduk saat check in online ya.

Jika tak melalui check in online, ikutlah mengantri di loket check in maskapai tersebut. Siapkan KTP dan tiket kamu baik dalam bentuk hard copy (kertas print)  atau dalam bentuk soft copy (tampilan di layar smartphone) dan serahkan keduanya kepada petugas check in.

Petugas akan bertanya ada tidaknya bagasimu, jika ada, petugas biasanya akan memintamu menaikkan koper ke atas timbangan lalu mencantumkan datamu di koper tersebut. Namun jika tidak dan hanya membawa tas ransel saja, pastikan kepada petugas perlukah tas ransel ku diberi tag atau tidak?

Usai melewati gak tersebut, biasanya petugas akan menanyakan jika mungkin kamu dalam kondisi sakit, atau hamil bagi perempuan. Sebaiknya jawablah sesuai kondisi.

Berhubung aku belum pernah merasakan bepergian dalam kondisi keduanya, aku belum bisa menjelaskannya kepadamu. Hehehe.

Jika semua sudah selesai, kamu akan diberi boarding pass oleh petugas dan kamu bisa langsung menuju ruang tunggu.

4. Menuju Ruang Tunggu
Untuk berada di ruang tunggu, kamu akan diarahkan oleh berbagai petunjuk bagian atas bandara. 

Perhatikan pintu/gate yang harus kamu tuju yang telah ditunjuk di boarding pass.  Baca petunjuk gate di papan petunjuk dan ikuti arah panahnya. Tidak usah khawatir, meski bandaea besar, papan petunjuk di berbagai tempat akan memudahkanmu ke gate tujuan.

Oh ya, sebelum berada di ruang tunggu, kamu harus melewati mesin X-Ray satu kali lagi. Itu kenapa di awal aku sampaikan sebaiknya jam tangan dan ikat pinggang tidak perlu dikenakan dulu agar tak repot lagi bongkar pasangnya.

Biasanya dari pintu pemeriksaan kedua ini, letak gate yang dituju tak lagi jauh. Pastikan  kamu duduk di ruang tunggu sesuai yang ditunjuk pada boarding pas ya.

5. Pastikan duduk di seat yang telah ditunjuk di boarding pass
Selain memastikan diri duduk di pintu) gate yang ditentukan di boarding pass, kamu juga harus memastikan dirimu duduk di seat yang telah kamu pilih saat check in online atau seat yang telah dipilihkan petugas check in untukmu.

Nomor seat juga sebetulnya tertera di bagian atas kursi tepatnya di bagian depan kabin pesawat. Namun jika peletakan nomor tersebut masih membingungkan, silakan bertanya pada pramugari atau pramugara yang siap untuk melayani dan menuntunmu agar nyaman selama di pesawat mulai dari kamu masuk hingga turun nantinya

6. Ikuti Aturan Maskapai selama di Pesawat
Berada di pesawat bukan berarti hal yang harus kamu ketahui sudah berakhir.

Kamu perlu mengikuti seluruh aturan yang berlaku selama di pesawat. Mulai dari menyimpan tas ransel di kabin, duduk di seat yang telah dipilih saat check in online  atau telah ditentukan oleh petugas check in, menggunakan saat belt, mengetahui prosedur keselamatan yang diperagakan oleh pramugari atau pramugara.

Duduklah dengan tenang. Wajar jika pertama kali ada rasa khawatir, namun jangan sampai rasa khwatirmu menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang lain. 

7. Keluar dengan tertib
Sebelum tiba di bandara tujuan, biasanya pramugari dan kapten pesawat akan memberikan aba-aba dan aturan yang harus tetap dilaksanakan, yakni tidak mengaktifkan ponsel, serta tetap mengenakan seat belt untuk keamanan penumpang itu sendiri.

Nantikan pengumuman bahwa pesawat telah mendarat dengan sempurna. Jangan terburu-buru ingin mengambil bagasi di kabin, terutama jika tempat duduk yang kamu tempati berada di tengah. Hal tersebut tentu sangat mengganggu penumpang di sebelahmu.
Ambil tas dengan tertib. Tunggu hingga penumpang paling depan berjalan dan jangan memaksakan diri untuk melewati lorong pesawat yang terbilang sempit. Sebagian besar orang yang berada di dalam tentu juga terburu-buru, namun akan sangat menyebalkan jika ada penumpang lain memaksa lewat sementara jalanan begitu sempitnya.

8. Ambil Bagasi (Jika ada)
Jika sudah keluar dari pesawat, berjalanlah ke arah pintu keluar. Lagi-lagi, kamu bisa perhatikan papan petunjuk yang ada di sepanjang bandara. Jika transit, ikuti petunjuk yang menunjukkan arah transit dan jika perjalanan sudah selesai dan kamu memiliki bagasi, carilah papan petunjuk yang bertuliskan "pengambilan bagasi" Dan ikuti arah yang ditunjuk.

Tunggu di pengambilan bagasi, agak lama tapi pasti dateng. Ambil bagasimu. Khawatir ada beberapa bagasi dengan jenis dan warna yang sama, demi mempermudah pengambilan, beri tanda pada koper yang menunjukkan bahwa koper tersebut adalah milikmu.

9. Menuju ruang kedatangan penumpang
Jika sudah mengambil bagasi, atau jika kebetulan kamu tak memiliki bagasi, kamu bisa langsung berjalan menuju ruang kedatangan penumpang.

Perjalanan selesaiiii :)

Komentar

  1. bermanfaat sekali rangakain tipsnya mba, jadi engga bingung ya untuk yang pertama kali datang ke bandara. aku pernah check in online pilih seat eh tiba-tiba sebelum keberangkatan maskapainya dipindahkan ke maskapai lain. alhasil aku dapet paling belakang. huhuhu

    BalasHapus
  2. Detil bangeeeeetttt. Ya ampun aku kalo disuruh mendetilkan prosesi naik pesawat gini, suka lupa lho.

    Wah masa kecilnya seru nih, manggilin pesawat. Semoga banyak checklist impian Mba terwujud ya. Didoakan.

    Doain aku juga ya Mba.

    BalasHapus
  3. Jadi inget pengalaman pertama terbang. Urusan kerjaan, jadi semua diurusin kantor. Paling deg-degan itu waktu saya gak tau gimana caranya pasang seatbelt wkwkwkw. Udah lama banget. Hampir 20 tahun lalu, deh

    BalasHapus
  4. Untuk yang baru pertama kali naik pesawat tipsnya bermanfaat banget nih kak, urutannya juga spesifisik jadi enggak bikin bingung

    BalasHapus
  5. Hahaha saeru juga yah baca kisah mbak, saya pertama kali naik pesawat langsung keluar negri, bayangin gimana deg2an nya.

    BalasHapus
  6. Ah aku dulu ingat pertama kali naik pesawat SMA kelas 2 ke Malaysia dan senengnya minta ampun. Excited dan katrok banget sampe diketawain temen temen

    BalasHapus
  7. Kalau di Surabaya kami nyebut pesawat "motor muluk" haha. Trus bener tiap lewat juga disorakin. Dulu pertama kali naik pesawat pas msh kecil yg diingat dini hari dibawa ortu ke bandara pas masih bobo, blm mandi, digantiin baju🤣
    Segala sesuatu yang pertama pasti excited ya. Salah satunya naik pesawat jg. Eh tapi setelah punya anak aku dah gk terlalu menikmati krn bawaannya tegang anak rewel wkwkk.
    Btw kalau yg kuimpikan skrng naik pesawat lebih dari 10 jam ke mana gtu yg jauh2 xixixi

    BalasHapus
  8. Panduannya l3ngkap banget nih buat para pemula yang pertama kalinya naik pesawat thanks mba infonya

    BalasHapus
  9. Kak Ana terbang ke mana nih...?
    Asiknyaa...
    Aku juga suka merasa "pertama kali" kalau dalam hal terbang, hehehe...terasa istimewa dan seneng aja...

    **biarin dibilang norak juga...hahaha....

    BalasHapus
  10. Bagus banget tipsnya, buat yang baru pertama naik pesawat biar ga bingung, jadi inget aku dulu pertama naik pesawat, ga ada panduan kayak gini, celingak celinguk bingung, duh malunyaa.. Serunya jaman kecil juga kalau ada pesawat melintas di sunglass spontan teriak minta duit hehhhehe

    BalasHapus
  11. Aku ingat banget pertama kali naik pesawat umur 7 tahun kelas satu esde, itu noraknya bukan main hahaha pamer2 mulu ke teman sekolah

    BalasHapus
  12. Pertama kali naik pesawat pas umroh, dan itu harus melalui imigrasi, sempet norak sih dan belum paham gitu. Apalagi pas umroh di periksa badannya sama polwan di Jeddah sampah ke selipan daerah terlarang hihu

    BalasHapus
  13. Aku langsung bisa bayangin dek lagakmu ngomong ke pesawat itu. Tapi memang yang namanya the first itu selalu berkesan. Apalagi naik pesawat pertama sekali ya kan.

    BalasHapus
  14. Seru banget pas awl awal naik pesawat, agak ndeso juga tp pengalaman yg berharga banget banget

    BalasHapus
  15. memang pengalaman pertama terbang naik pesawat itu deg-deg an plus seneng , bagi yang pertama kali akan berpergian dengan pesawat, panduan ini perlu banget nihh

    BalasHapus
  16. Wah, sama waktu kecil tiap lihat pesawat lewat pasti suka banget, entah dadah, nunjuk pesawat, dan kasih tau ke org sekitar kalau ada pesawat lewat, hahaaa

    BalasHapus
  17. Ini mengingatkan saya cerita di waktu kecil...dulu juga sama, setiap pesawat lewat di kampungku juga bilangnya...minta duittt 😃😃 ...memoriku masa kecil ku jadi aktif kembali..terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar